Tanda HP Terkena Spyware, Kenali Sebelum Data Pribadi Dicuri

Jumali
Jumali Sabtu, 03 Oktober 2026 07:47 WIB
Tanda HP Terkena Spyware, Kenali Sebelum Data Pribadi Dicuri

Foto ilustrasi pabrik ponsel pintar. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Spyware dapat bekerja diam-diam di ponsel dan berpotensi mengakses informasi pribadi tanpa disadari pengguna. Bagi pengguna smartphone di Jogja yang mengandalkan ponsel untuk bekerja, bertransaksi, dan berkomunikasi, ancaman ini perlu diwaspadai, terutama jika muncul perubahan perilaku perangkat yang tidak biasa.

Spyware merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk memantau aktivitas pengguna atau mengumpulkan informasi dari perangkat. Cara masuknya dapat beragam, termasuk melalui aplikasi berbahaya, tautan, lampiran, atau rekayasa sosial yang membuat korban memberikan akses tertentu.

Namun, satu gejala saja tidak cukup untuk memastikan sebuah ponsel telah terinfeksi spyware. Baterai yang cepat habis, perangkat panas, atau penggunaan data yang meningkat, misalnya, juga dapat disebabkan aplikasi normal, kondisi baterai, jaringan, maupun proses sistem.

Tanda Ponsel Perlu Diperiksa

Ada sejumlah perubahan yang patut diperhatikan ketika terjadi bersamaan dengan aktivitas digital yang mencurigakan. Salah satunya adalah munculnya pesan, email, atau notifikasi yang tidak biasa, terutama jika pengguna sebelumnya tidak melakukan tindakan yang berkaitan dengan pesan tersebut.

Permintaan instalasi aplikasi, perubahan pengaturan, atau permintaan izin akses yang tidak sesuai dengan fungsi aplikasi juga layak diperiksa. Pengguna sebaiknya tidak langsung memberikan izin hanya karena sebuah aplikasi meminta akses ke kamera, mikrofon, lokasi, kontak, pesan, atau data lain.

Untuk kasus stalkerware, situasinya dapat berbeda. Aplikasi pemantauan semacam ini dirancang untuk mengumpulkan dan mengirimkan data pribadi atau sensitif kepada pihak lain. Google Play memiliki kebijakan khusus terkait aplikasi pemantauan karena risiko penyalahgunaan data tersebut.  

Akses fisik ke perangkat juga menjadi faktor penting pada sebagian kasus stalkerware. Karena itu, jika ponsel sempat hilang dari pengawasan pengguna lalu kembali dengan pengaturan yang berubah atau aplikasi yang tidak dikenal, perangkat perlu diperiksa lebih lanjut.

Baterai Boros hingga Ponsel Panas, Apakah Pasti Spyware?

Perubahan kinerja ponsel sering dianggap sebagai tanda peretasan. Baterai yang mendadak cepat terkuras, suhu perangkat meningkat, penggunaan data melonjak, aplikasi berjalan tidak semestinya, atau perangkat mengalami restart secara acak memang patut diperhatikan, tetapi tanda-tanda tersebut tidak secara otomatis membuktikan keberadaan spyware.

Google mencantumkan sejumlah gejala malware pada perangkat Android, antara lain halaman web atau mesin pencari berubah tanpa izin dan kontak menerima email atau pesan dari akun pengguna padahal pengguna tidak mengirimkannya. Google juga menyediakan Play Protect untuk memeriksa aplikasi dan perangkat secara berkala.  

Jika menemukan aplikasi yang tidak dikenal, pengguna Android dapat menjalankan pemindaian melalui Google Play Protect. Fitur tersebut dapat memberikan peringatan, menonaktifkan, bahkan menghapus aplikasi yang dianggap berbahaya. 

Sementara itu, pengguna iPhone juga perlu memperhatikan perubahan keamanan perangkat, khususnya jika menerima pemberitahuan ancaman dari Apple. Apple menyebut pemberitahuan tersebut ditujukan kepada pengguna yang diyakini menjadi target serangan spyware mercenary dan menyarankan sejumlah langkah perlindungan.  

Cara Mencegah Spyware Masuk ke Ponsel

Langkah pertama adalah tidak sembarangan membuka tautan atau lampiran dari pengirim yang tidak dikenal. Pengguna juga sebaiknya menghindari mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya karena aplikasi dari luar toko resmi dapat membawa perangkat lunak berbahaya.

Pada perangkat Android, pastikan Google Play Protect tetap aktif. Google menyebut layanan tersebut melakukan pemeriksaan terhadap aplikasi, termasuk aplikasi yang berasal dari sumber di luar Google Play, serta dapat memberikan peringatan ketika menemukan aplikasi yang berpotensi membahayakan. 

Pengguna juga perlu memperbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala. Pembaruan tidak hanya membawa fitur baru, tetapi juga dapat mencakup perbaikan keamanan yang menutup celah yang berpotensi dimanfaatkan penyerang.

Selain itu, gunakan kode sandi yang kuat dan aktifkan autentikasi dua faktor pada akun penting. Langkah ini membantu mengurangi risiko ketika kredensial akun sampai diketahui pihak lain.

Bagi pengguna iPhone yang menghadapi risiko serangan siber sangat canggih dan ditargetkan secara khusus, Apple menyediakan Mode Lockdown. Fitur tersebut membatasi sejumlah fungsi perangkat untuk memperkecil permukaan serangan dan memang dirancang untuk situasi berisiko tinggi, bukan sebagai pengaturan keamanan yang harus digunakan semua orang.  

Jangan Abaikan Perubahan yang Tidak Wajar

Bagi pengguna smartphone di Jogja, perubahan kecil pada perangkat sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai tanda peretasan, tetapi juga tidak perlu diabaikan jika terjadi berulang atau bersamaan dengan aktivitas digital yang mencurigakan. Pemeriksaan aplikasi, izin akses, penggunaan data, dan pengaturan keamanan dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui sumber masalah.

Jika terdapat indikasi kuat perangkat telah disusupi, pengguna sebaiknya mengamankan akun penting dari perangkat yang dipercaya, mengganti kata sandi, mengaktifkan autentikasi dua faktor, dan mencari bantuan teknis atau keamanan siber. Untuk kasus yang melibatkan dugaan pemantauan oleh orang lain, terutama stalkerware, keamanan pengguna perlu menjadi pertimbangan sebelum menghapus aplikasi atau melakukan perubahan yang dapat diketahui oleh pihak yang diduga memasangnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online