Kaspersky Temukan Situs Palsu Jual iPhone 18, Waspada Data Dicuri

Newswire
Newswire Minggu, 27 September 2026 13:07 WIB
Kaspersky Temukan Situs Palsu Jual iPhone 18, Waspada Data Dicuri

Jajaran gadget baru Apple mulai dari iPhone 18 Pro hingga Apple Duo./Istimewa-Apple Inc\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan sejumlah situs web palsu yang memanfaatkan antusiasme masyarakat terhadap peluncuran iPhone 18.

Situs tersebut menawarkan perangkat dengan harga dan skema pembelian fiktif. Kaspersky menemukan situs-situs penipuan itu dalam sejumlah bahasa, antara lain Inggris, Arab, dan Portugis.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (27/9/2026), Senior Web Content Analyst Kaspersky Olga Altukhova mengatakan modus serupa telah muncul setiap kali perangkat populer diluncurkan.

"Selama bertahun-tahun, kami telah melihat munculnya berbagai penawaran penipuan yang bertepatan dengan peluncuran perangkat populer," ujar Altukhova.

iPhone 18 Ditawarkan Diskon hingga 25%

Salah satu situs palsu yang ditemukan menawarkan iPhone 18 dengan potongan harga hingga 25%.

Situs tersebut dibuat dengan tampilan menyerupai toko daring dan dilengkapi informasi mengenai spesifikasi perangkat. Calon pembeli juga diberikan sejumlah pilihan metode pembayaran, termasuk Bitcoin.

Kaspersky menilai desain situs yang menyerupai toko daring tersebut dibuat untuk meyakinkan calon korban agar memasukkan data pribadi sekaligus melakukan pembayaran.

Situs palsu lainnya menyasar pengguna di Brasil. Situs tersebut menggunakan bahasa Portugis dan mencantumkan harga dalam mata uang Brasil.

Melalui situs itu, pengguna ditawarkan melakukan pemesanan awal iPhone 18 Pro dengan berbagai pilihan warna dan kapasitas penyimpanan.

Beberapa pilihan warna yang ditawarkan bahkan disebut berbeda dari yang diumumkan secara resmi oleh Apple saat peluncuran.

Situs tersebut juga menawarkan skema pembayaran yang memungkinkan pembeli tidak membayar lunas pada awal transaksi. Selain itu, terdapat janji pengembalian dana penuh apabila pesanan dibatalkan.

Data Pribadi Bisa Disalahgunakan

Dalam proses pemesanan, pengguna diminta memasukkan sejumlah data pribadi.

Data yang diminta antara lain nama lengkap, nomor telepon, alamat email, kota tempat tinggal, hingga kontak WhatsApp.

Menurut Kaspersky, data tersebut berpotensi disalahgunakan untuk melakukan rekayasa sosial.

Korban kemudian juga diminta memasukkan informasi kartu bank. Dengan demikian, penipu berpotensi memperoleh data pembayaran dan mengakses dana korban.

Altukhova mengingatkan pengguna agar berhati-hati dalam memilih tempat berbelanja dan melakukan pembelian melalui pengecer resmi serta terpercaya.

Menurut dia, penawaran dengan harga yang tidak wajar dan pilihan produk yang berbeda dari pengumuman resmi perusahaan dapat menjadi tanda adanya penipuan.

Kaspersky menyarankan konsumen membeli produk baru melalui toko resmi. Pengguna juga diminta memeriksa alamat situs dan ejaan nama organisasi sebelum memasukkan data pribadi.

Selain itu, pengguna disarankan menggunakan kartu virtual atau layanan pembayaran khusus untuk transaksi daring. Langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko penyalahgunaan informasi kartu atau rekening bank.

Pengguna juga dianjurkan menggunakan solusi keamanan yang mampu mendeteksi dan memblokir tautan phishing. Autentikasi multifaktor pada akun dan aplikasi keuangan juga disarankan untuk diaktifkan.

Kaspersky turut mengingatkan pengguna agar memeriksa riwayat transaksi secara berkala. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mendeteksi aktivitas keuangan yang tidak sah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online