Google Buka Akses Gemini 4 Argon, Ini Harga dan Fiturnya

Jumali
Jumali Rabu, 14 Oktober 2026 23:47 WIB
Google Buka Akses Gemini 4 Argon, Ini Harga dan Fiturnya

Gemini 4 Argon/Google

Harianjogja.com, JOGJA—Google memperluas akses global ke Gemini 4 Argon, model kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk menangani pekerjaan kompleks, mulai dari pemrograman hingga analisis hukum, keuangan, dan penelitian ilmiah.

Model yang sebelumnya diuji melalui program khusus bagi pakar keamanan siber tepercaya itu kini dapat digunakan pengembang dan perusahaan melalui layanan API berbayar. Pelanggan Google AI Pro dan Ultra juga dapat mengaksesnya melalui aplikasi Gemini, sementara pelanggan Ultra memperoleh akses melalui Google Antigravity. 

Mengutip Gizmodo, Selasa (13/10/2026), Google menonjolkan kemampuan Argon dalam menyelesaikan tugas bertahap yang membutuhkan penalaran mendalam dan ketelitian. Model ini juga telah digunakan oleh tim internal Google untuk menangani sejumlah persoalan rekayasa perangkat lunak.

Bagi pengembang dan perusahaan, perluasan akses ini membuka pilihan baru untuk mengotomatisasi pekerjaan teknis. Namun, pengguna perlu mempertimbangkan biaya pemakaian dan memastikan kemampuan model sesuai dengan kebutuhan mereka.

Harga Gemini 4 Argon Mulai Rp35.000 per Juta Token

Google menetapkan harga perkenalan Gemini 4 Argon sebesar US$2 per satu juta token input dan US$10 per satu juta token output. Dengan asumsi kurs yang digunakan dalam naskah sumber, tarif tersebut setara sekitar Rp35.000 untuk input dan Rp178.000 untuk output.

Harga itu berlaku selama periode perkenalan. Google menjadwalkan kenaikan tarif setelah 30 November 2026 menjadi US$4 per satu juta token input dan US$20 per satu juta token output, atau sekitar Rp71.000 dan Rp357.000 berdasarkan asumsi kurs yang sama.  

Token input merupakan bagian teks atau data yang dikirimkan pengguna kepada model, sedangkan token output adalah hasil yang dihasilkan model. Karena biaya dihitung berdasarkan penggunaan token, pengeluaran aktual akan bergantung pada panjang permintaan, banyaknya respons, serta pola pemakaian.

Artinya, tarif per satu juta token tidak sama dengan biaya tetap untuk setiap pertanyaan. Pengembang perlu memperkirakan volume penggunaan sebelum menerapkan Argon pada layanan atau aplikasi yang digunakan banyak orang.

Gemini 4 Argon Dirancang untuk Pekerjaan Kompleks

Google mengembangkan Argon untuk pekerjaan yang membutuhkan penalaran mendalam dan penyelesaian beberapa tahapan sekaligus. Bidang yang disasar mencakup rekayasa perangkat lunak, keuangan, hukum, keamanan siber, dan sains.  

Google menyebut tim internalnya menggunakan Argon untuk membantu menyelesaikan pekerjaan teknis berskala besar. Salah satu contohnya adalah pengembangan Chrome, ketika model membantu proses pemisahan dan penataan ulang kode pada basis kode Chromium yang besar.

Menurut Google, penggunaan Argon melalui platform Antigravity membantu tim meningkatkan pengajuan kode berbasis agen AI lebih dari 35 persen dan mengurangi proses pembatalan perubahan kode atau code rollback hampir sepertiganya. Angka tersebut merupakan klaim berdasarkan penggunaan internal Google, bukan jaminan bahwa setiap pengguna akan memperoleh peningkatan serupa.  

Untuk kebutuhan profesional, kemampuan tersebut berpotensi membantu pekerjaan yang memerlukan analisis panjang, pemeriksaan kode, dan pengolahan informasi dari berbagai sumber. Meski begitu, hasil model tetap perlu diperiksa, terutama jika digunakan untuk keputusan yang berdampak besar.

Google Uji Kemampuan Argon pada Robot Humanoid

Selain pekerjaan digital, Google menyoroti kemampuan Argon dalam memahami informasi visual dan memperkirakan gerakan fisik.

Dalam salah satu pengujian, model menganalisis video seseorang yang memainkan cornhole, permainan melempar kantong kecil berisi biji-bijian ke arah papan berlubang. Dari rekaman tersebut, Argon memetakan kondisi ruang dan gerakan pemain, kemudian menyusun simulasi untuk membantu robot mempelajari tugas tersebut.

Google menyatakan robot humanoid Apollo berhasil memasukkan tujuh lemparan berturut-turut dalam pengujian langsung. Demonstrasi itu menunjukkan potensi penggunaan model AI untuk menghubungkan pengamatan visual, simulasi, dan tindakan robot di dunia nyata.  

Meski demikian, demonstrasi tersebut tidak berarti robot sudah mampu melakukan semua aktivitas fisik secara mandiri. Pengembangan robot tetap memerlukan perangkat keras, sistem kendali, pengujian keselamatan, dan penyesuaian terhadap lingkungan.

Apakah Gemini 4 Argon Bisa Digunakan Gratis?

Untuk akses umum, Google saat ini menempatkan Argon pada layanan berbayar. Pengembang dapat menggunakannya melalui API, sedangkan pelanggan Google AI Pro dan Ultra dapat mengakses model tersebut melalui aplikasi Gemini. Pelanggan Ultra juga memiliki akses melalui Google Antigravity.  

Namun, ada program terbatas untuk peneliti. Google membuka kesempatan bagi 10.000 ilmuwan untuk memperoleh akses gratis selama enam bulan ke tingkat penggunaan tertinggi Google Antigravity. Peserta dipilih berdasarkan kelayakan, kapasitas, dan proses seleksi, sehingga program tersebut bukan akses gratis terbuka bagi seluruh pengguna.  

Bagi pengguna umum, daya tarik Argon pada akhirnya bergantung pada manfaat yang bisa diperoleh dibandingkan biaya langganan atau penggunaan API. Kemampuannya dalam pekerjaan profesional dan teknis menjadi nilai utama, sedangkan kebutuhan sehari-hari akan menentukan apakah akses berbayar tersebut sepadan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online