Virtus Technology Alihkan Fokus ke Software di Tengah Lonjakan Harga Hardware

Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko Rabu, 14 Oktober 2026 14:57 WIB
Virtus Technology Alihkan Fokus ke Software di Tengah Lonjakan Harga Hardware

Ilustrasi gamers. - Harian Jogja/Ist

Harianjogja.com, JAKARTA—Lonjakan harga komponen perangkat keras atau hardware dan gangguan rantai pasok global mendorong PT Virtus Technology Indonesia memperkuat bisnis perangkat lunak atau software. Strategi ini ditempuh untuk menjaga pertumbuhan usaha di tengah meningkatnya biaya pengadaan perangkat teknologi informasi (IT).

Distributor solusi infrastruktur IT yang merupakan bagian dari CTI Group tersebut menghadapi sejumlah tantangan sepanjang 2026. Kelangkaan cip, kendala pasokan komponen, hingga kenaikan ongkos pengiriman akibat dinamika geopolitik dan harga bahan bakar memengaruhi ekspansi bisnis perangkat keras.

Direktur Virtus Technology Indonesia Christian Atmadjaja mengatakan tekanan biaya pada perangkat fisik membuat perusahaan perlu mendiversifikasi portofolio bisnisnya. Meski kondisi pasar turut memengaruhi laju pertumbuhan, perusahaan masih optimistis dapat menutup tahun ini dengan kinerja yang baik.

“Hal tersebut sedikit memperlambat pertumbuhan Virtus. Namun, kami masih cukup optimistis untuk dapat menyelesaikan tahun ini dengan baik,” ujar Christian kepada Bisnis di sela-sela acara Media Rountable Virtus Showcase 2026, Selasa (13/10/2026).

Software Jadi Alternatif di Tengah Kendala Pasokan

Virtus menilai penguatan penjualan software menjadi langkah strategis ketika industri teknologi menghadapi keterbatasan material dan waktu produksi perangkat keras yang semakin panjang. Berbeda dengan hardware, distribusi perangkat lunak tidak terlalu bergantung pada ketersediaan komponen fisik dan pengiriman barang.

Bagi pelanggan korporasi, karakteristik tersebut memberikan fleksibilitas sekaligus efisiensi dalam pengadaan solusi teknologi. Perusahaan juga dapat mengurangi ketergantungan pada rantai logistik yang terdampak kenaikan biaya transportasi.

“Perangkat lunak tidak memerlukan pengiriman fisik, biaya transportasi bahan bakar, maupun waktu tunggu ketersediaan cip,” tuturnya.

Dalam mengembangkan bisnis software, Virtus mengandalkan dua segmen utama, yakni perangkat lunak infrastruktur dan solusi keamanan siber atau cybersecurity. Kedua bidang tersebut dinilai memiliki peluang seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap sistem IT yang andal dan aman.

Adopsi AI Tingkatkan Kebutuhan Keamanan Siber

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di lingkungan korporasi turut menjadi perhatian Virtus. Peningkatan pemanfaatan teknologi tersebut dinilai berjalan beriringan dengan bertambahnya kompleksitas sistem IT dan potensi kerentanan keamanan.

Situasi itu membuat perusahaan perlu memperkuat perlindungan digital untuk mengantisipasi celah keamanan dalam sistem mereka. Kebutuhan tersebut membuka peluang bagi penyedia solusi keamanan siber, termasuk Virtus, untuk memperluas pasar.

Christian menyebut penjualan solusi keamanan mencatatkan tren pertumbuhan positif. Segmen tersebut menjadi salah satu pendorong kinerja perusahaan ketika belanja pemerintah maupun swasta berada dalam kondisi efisiensi anggaran.

Perkuat Portofolio dan Dukungan Teknis

Selain mengembangkan penjualan software, Virtus berupaya memperluas penawaran melalui penguatan dukungan teknis serta penyediaan fasilitas uji coba atau Proof of Concept (POC). Fasilitas ini ditujukan bagi mitra bisnis dan pengguna akhir untuk mendukung penerapan solusi teknologi.

Perusahaan juga terus melengkapi portofolio produk agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan pilihan solusi yang lebih menyeluruh.

“Kami juga terus melengkapi portofolio produk. Meskipun belum memiliki seluruh solusi, kami berusaha melengkapinya untuk memberikan penawaran (offering) yang komprehensif kepada mitra bisnis (business partner) dan pengguna (user),” kata Christian.

Melalui penguatan bisnis software dan layanan bernilai tambah atau value-added services, Virtus berharap dapat menjaga keberlanjutan pertumbuhan di tengah tantangan industri teknologi. Diversifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menyesuaikan strategi bisnis dengan perubahan biaya, ketersediaan komponen, dan kebutuhan pelanggan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online