Harga Pangan 6 Oktober 2026, Cabai Rawit Merah Rp114.000 per Kg
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah Rp114.000 per kg dan telur ayam ras Rp31.550 per kg pada 6 Oktober 2026.
Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Schneider Electric mengambil langkah besar untuk memperkuat bisnis infrastruktur data center berbasis kecerdasan buatan (AI). Perusahaan asal Prancis itu mengakuisisi perusahaan software industri asal Amerika Serikat, PTC, dengan nilai US$22,6 miliar atau sekitar Rp404 triliun.
Akuisisi tersebut diumumkan pada Senin (5/10/2026) dan menjadi transaksi terbesar dalam sejarah Schneider Electric. Langkah ini dilakukan ketika kebutuhan terhadap infrastruktur listrik dan pendinginan data center meningkat seiring pesatnya pengembangan serta penggunaan AI.
Dikutip dari The Register, Selasa (6/10/2026), PTC berdiri sejak 1985 dan dikenal melalui software desain berbantuan komputer atau computer-aided design (CAD) serta perangkat untuk mengelola siklus hidup produk industri.
Transaksi tersebut dilakukan secara tunai. Dengan mengakuisisi PTC, Schneider Electric berupaya memperluas kemampuan software sekaligus memanfaatkan pertumbuhan data center yang digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI dalam skala besar.
Kebutuhan Data Center AI Makin Kompleks
Perkembangan AI turut mengubah kebutuhan desain dan infrastruktur pusat data secara signifikan. Sejak ChatGPT memicu perlombaan AI pada akhir 2022, kebutuhan terhadap daya dan sistem pendinginan data center meningkat tajam.
Rak server yang sebelumnya menggunakan pendinginan udara dengan kebutuhan daya sekitar 40 kilowatt mulai bergeser ke sistem pendinginan cairan dengan kapasitas hingga 250 kilowatt. Perubahan tersebut membuat distribusi daya dan pengelolaan panas harus dirancang jauh lebih padat.
Meningkatnya kebutuhan tersebut turut mendorong nilai pasar Schneider Electric. Dalam empat tahun terakhir, nilai pasar perusahaan tercatat lebih dari dua kali lipat karena permintaan terhadap infrastruktur listrik dan pendinginan data center yang meningkat seiring perkembangan AI.
Pada akhir 2024, tidak lama setelah Nvidia memperkenalkan desain rak dengan sistem pendinginan cairan penuh, Schneider Electric membeli 75% saham Motivair dengan nilai sekitar US$850 juta.
Motivair merupakan perusahaan yang memproduksi pelat dingin dan unit distribusi pendingin. Sisa saham perusahaan tersebut diperkirakan akan diakuisisi Schneider pada 2028.
Schneider Perluas Portofolio Software
Ekspansi Schneider Electric di sektor data center membuat kebutuhan terhadap pengelolaan berbagai produk sepanjang siklus hidupnya semakin besar. Akuisisi PTC dinilai dapat memperluas layanan manajemen siklus hidup sekaligus menambah kemampuan desain dalam portofolio Schneider.
Sebelumnya, pada Juni 2026, Schneider Electric juga mengeluarkan US$3,1 miliar untuk mengakuisisi Cognite, perusahaan penyedia operasi data industri.
CEO Schneider Electric Olivier Blum mengatakan PTC dan Cognite memungkinkan otomasi berbasis software diterapkan pada sistem daya sejak tahap awal pengembangan. Menurut dia, pendekatan tersebut dapat meningkatkan efisiensi.
Dalam pemaparan kepada investor, Blum menjelaskan tahap desain memiliki peran penting karena pelanggan harus merancang produk, mesin, proses, dan sistem energi secara bersamaan.
Karena itu, teknologi rekayasa CAD menjadi bagian penting dalam portofolio Schneider Electric. Data center menjadi salah satu sektor yang dipandang sebagai sasaran awal pemanfaatan kemampuan tersebut.
Akuisisi PTC Belum Final
Meski telah diumumkan, transaksi Schneider Electric dan PTC belum sepenuhnya rampung. Menurut The Register, proses akuisisi masih harus melewati tahapan regulasi.
Penutupan transaksi diperkirakan baru berlangsung pada akhir tahun depan. Namun, jadwal tersebut masih dapat berubah apabila terdapat hambatan dalam proses persetujuan regulator.
Kebutuhan Listrik Data Center di Indonesia
Perkembangan kebutuhan data center berbasis AI juga menjadi perhatian pelaku industri di Indonesia. Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) Hendra Suryakusuma menyebut kebutuhan utama data center AI kini tidak lagi hanya berkaitan dengan ketersediaan lahan.
Menurut dia, kepastian pasokan listrik dan kecepatan penyediaannya menjadi semakin penting karena kepadatan daya data center AI jauh lebih tinggi dibandingkan pusat data konvensional.
Kapasitas terpasang pusat data nasional saat ini tercatat sekitar 650 megawatt. Berdasarkan data yang diberitakan Bisnis sebelumnya, kapasitas tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 11,7 gigawatt hingga 2030.
Proyeksi tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan listrik sekaligus infrastruktur pendukung yang harus disiapkan untuk mengikuti perkembangan industri data center, terutama ketika kebutuhan komputasi AI terus berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : BIsnis
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah Rp114.000 per kg dan telur ayam ras Rp31.550 per kg pada 6 Oktober 2026.
Calvin Verdonk bermain di dua posisi saat Indonesia mengalahkan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Ini peran dan komentarnya.
BGN menguji coba MBG prasmanan di dua sekolah DIY dengan 106 siswa. Kepuasan siswa dan guru mencapai 5/5, sisa makanan 3,3 kg.
Veda Ega Pratama punya rekam jejak kuat di Mandalika. Simak modal dan tantangan pembalap Honda Team Asia di Moto3 Indonesia 2026.
DPR RI resmi mengesahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi UU pada 6 Oktober 2026 setelah pembahasan sejak 14 September.
Unisa Jogja menggelar Unisa Festdengan konsep eko-green. Sampah botol plastik dikelola untuk mendukung beasiswa mahasiswa