Boom AI Bawa SK Hynix Jadi Perusahaan Terbesar Korea

Jumali
Jumali Senin, 22 Juni 2026 14:57 WIB
Boom AI Bawa SK Hynix Jadi Perusahaan Terbesar Korea

Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Bursa saham Korea Selatan mencatat tonggak sejarah baru setelah SK Hynix berhasil melampaui Samsung Electronics dalam kapitalisasi pasar untuk pertama kalinya dalam 26 tahun terakhir. Pergeseran ini sekaligus mengakhiri dominasi panjang Samsung yang telah bertahan sejak awal 2000-an di pasar modal Negeri Ginseng.

Berdasarkan data Bursa Efek Korea (KRX) yang dikutip Reuters, kapitalisasi pasar SK Hynix tercatat mencapai 2.082,5 triliun won atau sekitar 1,35 triliun dolar AS, setelah melonjak 5,7 persen dalam satu sesi perdagangan. Sementara itu, Samsung Electronics berada tipis di bawahnya dengan 2.081,3 triliun won atau naik 0,4 persen. Perbedaan yang sangat tipis ini menandai persaingan ketat di puncak industri teknologi Korea Selatan.

Ledakan AI jadi mesin utama pertumbuhan

Kenaikan tajam SK Hynix didorong oleh meningkatnya permintaan global terhadap chip berbasis kecerdasan buatan (AI), khususnya High-Bandwidth Memory (HBM). Produk ini menjadi komponen penting dalam sistem komputasi AI yang digunakan perusahaan teknologi besar seperti Nvidia dan Google.

Pada 2025, SK Hynix menguasai sekitar 61 persen pasar HBM global, jauh mengungguli Samsung yang hanya berada di kisaran 17 persen. Dominasi tersebut membuat investor global memburu saham perusahaan ini, hingga mencatat lonjakan lebih dari 300 persen sepanjang tahun 2026.

Analis pasar menilai bahwa pergeseran ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan transformasi struktural industri semikonduktor, dari produk memori komoditas menjadi komponen strategis dalam ekosistem AI global.

Dari krisis menuju puncak industri

Perjalanan SK Hynix menuju posisi teratas bukan tanpa tantangan. Pada awal 2000-an, perusahaan ini sempat berada di ambang krisis keuangan dan hampir diakuisisi oleh Micron akibat tekanan utang yang berat.

Situasi berbalik drastis pada 2023 ketika industri semikonduktor mengalami penurunan harga. Namun, ledakan kebutuhan infrastruktur AI global pada periode berikutnya mengubah arah bisnis secara signifikan dan mendorong kinerja keuangan perusahaan ke level rekor.

Strategi besar di balik transformasi

Ketua SK Group, Chey Tae-won, sejak awal menegaskan visi untuk mengubah SK Hynix dari produsen memori biasa menjadi pemain utama dalam industri semikonduktor global. Ia menilai produk HBM memiliki nilai strategis tinggi karena sangat menentukan performa sistem AI modern.

Berbeda dengan memori konvensional yang mudah tergantikan, HBM menjadi komponen krusial yang sulit digantikan dalam sistem komputasi berperforma tinggi.

Arah baru industri semikonduktor Korea

Ke depan, SK Hynix dikabarkan tengah mempertimbangkan pencatatan saham di Nasdaq untuk memperluas basis investor global. Langkah ini dinilai akan memperkuat posisi perusahaan di pasar internasional sekaligus meningkatkan daya saing terhadap Samsung.

Meski demikian, persaingan antara kedua raksasa teknologi Korea ini diprediksi akan semakin ketat dalam beberapa tahun mendatang. Analis memperkirakan kesenjangan produksi chip antara keduanya akan terus menyempit seiring investasi besar di sektor AI dan semikonduktor.

Perubahan ini menandai babak baru industri teknologi Korea Selatan, di mana kekuatan lama kini harus berbagi panggung dengan pemain baru yang tumbuh dari gelombang revolusi kecerdasan buatan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online