Malaysia Masuk 6 Besar Eksportir Chip Dunia, Indonesia Peringkat 25

Jumali
Jumali Sabtu, 07 November 2026 12:17 WIB
Malaysia Masuk 6 Besar Eksportir Chip Dunia, Indonesia Peringkat 25

Chip NVIDIA/NVIDIA

Harianjogja.com, JOGJA—Industri chip Asia Tenggara menunjukkan peran penting dalam perdagangan komponen elektronik dunia. Singapura dan Malaysia masuk enam besar eksportir sirkuit terpadu atau integrated circuit (IC) pada 2025, bersaing dengan pusat industri semikonduktor seperti Taiwan, China, dan Korea Selatan.

Berdasarkan data World’s Top Exports, Singapura menempati peringkat kelima dengan nilai ekspor chip mencapai US$135,4 miliar. Malaysia berada satu tingkat di bawahnya dengan nilai US$102,2 miliar.

Sementara itu, Indonesia masih berada cukup jauh dari posisi kedua negara tetangga tersebut. Nilai ekspor sirkuit terpadu Indonesia pada 2025 tercatat US$766,97 juta atau berada di peringkat ke-25 dalam daftar 100 eksportir dunia.

Data tersebut menggunakan klasifikasi perdagangan HS 8542 yang mencakup sirkuit terpadu elektronik dan mikro-rangkaian beserta bagian terkait. Dengan demikian, angka ekspor yang dihitung bukan hanya chip untuk kecerdasan buatan (AI), melainkan juga berbagai jenis sirkuit terpadu yang digunakan dalam perangkat elektronik.

Ekspor Chip Dunia Tembus US$1,27 Triliun

Perdagangan sirkuit terpadu dunia mencatat pertumbuhan pada 2025. Nilai ekspor produk dalam kategori HS 8542 mencapai US$1,27 triliun, meningkat 20,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$1,05 triliun.

Nilai tersebut setara sekitar Rp22.860 triliun dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS. Sirkuit terpadu juga menyumbang sekitar 5 persen dari keseluruhan nilai ekspor barang dunia, meningkat dari 4,5 persen pada 2024.

Asia menjadi kawasan yang paling dominan dalam perdagangan ini. Nilai ekspor negara-negara Asia mencapai US$1,16 triliun atau 91,3 persen dari total ekspor dunia.

Sebaliknya, kontribusi Amerika Utara tercatat 4,4 persen, sedangkan Eropa sebesar 4,2 persen. Konsentrasi perdagangan juga terlihat dari 15 eksportir terbesar yang menguasai 98,1 persen nilai ekspor sirkuit terpadu global.

Berikut 10 negara dan wilayah dengan nilai ekspor sirkuit terpadu terbesar pada 2025.

Peringkat

Negara/wilayah

Nilai ekspor

Pangsa pasar

1

Hong Kong

US$262,8 miliar

20,7%

2

Taiwan

US$208,8 miliar

16,4%

3

China

US$202,7 miliar

16,0%

4

Korea Selatan

US$142,8 miliar

11,2%

5

Singapura

US$135,4 miliar

10,7%

6

Malaysia

US$102,2 miliar

8,0%

7

Amerika Serikat

US$51,5 miliar

4,1%

8

Jepang

US$35,1 miliar

2,8%

9

Filipina

US$29,1 miliar

2,3%

10

Vietnam

US$23,9 miliar

1,9%

Sumber: World’s Top Exports, data 2025. Nilai dalam dolar AS.

Hong Kong Pimpin Ekspor, tetapi Banyak Melakukan Re-Ekspor

Hong Kong menempati posisi pertama dengan nilai ekspor sirkuit terpadu US$262,8 miliar atau menguasai 20,7 persen pasar dunia. Nilainya meningkat 19,4 persen dibandingkan 2024.

Posisi tersebut tidak berarti seluruh chip yang dikirim dari Hong Kong diproduksi di wilayah itu. Hong Kong memiliki peran besar sebagai pusat perdagangan internasional yang menangani pengiriman ulang barang dari negara atau wilayah lain.

Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) menjelaskan bahwa sebagian besar ekspor elektronik wilayah tersebut merupakan re-ekspor. Komponen elektronik, termasuk semikonduktor, banyak dikirim kembali ke China daratan untuk mendukung kegiatan produksi.

Peran sebagai pusat logistik dan perdagangan membuat nilai ekspor Hong Kong perlu dibedakan dari kapasitas produksi chip. Angka ekspor mencatat nilai barang yang dikirim ke luar wilayah, bukan semata-mata hasil produksi industri lokal.

Taiwan berada di urutan kedua dengan nilai ekspor US$208,8 miliar. Angka tersebut meningkat 26,7 persen dibandingkan 2024 berdasarkan data World’s Top Exports.

China menyusul di peringkat ketiga dengan nilai US$202,7 miliar. Sementara itu, Korea Selatan menempati posisi keempat dengan ekspor US$142,8 miliar.

Keempatnya bersama Hong Kong memperlihatkan kuatnya posisi Asia Timur dalam rantai perdagangan komponen elektronik global.

Singapura dan Malaysia Jadi Andalan Asia Tenggara

Singapura menjadi eksportir sirkuit terpadu terbesar di Asia Tenggara pada 2025. Nilai ekspornya mencapai US$135,4 miliar atau meningkat 13,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Posisi tersebut didukung industri semikonduktor yang menjadi bagian penting perekonomian Singapura. Menurut informasi yang dihimpun World’s Top Exports, negara itu memiliki peran dalam produksi chip dan peralatan semikonduktor global.

Malaysia berada di peringkat keenam dengan nilai ekspor US$102,2 miliar. Meski nilainya masih di bawah Singapura, pertumbuhan ekspor Malaysia mencapai 33,1 persen dibandingkan 2024.

Kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi di antara enam eksportir teratas. Namun, jika dibandingkan dengan seluruh 15 negara dan wilayah dalam daftar, Vietnam mencatat pertumbuhan lebih besar, yakni 80,8 persen. Filipina juga tumbuh 28,4 persen.

Perkembangan Malaysia berkaitan dengan posisinya dalam rantai pasok semikonduktor, terutama kegiatan perakitan, pengujian, dan pengemasan chip. Data World Integrated Trade Solution (WITS) dari Bank Dunia juga menunjukkan Malaysia menjadi eksportir terbesar untuk kategori bagian sirkuit terpadu atau HS 854290 pada 2025, dengan nilai sekitar US$12,2 miliar.

Indonesia Berada di Peringkat 25

Di tengah dominasi sejumlah negara Asia, Indonesia belum masuk dalam 10 besar eksportir sirkuit terpadu. Nilai ekspor Indonesia pada 2025 tercatat US$766,97 juta atau sekitar Rp13,8 triliun.

Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-25 dalam daftar 100 eksportir yang dihimpun World’s Top Exports. Nilainya meningkat 8,9 persen dibandingkan 2024.

Jika dibandingkan dengan Malaysia, nilai ekspor Indonesia masih jauh lebih kecil. Ekspor sirkuit terpadu Malaysia pada 2025 mencapai sekitar 133 kali nilai ekspor Indonesia berdasarkan angka dalam daftar tersebut.

Perbedaan juga terlihat ketika Indonesia dibandingkan dengan Thailand. Negara itu menempati peringkat ke-12 dengan nilai ekspor US$11,1 miliar atau sekitar 14 kali nilai ekspor Indonesia.

Data tersebut menunjukkan jarak nilai perdagangan sirkuit terpadu Indonesia dengan sejumlah negara Asia Tenggara lainnya masih cukup lebar. Di kawasan ini, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Thailand sudah masuk dalam 15 besar eksportir dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online