3 Chipset Smartphone yang Bersaing pada 2026, Apa Dampaknya bagi Pengguna?
Persaingan chipset smartphone 2026 melibatkan Snapdragon, Dimensity, dan Exynos. Simak dampaknya pada AI, gaming, dan baterai.
Foto ilustrasi Whatssapp. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—WhatsApp menguji fitur privasi baru bernama Restricted Chat yang membatasi cara pengguna mengakses dan membagikan isi percakapan tertentu. Fitur ini mulai tersedia bagi sebagian pengguna beta Android dan iOS, dengan perlindungan tambahan berupa pemblokiran akses chat melalui perangkat yang ditautkan ke akun.
Bagi pengguna yang sering membahas informasi sensitif melalui WhatsApp, fitur ini menawarkan kendali lebih besar atas percakapan. Restricted Chat mempertahankan sejumlah pembatasan dari fitur Advanced Chat Privacy sekaligus menambahkan batasan pada akses melalui perangkat sekunder, seperti komputer atau ponsel lain yang terhubung ke akun.
Menurut laporan WABetaInfo pada awal Oktober 2026, Restricted Chat tersedia secara terbatas bagi penguji beta WhatsApp Android versi 2.26.39.11 dan iOS versi 26.39.10.20. Namun, tidak semua pengguna beta yang sudah memasang versi tersebut otomatis memperoleh fitur ini karena pengaktifannya dilakukan secara bertahap.
Pembatasan pertama menyasar foto, video, dan media lain yang dikirim dalam percakapan. Saat Restricted Chat aktif, media dari chat tersebut tidak akan otomatis tersimpan ke galeri perangkat penerima.
Pengaturan ini membantu mengurangi kemungkinan media pribadi muncul di galeri bersama foto dan video lain. Pengguna pun tidak perlu khawatir media dari percakapan yang dibatasi langsung masuk ke kumpulan berkas yang mudah diakses dari luar WhatsApp melalui mekanisme penyimpanan otomatis.
Meski begitu, pembatasan penyimpanan otomatis bukan jaminan bahwa penerima sama sekali tidak dapat menyalin atau merekam informasi yang terlihat di layar. Karena itu, pengguna tetap perlu berhati-hati ketika mengirim foto, video, atau dokumen sensitif kepada orang lain.
Restricted Chat juga menonaktifkan fitur ekspor percakapan. Dalam penggunaan WhatsApp biasa, ekspor chat memungkinkan pengguna menyalin riwayat pesan untuk disimpan di luar aplikasi, baik untuk dokumentasi maupun kebutuhan pribadi.
Ketika pembatasan ini aktif, peserta percakapan tidak dapat menggunakan fitur ekspor untuk memindahkan riwayat chat tersebut ke berkas eksternal. Pembatasan ini ditujukan untuk mengurangi jalur pemindahan isi percakapan ke luar aplikasi.
Bagi pengguna yang membutuhkan salinan percakapan untuk arsip, perubahan ini perlu diperhatikan sebelum mengaktifkan Restricted Chat. Fitur tersebut dirancang untuk mengutamakan pembatasan akses, sehingga beberapa fungsi yang tersedia pada percakapan biasa tidak lagi dapat digunakan.
Pembatasan berikutnya adalah tidak tersedianya fitur Meta AI di percakapan yang dilindungi Restricted Chat. Pengguna tidak dapat memanggil atau menggunakan fitur AI tersebut untuk berinteraksi dengan isi percakapan yang dibatasi.
Langkah ini memberi lapisan kontrol tambahan bagi pengguna yang tidak ingin membawa isi chat ke fitur AI di dalam WhatsApp. Namun, pembatasan tersebut tidak berarti seluruh aktivitas AI di perangkat pengguna otomatis dinonaktifkan; batasannya berlaku pada penggunaan Meta AI dalam percakapan yang dilindungi.
Pengguna tetap perlu memperhatikan cara mereka membagikan informasi ke layanan lain di luar percakapan tersebut. Restricted Chat membatasi sejumlah fungsi di WhatsApp, tetapi bukan pengganti kehati-hatian ketika mengirim atau menyalin informasi sensitif ke aplikasi lain.
Perubahan paling menonjol dari Restricted Chat adalah pembatasan akses melalui perangkat tertaut. Setelah fitur diaktifkan, percakapan hanya tersedia melalui perangkat utama akun WhatsApp dan tidak disinkronkan ke perangkat lain yang ditautkan, seperti WhatsApp Web, aplikasi desktop, atau ponsel sekunder.
Menurut WABetaInfo, pembatasan tersebut juga ditujukan untuk mengurangi risiko akses melalui klien WhatsApp tidak resmi dan agen AI yang memanfaatkan jalur perangkat tertaut. Dengan membatasi percakapan ke perangkat utama, WhatsApp menutup salah satu jalur yang dapat digunakan alat semacam itu untuk membaca pesan.
Perubahan ini penting bagi pengguna yang terbiasa membuka WhatsApp dari komputer saat bekerja atau mengakses akun yang sama di beberapa perangkat. Percakapan yang dilindungi Restricted Chat tidak dapat diakses dengan cara tersebut, sehingga pengguna perlu membuka perangkat utama untuk melihat dan membalas pesan.
Restricted Chat bukan pengganti enkripsi end-to-end WhatsApp. Pesan dan panggilan tetap dilindungi enkripsi tersebut, baik ketika fitur Restricted Chat diaktifkan maupun saat tidak digunakan.
Perbedaan keduanya terletak pada fungsi perlindungannya. Enkripsi end-to-end melindungi isi komunikasi agar hanya pengirim dan penerima yang dapat membacanya, sedangkan Restricted Chat menambahkan pembatasan terhadap sejumlah cara pesan dapat disimpan, diekspor, diproses dengan Meta AI, atau diakses melalui perangkat tertaut.
Fitur ini bersifat opsional dan perlu diaktifkan secara manual pada percakapan yang dipilih. Pengguna dapat membuka chat, mengetuk nama kontak atau grup di bagian atas layar untuk masuk ke informasi percakapan, lalu mencari opsi Restricted Chat jika fitur tersebut sudah tersedia di akun mereka.
WhatsApp masih menggulirkan fitur ini secara terbatas kepada penguji beta Android dan iOS. Pengguna yang sudah menggunakan versi beta yang kompatibel tetapi belum menemukan opsi Restricted Chat kemungkinan belum termasuk dalam tahap distribusi fitur.
Hingga laporan ini disusun, belum ada jadwal resmi yang memastikan kapan Restricted Chat akan tersedia bagi seluruh pengguna WhatsApp melalui versi stabil. Untuk sementara, fitur ini perlu dipahami sebagai lapisan privasi tambahan yang membatasi akses dan pemindahan isi percakapan, bukan jaminan bahwa informasi yang dibagikan tidak mungkin disalin dengan cara lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persaingan chipset smartphone 2026 melibatkan Snapdragon, Dimensity, dan Exynos. Simak dampaknya pada AI, gaming, dan baterai.
Ijazah Paket C setara SMA dan bisa digunakan untuk kuliah. Ketahui jalur seleksi, syarat kampus, dan aturan SNBT yang perlu diperhatikan.
Survei Kaspersky menunjukkan 77% pengguna ponsel rutin update, tetapi hanya 20% memeriksa izin aplikasi. Simak kebiasaan digital yang perlu diperbaiki.
Perbaikan Jalan Tegalsari-Klepu di Kokap, Kulonprogo, mencapai 90%. DPRD DIY menyoroti kebutuhan talut dan drainase demi keselamatan pengguna jalan.
David Almansa menjadi yang tercepat di FP1 Moto3 Mandalika dengan waktu 1 menit 37,515 detik meski menghadapi cuaca panas.
Marco Bezzecchi memimpin FP1 MotoGP Mandalika dengan waktu 1 menit 30,132 detik. Marc Marquez bangkit ke posisi kedua.