Bonceng Penumpang Pakai Motor Sport, Ini yang Perlu Diperhatikan

Jumali
Jumali Jum'at, 02 Oktober 2026 10:37 WIB
Bonceng Penumpang Pakai Motor Sport, Ini yang Perlu Diperhatikan

Ilustrasi pemotor berboncengan menyamping./Istimewa-Honda

Harianjogja.com, JOGJA— Membawa penumpang dengan sepeda motor sport membutuhkan penyesuaian cara berkendara. Tambahan beban membuat karakter motor berubah, sehingga pengendara perlu memperhatikan kondisi kendaraan, posisi penumpang, hingga cara mengoperasikan gas, kopling, dan rem.

Motor sport juga memiliki karakter berkendara yang berbeda dibandingkan motor bebek maupun skuter matik. Karena itu, kebiasaan berkendara saat motor digunakan sendirian tidak selalu bisa diterapkan ketika membawa penumpang.

Cek Kondisi Motor Sebelum Berangkat

Dilansir dari laman Suzuki, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah memastikan sepeda motor berada dalam kondisi siap digunakan. Tambahan bobot penumpang akan memengaruhi kerja sejumlah komponen dan respons motor ketika berakselerasi maupun melakukan pengereman.

Tekanan angin ban menjadi salah satu bagian yang perlu diperiksa. Pengendara sebaiknya mengikuti rekomendasi tekanan ban dari pabrikan kendaraan karena setiap motor memiliki kebutuhan tekanan yang berbeda. Untuk motor sport, Suzuki mencantumkan kisaran tekanan tertentu, tetapi angka yang paling tepat tetap perlu disesuaikan dengan spesifikasi masing-masing model.

Pemeriksaan kondisi rem, ban, lampu, serta komponen penting lainnya juga sebaiknya dilakukan sebelum perjalanan. Kondisi kendaraan yang baik membantu pengendara mempertahankan kendali ketika membawa beban tambahan.

Pengendara juga perlu memastikan motor sudah stabil sebelum penumpang naik. Penumpang sebaiknya naik setelah pengendara berada dalam posisi siap dan dapat menahan kendaraan dengan baik agar motor tidak kehilangan keseimbangan.

Posisi Penumpang Jangan Diabaikan

Penumpang memiliki peran dalam menjaga keseimbangan sepeda motor. Karena itu, penumpang sebaiknya duduk tegak dan tidak memiringkan tubuh secara tiba-tiba ke salah satu sisi.

Kedua kaki penumpang harus ditempatkan pada pijakan kaki yang tersedia. Posisi ini membantu penumpang mempertahankan tubuh selama motor bergerak sekaligus mengurangi risiko kaki menyentuh bagian kendaraan yang panas.

Bagian knalpot menjadi salah satu komponen yang harus dihindari. Penumpang tidak boleh meletakkan kaki pada knalpot karena permukaannya dapat menjadi sangat panas dan berpotensi menyebabkan cedera.

Komunikasi antara pengendara dan penumpang juga penting. Penumpang sebaiknya memberi tahu pengendara jika perlu berhenti atau mengalami kesulitan mempertahankan posisi, sementara pengendara perlu menghindari gerakan mendadak yang dapat membuat penumpang kehilangan keseimbangan.

Akselerasi dan Pengereman Harus Lebih Halus

Membawa penumpang membuat beban motor bertambah sehingga respons kendaraan dapat terasa berbeda. Pengendara perlu menyesuaikan cara membuka gas, terutama ketika mulai bergerak dari posisi berhenti.

Tarikan gas yang terlalu mendadak dapat membuat penumpang kehilangan keseimbangan. Karena itu, akselerasi sebaiknya dilakukan secara bertahap agar perubahan kecepatan tidak menimbulkan hentakan yang tidak diperlukan.

Hal serupa berlaku saat melakukan perpindahan gigi pada motor sport yang menggunakan transmisi manual. Pengoperasian kopling dan perpindahan gigi sebaiknya dilakukan secara halus untuk menjaga motor tetap stabil dan membuat penumpang lebih nyaman.

Suzuki juga menyarankan pengendara memperhatikan penggunaan kopling dan rem ketika membawa penumpang. Pengendara perlu memperhitungkan perubahan respons motor akibat tambahan bobot sehingga pengereman tidak dilakukan secara mendadak.

Jangan Lupa Perlengkapan Keselamatan

Keselamatan tidak hanya bergantung pada teknik membawa penumpang. Pengendara dan penumpang juga perlu menggunakan perlengkapan berkendara sesuai ketentuan, terutama helm yang memenuhi standar keselamatan.

Pengendara juga perlu menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan, lalu lintas, cuaca, dan kemampuan mengendalikan motor. Ketika membawa penumpang, ruang untuk melakukan manuver mendadak menjadi lebih terbatas sehingga keputusan berkendara perlu dilakukan dengan lebih hati-hati.

Dengan persiapan kendaraan, posisi penumpang yang benar, serta pengoperasian motor yang lebih halus, perjalanan berboncengan menggunakan motor sport dapat dilakukan dengan kendali yang lebih baik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online