Cari Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta? Ini 10 Pilihannya

Achmad Zainudin
Achmad Zainudin Rabu, 14 Oktober 2026 16:07 WIB
Cari Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta? Ini 10 Pilihannya

Foto ilustrasi penjualan mobil. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Mobil bekas dengan harga di bawah Rp100 juta dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari tanpa mengeluarkan anggaran terlalu besar. Dengan dana tersebut, calon pembeli bisa memilih beragam jenis mobil, mulai dari MPV keluarga hingga kendaraan kompak untuk penggunaan di perkotaan.

Sejumlah model yang dapat dipertimbangkan antara lain Toyota Avanza, Honda Jazz, Suzuki Ertiga, Daihatsu Xenia, hingga Suzuki Karimun Wagon R. Masing-masing memiliki karakteristik berbeda dari sisi kapasitas penumpang, kenyamanan, konsumsi bahan bakar, dan biaya perawatan.

Berikut daftar 10 mobil bekas yang diperkirakan bisa ditemukan dengan harga maksimal Rp100 juta pada 2026. Harga yang dicantumkan merupakan estimasi pasar, bukan harga pasti setiap unit, karena kondisi kendaraan, jarak tempuh, transmisi, dan lokasi penjualan turut memengaruhi harga.

Daftar 10 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta

1. Toyota Avanza 2008–2013

Estimasi harga: Rp70 juta–Rp95 juta.
Mesin: Bensin 1.3L atau 1.5L.
Kapasitas: 7 penumpang.
Transmisi: Manual atau otomatis.
Penggerak: Roda belakang atau rear-wheel drive (RWD).

Toyota Avanza menjadi salah satu pilihan bagi pembeli yang membutuhkan mobil keluarga dengan kapasitas tujuh penumpang. Ketersediaan suku cadang, jaringan bengkel, dan biaya perawatan yang relatif terjangkau menjadi sejumlah keunggulannya.

Pasar mobil bekas Avanza juga cukup luas sehingga relatif mudah dijual kembali. Namun, kenyamanan dan kekedapan kabinnya tergolong standar. Calon pembeli perlu memeriksa kondisi kendaraan secara teliti karena sebagian unit mungkin pernah digunakan sebagai mobil rental atau menjalani pemakaian intensif.

Mobil ini cocok untuk keluarga yang membutuhkan kendaraan serbaguna dengan anggaran terbatas.

2. Honda Jazz 2008–2013

Estimasi harga: Rp75 juta–Rp100 juta.
Mesin: Bensin 1.5L i-VTEC.
Kapasitas: 5 penumpang.
Jenis kendaraan: Hatchback.

Honda Jazz dapat dipertimbangkan oleh pembeli yang menginginkan mobil kompak dengan desain sporty. Mesin yang responsif dan konsumsi bahan bakar yang relatif efisien menjadi daya tariknya.

Kabin Jazz juga menawarkan fleksibilitas berkat pengaturan kursi Ultra Seat, yang memungkinkan ruang penumpang dan bagasi disesuaikan dengan kebutuhan.

Kekurangannya, kapasitas lima penumpang membuat mobil ini kurang ideal untuk keluarga besar. Suspensinya juga cenderung lebih kaku dibandingkan sejumlah MPV keluarga.

Honda Jazz cocok bagi pekerja perkotaan atau keluarga kecil yang mengutamakan kelincahan dan fleksibilitas kabin.

3. Suzuki Ertiga 2013–2015

Estimasi harga: Rp85 juta–Rp100 juta.
Mesin: Bensin 1.4L K14B.
Kapasitas: 7 penumpang.
Penggerak: Roda depan atau front-wheel drive (FWD).

Suzuki Ertiga menawarkan kenyamanan kabin dan suspensi yang relatif empuk untuk kendaraan keluarga. Kekedapan kabin serta kualitas material interiornya juga menjadi nilai tambah di kelasnya.

Meski demikian, tenaga mesin dapat terasa terbatas ketika mobil membawa penumpang penuh, terutama saat melewati tanjakan. Jaringan servis dan jumlah peminatnya di pasar mobil bekas juga tidak seluas Toyota.

Ertiga layak dipertimbangkan bagi keluarga yang mengutamakan kenyamanan perjalanan dengan anggaran maksimal Rp100 juta.

4. Daihatsu Xenia 2008–2013

Estimasi harga: Rp65 juta–Rp90 juta.
Mesin: Bensin 1.0L atau 1.3L.
Kapasitas: 7 penumpang.

Daihatsu Xenia menjadi alternatif bagi pembeli yang membutuhkan MPV tujuh penumpang dengan harga relatif terjangkau. Biaya perawatan dan operasional hariannya juga tergolong ekonomis.

Kabin yang cukup lega memungkinkan mobil digunakan untuk kebutuhan keluarga maupun usaha. Namun, fitur dan kenyamanannya masih sederhana. Varian bermesin 1.0L juga dapat terasa kurang bertenaga ketika membawa banyak penumpang.

Xenia cocok bagi pembeli yang mencari mobil keluarga dengan biaya pembelian dan operasional yang relatif terjangkau.

5. Nissan Grand Livina 2010–2014

Estimasi harga: Rp75 juta–Rp100 juta.
Mesin: Bensin 1.5L HR15DE atau 1.8L MR18DE.
Kapasitas: 7 penumpang.

Nissan Grand Livina menawarkan karakter berkendara yang mendekati sedan. Suspensinya dikenal nyaman dan stabil untuk perjalanan jarak jauh, sementara desain kabinnya memberikan kesan elegan.

Namun, calon pembeli perlu memperhatikan ketersediaan suku cadang dan bengkel yang memahami model tersebut. Harga jual kembalinya juga umumnya tidak sekuat Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia.

Grand Livina dapat menjadi pilihan bagi keluarga yang sering melakukan perjalanan antarkota dan mengutamakan kenyamanan.

6. Toyota Calya 2016–2018

Estimasi harga: Rp85 juta–Rp98 juta.
Mesin: Bensin 1.2L Dual VVT-i.
Kapasitas: 7 penumpang.
Segmen: Low cost green car (LCGC).

Toyota Calya merupakan MPV LCGC yang menawarkan kapasitas tujuh penumpang dengan tahun produksi relatif muda dibandingkan beberapa model lain dalam daftar.

Konsumsi bahan bakar yang relatif hemat dan dukungan jaringan servis Toyota yang luas menjadi keunggulannya. Namun, fitur dan kualitas kabinnya masih sederhana. Tenaga mesin juga perlu diperhitungkan jika mobil membawa penumpang penuh sekaligus banyak barang.

Calya cocok bagi keluarga muda yang mencari mobil dengan biaya operasional relatif rendah.

7. Daihatsu Sigra 2016–2019

Estimasi harga: Rp80 juta–Rp95 juta.
Mesin: Bensin 1.0L atau 1.2L.
Kapasitas: 7 penumpang.
Segmen: LCGC.

Daihatsu Sigra menawarkan pilihan mesin dan varian yang beragam sehingga calon pembeli dapat menyesuaikan kendaraan dengan anggaran. Konsumsi bahan bakar yang relatif hemat dan ketersediaan unit di pasar bekas juga menjadi keunggulannya.

Di sisi lain, peredaman kabin masih sederhana. Baris ketiga lebih sesuai untuk anak-anak atau perjalanan pendek dibandingkan perjalanan panjang oleh orang dewasa.

Sigra dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan keluarga maupun usaha yang memerlukan mobil tujuh penumpang dengan biaya operasional relatif rendah.

8. Toyota Kijang Innova E 2008–2010

Estimasi harga: Rp90 juta–Rp95 juta.
Mesin: Bensin 2.0L atau diesel 2.5L.
Kapasitas: 7–8 penumpang.
Konstruksi: Sasis tangga atau ladder frame.

Toyota Kijang Innova E menawarkan kabin luas dan konstruksi yang kokoh. Karakter tersebut membuatnya dapat dipertimbangkan oleh keluarga besar maupun pengguna yang membutuhkan kendaraan untuk menunjang usaha.

Kenyamanan suspensi dan reputasi ketahanan Kijang menjadi daya tarik tersendiri. Namun, konsumsi BBM varian bensin 2.0L lebih boros dibandingkan mobil LCGC.

Karena usia kendaraan sudah belasan tahun, calon pembeli perlu memeriksa riwayat servis, kondisi mesin, transmisi, sistem pendingin, dan kaki-kaki sebelum bertransaksi.

9. Isuzu Panther LM 2008

Estimasi harga: Sekitar Rp95 juta.
Mesin: Diesel 2.5L.
Kapasitas: 7–8 penumpang.

Isuzu Panther LM dapat menjadi pilihan bagi pembeli yang mencari MPV bermesin diesel. Mesin yang dikenal tangguh dan kemampuan membawa beban menjadi daya tarik bagi pengguna keluarga maupun usaha.

Konsumsi bahan bakar diesel yang relatif efisien juga dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.

Namun, Panther sudah berusia belasan tahun dan tidak lagi diproduksi. Ketersediaan suku cadang untuk komponen tertentu perlu diperiksa terlebih dahulu. Suara dan getaran mesin diesel juga lebih terasa dibandingkan sejumlah MPV bensin modern.

Mobil ini cocok bagi pengguna yang mengutamakan ketangguhan, selama kondisi unit dan biaya perawatannya sesuai dengan anggaran.

10. Suzuki Karimun Wagon R 2016–2018

Estimasi harga: Rp75 juta–Rp90 juta.
Mesin: Bensin 1.0L K10B.
Kapasitas: 5 penumpang.
Segmen: LCGC.

Suzuki Karimun Wagon R merupakan mobil kompak yang cocok untuk aktivitas perkotaan. Dimensinya memudahkan pengemudi bermanuver dan mencari tempat parkir di area sempit.

Bentuk bodi mengotak memberikan ruang kepala atau headroom yang cukup lega. Mesin 1.0L dan biaya perawatan berkala yang relatif terjangkau juga menjadi daya tariknya.

Kekurangannya, kapasitas penumpang terbatas dan tenaga mesin tidak terlalu besar. Kenyamanan serta stabilitas pada kecepatan tinggi juga tidak sekuat mobil berukuran lebih besar.

Karimun Wagon R dapat dipertimbangkan oleh individu atau keluarga kecil yang membutuhkan kendaraan untuk mobilitas sehari-hari di dalam kota.

Memilih Mobil Bekas Sesuai Kebutuhan

Tidak ada satu model yang cocok untuk semua pembeli. Pilihan sebaiknya mempertimbangkan jumlah penumpang, pola penggunaan, konsumsi bahan bakar, biaya perawatan, dan ketersediaan suku cadang.

Berikut panduan singkat berdasarkan kebutuhan:

Mobil keluarga tujuh penumpang: Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, dan Daihatsu Sigra dapat menjadi pilihan dengan harga relatif terjangkau.

Mobil keluarga yang mengutamakan kenyamanan: Suzuki Ertiga dan Nissan Grand Livina layak dipertimbangkan.

Mobil dengan konsumsi BBM relatif hemat: Toyota Calya, Daihatsu Sigra, dan Suzuki Karimun Wagon R dapat masuk daftar pilihan.

Mobil untuk usaha dan membawa barang: Toyota Kijang Innova dan Isuzu Panther menawarkan kabin luas, sedangkan Avanza dan Xenia bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Mobil untuk aktivitas perkotaan: Suzuki Karimun Wagon R dan Honda Jazz dapat dipertimbangkan karena karakter serta dimensi yang sesuai untuk mobilitas harian.

Tips Membeli Mobil Bekas agar Tidak Salah Pilih

Harga pembelian bukan satu-satunya pengeluaran yang harus diperhitungkan. Calon pemilik juga perlu menyiapkan biaya pajak, administrasi, servis awal, dan kemungkinan perbaikan.

Berikut langkah yang bisa dilakukan sebelum membeli.

1. Tentukan anggaran keseluruhan

Sesuaikan pilihan mobil dengan kebutuhan utama, baik untuk keluarga, perjalanan jarak jauh, maupun usaha. Sisihkan dana untuk penggantian oli, filter, pemeriksaan kaki-kaki, serta perbaikan komponen yang sudah aus.

Jangan menghabiskan seluruh anggaran hanya untuk membayar harga kendaraan.

2. Bandingkan harga pasaran

Cari beberapa penawaran dengan model, tahun produksi, dan varian yang sama. Perhatikan perbedaan harga berdasarkan kondisi kendaraan, jarak tempuh, transmisi, riwayat pemakaian, dan kelengkapan dokumen.

Waspadai harga yang jauh di bawah pasaran apabila penjual tidak dapat menjelaskan alasannya secara masuk akal.

3. Periksa kondisi bodi dan interior

Amati bodi kendaraan untuk mencari tanda-tanda bekas tabrakan, penyok, karat, atau perbaikan yang tidak rapi. Periksa pula kondisi ban, suspensi, rem, dan komponen yang berhubungan dengan keselamatan.

Di bagian interior, uji fungsi AC, lampu, audio, dan sistem kelistrikan. Bau apek atau lembap perlu diperiksa lebih lanjut karena bisa mengindikasikan kendaraan pernah terendam banjir.

4. Periksa mesin dan lakukan test drive

Nyalakan mesin dan dengarkan apakah terdapat suara tidak wajar. Periksa kondisi oli dan kemungkinan kebocoran, kemudian lakukan test drive untuk mengevaluasi respons mesin, perpindahan gigi, pengereman, kemudi, dan kenyamanan suspensi.

Jika kurang memahami kondisi teknis kendaraan, ajak mekanik berpengalaman untuk memeriksa mobil sebelum transaksi.

5. Pastikan riwayat servis dan kelengkapan dokumen

Periksa catatan perawatan untuk mengetahui apakah mobil menjalani servis berkala. Riwayat servis yang jelas dapat membantu calon pembeli memahami kondisi kendaraan, meskipun tidak otomatis menjamin seluruh komponennya masih baik.

Pastikan STNK dan BPKB tersedia serta sesuai dengan identitas kendaraan. Cocokkan nomor rangka dan nomor mesin, lalu periksa status pajak serta kemungkinan blokir kendaraan melalui layanan resmi yang tersedia.

Identitas penjual dan dokumen transaksi juga perlu dipastikan sebelum pembayaran dilakukan.

Memahami Depresiasi Mobil Bekas

Depresiasi adalah penurunan nilai kendaraan seiring waktu. Besarnya penurunan harga dipengaruhi usia mobil, jarak tempuh, kondisi mekanis, merek, permintaan pasar, dan kelengkapan dokumen.

Mobil yang memiliki banyak peminat di pasar bekas, seperti Avanza, Xenia, dan Innova, dapat menjadi pertimbangan bagi pembeli yang memperhatikan nilai jual kembali. Namun, harga jual tetap bergantung pada kondisi unit dan perkembangan pasar.

Perhitungan sederhana depresiasi dapat dilakukan menggunakan rumus berikut:

Depresiasi nominal: Harga beli − harga jual.

Depresiasi persentase: (Harga beli − harga jual) ÷ harga beli × 100%.

Sebagai contoh, sebuah mobil dibeli seharga Rp100 juta dan dijual kembali setelah empat tahun dengan harga Rp70 juta.

Perhitungannya sebagai berikut:

Depresiasi nominal: Rp100 juta − Rp70 juta = Rp30 juta.

Depresiasi persentase: Rp30 juta ÷ Rp100 juta × 100% = 30%.

Dengan demikian, nilai mobil tersebut turun Rp30 juta atau 30% selama empat tahun. Jika dihitung menggunakan rata-rata sederhana, penurunannya setara Rp7,5 juta per tahun.

Angka tersebut hanya ilustrasi. Penurunan nilai mobil tidak selalu sama setiap tahun, sedangkan biaya perawatan dan perbaikan selama masa kepemilikan juga perlu diperhitungkan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online