Netflix PHK 1.000 Karyawan di Tengah Persaingan Ketat Industri Streaming

Jumali
Jumali Kamis, 15 Oktober 2026 17:37 WIB
Netflix PHK 1.000 Karyawan di Tengah Persaingan Ketat Industri Streaming

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Netflix berencana memangkas sekitar 1.000 karyawan atau 6% dari total tenaga kerjanya. Pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut terutama akan berdampak pada divisi produk, teknologi, hukum, dan sumber daya manusia (SDM).

Keputusan ini menjadi bagian dari perubahan organisasi yang dilakukan perusahaan layanan streaming tersebut. Di tengah persaingan industri hiburan digital, Netflix menyatakan tetap akan berinvestasi pada bidang yang dinilai memiliki dampak besar terhadap layanan, pertumbuhan, dan inovasi.

Dikutip dari laporan Reuters pada Rabu (14/10/2026), keputusan tersebut disampaikan melalui memo internal yang ditandatangani dua co-CEO Netflix, Ted Sarandos dan Greg Peters.

Keduanya menegaskan bahwa perusahaan masih memiliki kinerja bisnis yang kuat dan berada di jalur untuk mencapai proyeksi keuangan tahunan. Namun, Netflix menilai perlu menentukan prioritas penggunaan sumber daya agar investasi tetap terarah.

Dalam memo tersebut, Sarandos dan Peters menyebut misi Netflix untuk menghibur masyarakat dunia menuntut perusahaan lebih disiplin dalam menentukan prioritas sumber daya manusia dan aset.

Mereka juga menyatakan Netflix akan terus berinvestasi secara agresif pada bidang yang dinilai dapat meningkatkan kualitas layanan serta mendorong pertumbuhan dan inovasi.  

Persaingan Memperebutkan Penonton Jadi Tantangan

PHK ini berlangsung ketika Netflix menghadapi persaingan yang semakin ketat untuk mempertahankan perhatian penonton. Selain bersaing dengan layanan streaming lain, perusahaan juga menghadapi platform video seperti YouTube yang menawarkan beragam konten bagi pengguna.

Sebelumnya, Sarandos mengakui Netflix belum tumbuh secepat yang diharapkannya. Pernyataan tersebut disampaikan beberapa minggu sebelum pengumuman PHK, sebagaimana diberitakan sejumlah media internasional.

Netflix selama ini mengembangkan sejumlah sumber pertumbuhan, termasuk paket berlangganan yang didukung iklan, program siaran langsung, dokumenter, dan permainan video. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas layanan di luar tayangan film dan serial.

Namun, investasi pada berbagai format konten berlangsung di tengah persaingan memperebutkan waktu dan perhatian konsumen. Perubahan kebiasaan menonton serta banyaknya pilihan hiburan digital membuat perusahaan streaming perlu terus mempertahankan daya tarik kontennya.

Meski demikian, Netflix tidak menyatakan perlambatan keterlibatan penonton sebagai satu-satunya penyebab PHK. Alasan resmi yang disampaikan perusahaan berfokus pada perubahan organisasi dan penentuan prioritas sumber daya.

Sekitar 1.000 Pekerja Terdampak, Terbesar Sejak 2022

Netflix memiliki sekitar 16.000 karyawan penuh waktu pada akhir 2025. Jika dibandingkan dengan jumlah tersebut, pengurangan sekitar 1.000 pekerja setara dengan kurang lebih 6% tenaga kerja perusahaan.

Pemangkasan ini menjadi salah satu pengurangan tenaga kerja terbesar Netflix sejak 2022. Pada tahun tersebut, perusahaan juga memangkas ratusan pekerjaan setelah mengalami penurunan jumlah pelanggan pada awal tahun.

Kali ini, dampak terbesar diperkirakan berada pada tim produk, teknologi, hukum, dan SDM. Namun, memo yang diberitakan media tidak merinci jumlah pegawai yang akan terdampak pada masing-masing divisi.

Perusahaan juga belum mengumumkan secara terperinci bagaimana seluruh perubahan organisasi tersebut akan dilaksanakan di setiap lokasi kerja.

Netflix Bukan Satu-satunya Perusahaan yang Melakukan Efisiensi

Langkah Netflix berlangsung di tengah perubahan yang juga terjadi pada perusahaan media dan hiburan lainnya. Disney, misalnya, sebelumnya mengumumkan pemangkasan sekitar 300 pekerjaan dengan dampak yang banyak diarahkan ke divisi teknologi dan sumber daya manusia.

Persaingan dalam industri hiburan tidak hanya berkaitan dengan jumlah pelanggan, tetapi juga kemampuan perusahaan mempertahankan penonton, mengembangkan konten, serta menemukan sumber pendapatan baru.

Netflix menyatakan tetap akan berinvestasi pada bidang yang dinilai mampu memperkuat layanan dan mendorong pertumbuhan. Karena itu, PHK ini perlu dilihat sebagai bagian dari perubahan organisasi perusahaan, sementara dampak jangka panjangnya terhadap strategi konten dan layanan masih perlu dicermati.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online