Timnas Indonesia Disorot Media Bangladesh Jelang Laga di SUGBK
Media Bangladesh menyoroti Timnas Indonesia jelang laga penentu Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Kamis (1/10/2026)
Foto ilustrasi pabrik ponsel pintar. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Smartphone yang tiba-tiba boros baterai, cepat panas, atau melambat memang belum tentu terkena spyware. Namun, jika sejumlah perubahan tersebut muncul bersamaan dengan aktivitas perangkat yang tidak biasa, pengguna perlu memeriksa keamanan HP karena malware tertentu dapat bekerja di latar belakang tanpa mudah terdeteksi.
Spyware merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk memantau aktivitas pengguna dan mengumpulkan informasi dari perangkat tanpa sepengetahuan atau persetujuan yang semestinya. Bergantung pada jenis dan izin yang dimilikinya, spyware dapat digunakan untuk melacak lokasi, membaca pesan, mengakses foto, atau memanfaatkan mikrofon dan fungsi perangkat lainnya. FTC menjelaskan bahwa spyware atau stalkerware dapat digunakan untuk memantau aktivitas online, lokasi, pesan, foto, hingga percakapan pengguna.
Masalahnya, spyware memang dibuat agar sulit diketahui pemilik perangkat. Karena itu, pengguna perlu memperhatikan perubahan yang tidak biasa pada perilaku HP, terutama jika perubahan tersebut muncul tanpa ada perubahan pola pemakaian.
Salah satu hal yang patut diperhatikan adalah perubahan drastis pada daya tahan baterai. Malware yang aktif di latar belakang dapat menggunakan sumber daya perangkat dan koneksi jaringan untuk menjalankan aktivitas tertentu, sehingga baterai bisa lebih cepat terkuras.
Namun, baterai boros tidak otomatis berarti HP terkena spyware. Kondisi tersebut juga dapat disebabkan oleh baterai yang sudah menurun, aplikasi yang terlalu banyak berjalan di latar belakang, layar dengan tingkat kecerahan tinggi, atau penggunaan jaringan yang intensif.
Karena itu, periksa terlebih dahulu menu penggunaan baterai untuk mengetahui aplikasi yang paling banyak mengonsumsi daya. Jika terdapat aplikasi asing yang menggunakan baterai secara tidak wajar, pengguna dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
HP yang terasa panas ketika digunakan untuk bermain game atau merekam video merupakan hal yang relatif wajar. Yang perlu diperhatikan adalah ketika perangkat terus terasa panas meski tidak digunakan untuk aktivitas berat.
Aktivitas malware dapat menggunakan sumber daya prosesor dan jaringan sehingga perangkat bekerja lebih keras. CISA menjelaskan bahwa spyware dapat mengonsumsi sumber daya sistem dan bandwidth jaringan serta menyebabkan penurunan performa.
Meski demikian, panas berlebih juga dapat disebabkan oleh lingkungan, pengisian daya, kondisi baterai, atau aplikasi lain yang bekerja intensif.
HP yang tiba-tiba sering mengalami lag, aplikasi tidak merespons, atau sistem mengalami crash juga patut diperiksa. Malware dapat menggunakan sumber daya sistem sehingga memengaruhi kinerja perangkat.
Google mencantumkan perangkat yang sangat lambat atau tidak bekerja sebagaimana mestinya sebagai salah satu tanda yang dapat muncul ketika perangkat Android bermasalah akibat malware.
Jika perlambatan terjadi tiba-tiba, pengguna dapat memeriksa aplikasi yang baru dipasang, penggunaan penyimpanan, pembaruan sistem, serta aplikasi yang berjalan di latar belakang sebelum menyimpulkan adanya spyware.
Indikator kamera atau mikrofon yang muncul ketika pengguna tidak sedang memakai kedua fitur tersebut merupakan tanda yang lebih konkret untuk diperiksa. Pada Android 12 dan versi lebih baru, indikator hijau muncul ketika aplikasi menggunakan kamera atau mikrofon. Pengguna juga dapat mengetuk indikator tersebut untuk mengetahui aplikasi atau layanan yang mengaksesnya.
Pada iPhone dengan iOS 14 atau versi lebih baru, titik oranye menandakan mikrofon sedang digunakan, sedangkan titik hijau menunjukkan kamera atau kamera dan mikrofon sedang digunakan oleh aplikasi.
Jika indikator muncul tanpa aktivitas yang jelas, periksa izin aplikasi. Jangan langsung menyimpulkan bahwa perangkat telah disusupi spyware karena aplikasi yang sah juga dapat mengakses kamera atau mikrofon ketika memperoleh izin pengguna.
Kenaikan penggunaan kuota yang tidak biasa juga bisa menjadi petunjuk adanya aktivitas aplikasi di latar belakang. Malware tertentu dapat menggunakan koneksi jaringan untuk mengirim informasi dari perangkat ke server pihak lain.
FTC memasukkan peningkatan penggunaan data secara tidak terduga sebagai salah satu perubahan yang perlu diperhatikan ketika pengguna mencurigai adanya spyware.
Pengguna dapat membuka pengaturan jaringan atau penggunaan data untuk melihat aplikasi yang paling banyak menghabiskan kuota. Aplikasi yang tidak dikenal dan menggunakan data dalam jumlah besar layak diperiksa.
Munculnya iklan pop-up secara berlebihan atau browser yang tiba-tiba mengarahkan pengguna ke situs yang tidak dikenal juga merupakan tanda adanya masalah keamanan. Kondisi ini tidak selalu disebabkan spyware dan dapat berkaitan dengan adware atau perangkat lunak yang tidak diinginkan.
Google menyebut pop-up yang tidak kunjung hilang, tab baru yang muncul sendiri, serta halaman internet yang diarahkan ke situs tidak dikenal sebagai beberapa tanda malware pada perangkat Android.
Jika halaman utama atau mesin pencari berubah tanpa izin, pengguna juga perlu memeriksa aplikasi dan pengaturan browser yang baru berubah.
Pengguna sebaiknya rutin memeriksa daftar aplikasi yang terpasang di HP. Aplikasi yang tidak pernah diinstal atau tidak dikenali dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, terutama jika muncul bersamaan dengan gejala lain.
Spyware tertentu dapat menyamarkan diri menggunakan nama yang tampak seperti layanan sistem. FTC bahkan mencatat bahwa beberapa aplikasi pengintai dapat menggunakan nama palsu seperti “System Service” agar terlihat sah.
Pada Android, Google menyarankan pengguna menghapus aplikasi yang tidak dibutuhkan, tidak dipercaya, atau berasal dari sumber yang tidak tepercaya.
Perangkat yang mendadak sulit dimatikan, restart sendiri, atau mengalami perilaku sistem yang tidak biasa juga perlu diperiksa. FTC memasukkan perangkat yang tidak dapat dimatikan atau mengalami masalah restart sebagai salah satu gejala yang dapat berkaitan dengan malware.
Namun, gejala ini tidak cukup untuk memastikan adanya spyware. Masalah sistem operasi, tombol daya, baterai, atau kerusakan perangkat keras juga dapat menyebabkan perilaku serupa.
Tagihan, SMS premium, atau langganan yang tidak pernah dibuat pengguna merupakan tanda keamanan yang perlu segera diperiksa. Aktivitas semacam ini lebih luas daripada spyware karena dapat berkaitan dengan berbagai jenis malware atau penyalahgunaan izin aplikasi.
Jika menemukan transaksi yang tidak dikenali, pengguna sebaiknya memeriksa riwayat pembayaran, langganan aplikasi, pesan SMS, serta aplikasi yang mempunyai akses tertentu pada perangkat. Jangan mengabaikan aktivitas finansial yang muncul tanpa persetujuan.
Salah satu tanda yang lebih spesifik dalam kasus spyware adalah ketika seseorang mengetahui lokasi, isi percakapan, pesan, atau aktivitas online yang seharusnya tidak mereka ketahui. FTC menyebut pengetahuan seseorang terhadap lokasi atau percakapan pribadi pengguna sebagai salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika mencurigai adanya stalkerware.
Dalam kondisi tersebut, pengguna perlu berhati-hati sebelum langsung menghapus aplikasi yang dicurigai, terutama jika ada kemungkinan perangkat sedang digunakan untuk memantau atau mengontrol korban. FTC menyarankan pengguna mempertimbangkan keamanan terlebih dahulu dan mencari bantuan menggunakan perangkat lain jika diperlukan.
Langkah pertama adalah memeriksa aplikasi yang terpasang, izin kamera dan mikrofon, penggunaan baterai, serta konsumsi data. Pada Android, pengguna juga dapat mengaktifkan dan menjalankan Google Play Protect untuk memindai aplikasi, terutama jika pernah memasang aplikasi dari luar Google Play Store.
Pembaruan sistem operasi dan aplikasi juga penting karena pembaruan dapat membawa perbaikan keamanan. FTC merekomendasikan pengguna menjaga perangkat dan aplikasi tetap diperbarui serta menggunakan perangkat lunak keamanan yang tepercaya.
Jika masalah tetap muncul dan terdapat indikasi kuat perangkat terinfeksi, pengguna dapat mempertimbangkan bantuan teknisi atau melakukan reset perangkat setelah mencadangkan data penting. Google juga menyebut reset perangkat sebagai salah satu opsi ketika tanda-tanda malware tetap muncul setelah langkah pembersihan dilakukan.
Yang perlu diingat, satu gejala seperti baterai boros, HP panas, atau perangkat lambat tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa sebuah smartphone telah terinfeksi spyware. Pemeriksaan beberapa tanda sekaligus, terutama aplikasi asing, akses sensor yang tidak wajar, penggunaan data mencurigakan, serta aktivitas akun yang tidak dikenali, dapat membantu pengguna menentukan langkah keamanan berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Media Bangladesh menyoroti Timnas Indonesia jelang laga penentu Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Kamis (1/10/2026)
Yunani vs Belanda di Nations League 2026/27, Jumat 2 Oktober pukul 01.45 WIB. Simak jadwal dan kondisi terbaru kedua tim.
Denmark vs Portugal berlangsung Jumat (2/10) pukul 01.45 WIB. Ronaldo absen setelah meninggalkan pemusatan latihan Portugal.
Pemkot Yogyakarta mematangkan pengajuan UNESCO World Book Capital 2028 melalui konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem buku dan literasi.
Klasemen Asian Games 2026 terbaru, Indonesia naik ke peringkat 13 setelah Desak Made meraih emas speed putri.
Jadwal Asian Games 2026 Indonesia hari ini, dari final MLBB hingga panjat tebing Aditya Tri Syahria dan Veddriq Leonardo.