Spotify Bawa Audiobook ke Indonesia, Ini Skema Aksesnya

Jumali
Jumali Kamis, 08 Oktober 2026 14:07 WIB
Spotify Bawa Audiobook ke Indonesia, Ini Skema Aksesnya

Spotify./Harian Jogja

Harianjogja.com, JOGJA—Spotify memastikan layanan audiobook atau buku audio akan diperluas ke Indonesia sebagai bagian dari ekspansi global ke lebih dari 180 pasar hingga akhir 2026. Namun, pengguna di Tanah Air masih harus menunggu pengumuman tanggal peluncuran khusus Indonesia serta detail skema akses yang berlaku.

Spotify mengumumkan perluasan tersebut pada Rabu (7/10/2026) dalam rangkaian Frankfurt Book Fair di Jerman. Ekspansi ini menjadi perluasan terbesar layanan audiobook Spotify sejak pertama kali diperkenalkan dan akan membawa fitur tersebut dari 22 pasar menjadi lebih dari 180 pasar.

Indonesia termasuk dalam daftar negara yang secara resmi disebut Spotify akan mendapatkan akses audiobook. Dengan demikian, pengguna di Tanah Air nantinya dapat menikmati buku audio melalui aplikasi yang selama ini digunakan untuk mendengarkan musik dan podcast.

Spotify menyiapkan lebih dari 350.000 judul audiobook untuk pasar-pasar baru dengan katalog yang mencakup lebih dari 120 bahasa. Koleksi tersebut mencakup berbagai genre sehingga pengguna tidak hanya memiliki pilihan musik dan podcast, tetapi juga konten buku dalam format audio.

Kapan audiobook Spotify masuk Indonesia?

Spotify belum menyebut tanggal khusus kapan fitur audiobook mulai tersedia untuk pengguna Indonesia. Perusahaan hanya memastikan perluasan layanan dilakukan secara bertahap mulai pengumuman 7 Oktober hingga akhir 2026.

Karena Indonesia sudah tercantum dalam daftar resmi pasar ekspansi, pengguna tidak perlu menunggu pengumuman apakah Indonesia termasuk atau tidak. Yang masih belum diketahui adalah kapan tepatnya fitur tersebut diaktifkan untuk pasar Indonesia dan bagaimana detail katalog awalnya.

Spotify sebelumnya menyediakan audiobook hanya di 22 pasar. Melalui ekspansi terbaru, lebih dari 750 juta orang di berbagai negara akan berpotensi mendapatkan akses untuk streaming atau membeli buku audio melalui platform tersebut.

Perluasan ini juga tidak hanya menyasar negara-negara Eropa dan Amerika. Daftar Spotify mencakup sejumlah pasar Asia, termasuk Indonesia, India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Jepang, dan Korea Selatan.

Apakah audiobook Spotify gratis untuk pengguna Premium?

Jawabannya tidak bisa disamaratakan untuk semua negara. Spotify menyatakan model akses dan harga audiobook dapat berbeda berdasarkan pasar.

Di sejumlah negara, pelanggan Premium yang memenuhi syarat mendapatkan jatah 12 jam mendengarkan audiobook setiap bulan sebagai bagian dari paket mereka. Skema tersebut disebut akan diterapkan antara lain di Italia, Spanyol, Portugal, Brasil, Meksiko, Kolombia, Polandia, Chile, Norwegia, dan Peru.

Sementara itu, Spotify menyebut Audiobooks+ sebagai cara utama untuk mengakses audiobook di pasar-pasar di Afrika, Asia, dan Argentina. Melalui Audiobooks+, pengguna Premium dapat membeli tambahan waktu mendengarkan audiobook di luar jatah yang tersedia dalam paket mereka.

Artinya, pengguna Spotify di Indonesia belum bisa menganggap audiobook otomatis gratis hanya karena memiliki akun Premium. Skema khusus Indonesia masih menunggu informasi lebih lanjut dari Spotify.

Spotify juga menyebut pengguna Premium Family dan Duo dapat memperoleh 15 jam mendengarkan audiobook per bulan melalui tambahan Audiobooks+ tertentu. Namun, ketentuan tersebut tidak otomatis berarti skema yang sama akan berlaku di Indonesia.

Lebih dari 350.000 judul tersedia

Dalam ekspansi ini, Spotify membawa lebih dari 350.000 judul ke pasar-pasar baru dengan dukungan lebih dari 120 bahasa. Katalog tersebut mencakup tambahan konten dalam bahasa Spanyol, Portugis, Italia, Polandia, dan bahasa lainnya.

Namun, Spotify belum merinci berapa banyak judul berbahasa Indonesia yang akan langsung tersedia ketika layanan mulai diluncurkan di Tanah Air. Karena itu, masuknya Indonesia ke daftar ekspansi belum otomatis berarti seluruh katalog lokal akan tersedia sejak hari pertama.

Bagi pengguna, kehadiran audiobook memberikan cara berbeda untuk menikmati buku. Konten dapat didengarkan ketika sedang dalam perjalanan, berjalan kaki, berolahraga, atau melakukan aktivitas rumah tangga tanpa harus terus membaca teks pada layar.

Spotify juga menyatakan kemitraannya dengan penulis dan penerbit bersifat non-eksklusif. Model tersebut membuka peluang bagi karya dan penulis untuk menjangkau pendengar baru melalui Spotify tanpa membatasi distribusi mereka ke platform lain.

Spotify Mulai Masuk Lebih Dalam ke Bisnis Buku

Ekspansi audiobook menunjukkan Spotify tidak lagi hanya mengandalkan musik dan podcast sebagai sumber waktu dengar pengguna. Perusahaan kini memperluas platformnya ke konten buku yang memiliki pola konsumsi berbeda dari musik.

Langkah tersebut juga memperbesar persaingan di pasar audiobook. Spotify akan berhadapan dengan layanan yang sejak awal memang berfokus pada buku audio, sekaligus memanfaatkan basis pengguna yang sudah terbentuk dari layanan musik dan podcast.

Spotify menyebut jumlah pendengar audiobook bulanan meningkat hampir 40 persen dalam setahun terakhir, sedangkan jumlah jam mendengarkan audiobook tumbuh lebih dari 30 persen. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu latar belakang perusahaan memperluas layanan ke lebih dari 180 pasar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online