Survei Global 2026: Dokter Paling Dipercaya, Politisi Terendah
Survei Ipsos 2026 terhadap 23.537 responden di 31 negara menempatkan dokter sebagai profesi paling dipercaya, sedangkan politisi di posisi terbawah.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sistem pengereman merupakan salah satu komponen penting yang menentukan keselamatan berkendara. Karena itu, pengemudi perlu mengenali tanda-tanda gangguan rem sejak dini agar kerusakan dapat segera ditangani dan risiko kecelakaan bisa dihindari.
Masalah pada rem terkadang diawali gejala yang mudah dirasakan, tetapi kerap diabaikan. Misalnya, pedal rem terasa berbeda saat diinjak, muncul suara tidak biasa ketika mengerem, hingga kendaraan membutuhkan jarak lebih panjang untuk berhenti.
Mengutip laman Auto2000, berikut 13 tanda sistem pengereman mobil bermasalah yang perlu diwaspadai.
Pedal rem yang harus diinjak lebih dalam daripada biasanya dapat menjadi indikasi adanya gangguan pada sistem pengereman. Penyebabnya antara lain udara yang masuk ke saluran rem, kebocoran minyak rem, atau kampas rem yang mulai menipis.
Jika pedal hampir menyentuh lantai ketika diinjak, jangan menunda pemeriksaan. Kondisi tersebut dapat menandakan kemampuan pengereman berkurang.
Pedal rem yang mendadak terasa lebih keras dan sulit diinjak juga perlu diperhatikan. Gejala ini dapat berkaitan dengan gangguan pada brake booster atau komponen lain yang membantu proses pengereman.
Apabila pedal terasa jauh lebih berat dibandingkan biasanya, kendaraan sebaiknya segera diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Getaran yang terasa pada pedal rem, terutama ketika mengerem dari kecepatan tertentu, dapat menunjukkan adanya masalah pada komponen pengereman.
Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah permukaan cakram rem yang tidak rata. Meski demikian, pemeriksaan tetap diperlukan karena gangguan pada roda atau komponen kaki-kaki juga dapat menimbulkan gejala serupa.
Getaran ketika mengerem tidak selalu hanya terasa pada pedal. Dalam kondisi tertentu, bodi kendaraan atau setir juga dapat bergetar saat rem digunakan.
Jika gejala tersebut muncul berulang, pemeriksaan perlu dilakukan pada cakram, kampas rem, serta komponen kaki-kaki untuk memastikan sumber masalah.
Mobil yang terasa menarik ke kanan atau kiri ketika pedal rem diinjak merupakan tanda yang tidak boleh diabaikan.
Kondisi ini dapat disebabkan pengereman yang tidak seimbang antarroda, kampas rem yang bekerja tidak merata, atau masalah pada komponen kaki-kaki dan sistem kemudi.
Jika dibiarkan, gejala tersebut dapat menyulitkan pengemudi mempertahankan arah kendaraan ketika mengerem.
Bunyi mencicit, berdecit, atau suara gesekan ketika mengerem dapat menjadi indikasi adanya gangguan pada sistem pengereman.
Suara tersebut bisa muncul ketika kampas rem mulai menipis sehingga bagian tertentu pada komponen rem bergesekan. Meski bunyi sesekali belum tentu menunjukkan kerusakan serius, suara yang terus berulang sebaiknya segera diperiksa.
Suara gesekan logam saat pedal rem diinjak perlu mendapat perhatian khusus. Kondisi ini dapat terjadi ketika material kampas rem sudah sangat menipis sehingga bagian logam mulai bergesekan dengan komponen pengereman lainnya.
Jika terus dibiarkan, gesekan tersebut berpotensi merusak cakram rem dan meningkatkan biaya perbaikan.
Mobil yang membutuhkan jarak lebih jauh untuk berhenti dibandingkan biasanya dapat menunjukkan penurunan kemampuan pengereman.
Panjang jarak pengereman dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kondisi kampas dan cakram rem, jumlah serta kondisi minyak rem, ban, dan permukaan jalan.
Jika perubahan jarak pengereman terasa secara konsisten, kendaraan perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Gejala yang lebih serius terjadi ketika mobil terasa sulit berhenti meskipun pedal rem sudah diinjak.
Kondisi tersebut dapat menandakan gangguan pada sistem pengereman yang membutuhkan pemeriksaan segera. Jangan memaksakan kendaraan terus digunakan apabila kemampuan rem terasa jauh berkurang, terlebih jika gejala muncul secara tiba-tiba.
Lampu indikator pada panel instrumen dapat memberikan peringatan mengenai kondisi tertentu pada sistem pengereman.
Penyebabnya dapat berkaitan dengan rem parkir yang masih aktif, level minyak rem, atau gangguan pada sistem rem, bergantung pada jenis indikator yang menyala.
Jika lampu tetap menyala setelah rem parkir dilepas, periksa kendaraan dan ikuti petunjuk dalam buku manual.
Minyak rem berfungsi meneruskan tekanan dari pedal menuju mekanisme pengereman. Karena itu, level minyak rem yang terus berkurang perlu diperiksa.
Pengemudi juga perlu mewaspadai kemungkinan kebocoran di sekitar master cylinder, selang rem, kaliper, atau bagian lain dari sistem hidrolik.
Jangan hanya menambahkan minyak rem tanpa mencari penyebab berkurangnya cairan. Kebocoran yang tidak ditangani dapat mengganggu kemampuan pengereman.
Bau terbakar setelah pengereman, terutama ketika mobil melewati turunan atau menghadapi lalu lintas yang mengharuskan pengereman berulang, dapat menjadi tanda panas berlebih pada sistem rem.
Jika bau tersebut muncul berulang atau disertai gejala lain, seperti rem terasa tidak pakem, kendaraan sebaiknya diperiksa.
Hindari menyentuh komponen rem secara langsung setelah berkendara karena suhunya dapat sangat tinggi.
Rem parkir yang tidak mampu menahan mobil dengan baik juga perlu diwaspadai.
Tandanya antara lain tuas atau pedal rem parkir terasa terlalu ringan, daya cengkeramnya berkurang, atau mobil masih bergerak meskipun rem parkir sudah diaktifkan.
Jika mengalami kondisi tersebut, segera periksa sistem rem parkir agar kendaraan dapat ditahan dengan aman saat diparkir.
Auto2000 menjelaskan sejumlah penyebab umum gangguan sistem pengereman, di antaranya kampas rem yang menipis, minyak rem berkurang atau terkontaminasi, serta kebocoran pada sistem pengereman.
Masalah juga dapat bersumber dari kaliper rem, komponen kaki-kaki, sistem kemudi, maupun brake booster yang mengalami gangguan.
Untuk mengurangi risiko kerusakan, pemilik kendaraan perlu melakukan pemeriksaan kampas rem secara berkala dan memperhatikan level serta kondisi minyak rem.
Jangan mengabaikan suara atau getaran yang tidak biasa ketika mengerem. Pemeriksaan sistem pengereman juga perlu dilakukan setelah perjalanan jauh, terutama jika kendaraan melewati banyak turunan atau sering digunakan dalam kondisi yang mengharuskan pengereman berulang.
Servis berkala sesuai rekomendasi pabrikan menjadi bagian penting untuk menjaga sistem pengereman tetap berfungsi dengan baik.
Apabila rem terasa tidak berfungsi, pedal hampir menyentuh lantai, atau mobil mendadak sulit dihentikan, pengemudi sebaiknya menepi di tempat aman dan meminta bantuan pemeriksaan. Jangan melanjutkan perjalanan sebelum kendaraan dinyatakan aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Survei Ipsos 2026 terhadap 23.537 responden di 31 negara menempatkan dokter sebagai profesi paling dipercaya, sedangkan politisi di posisi terbawah.
Simak jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Kamis 5 November 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif sekali jalan Rp8.000.
TNI AL membenarkan pengerahan personel ke Jakarta. Total 20.980 prajurit direncanakan memperkuat pengamanan dan mengantisipasi situasi.
Pakar UII Yudi Prayudi menjelaskan fungsi LIMS dan pentingnya pengawasan hukum serta audit forensik dalam penyadapan.
Menko Polkam Dudung Abdurachman menilai penetapan mantan petinggi Polri sebagai tersangka kasus penyadapan menjadi momentum pembenahan institusi.
Helikopter MI-17V5 jatuh saat menjalankan misi pemadaman karhutla di Tanjung Puting. Dua kru meninggal dunia dan satu masih dicari.