Microsoft Tawarkan Program Keluar Sukarela ke 60.000 Karyawan

Newswire
Newswire Selasa, 27 Oktober 2026 21:57 WIB
Microsoft Tawarkan Program Keluar Sukarela ke 60.000 Karyawan

Gedung Kantor Pusat Microsoft di Redmond, Washington, Amerika Serikat. - Wikipedia

Harianjogja.com, JAKARTA—Microsoft Corp. menawarkan program keluar sukarela kepada sekitar 60.000 karyawan di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan India. Program bertajuk Voluntary Exit Offer (VEO) tersebut diumumkan pada Senin (26/10/2026) dan dibuka hingga 31 Desember 2026.

Jumlah karyawan yang menjadi sasaran program itu setara sekitar seperempat dari total tenaga kerja Microsoft. Per Juni 2026, perusahaan teknologi yang berbasis di Redmond tersebut memiliki sekitar 223.000 karyawan penuh waktu. Sejak saat itu, Microsoft juga telah memangkas sekitar 4.800 posisi.

Program ini memberi kesempatan kepada karyawan yang mempertimbangkan kelanjutan karier di luar perusahaan untuk mengundurkan diri secara sukarela dengan dukungan tertentu. Namun, kesempatan tersebut tidak berlaku otomatis bagi seluruh karyawan karena partisipasinya ditentukan berdasarkan kebutuhan masing-masing organisasi.

Program VEO Microsoft Tidak Berlaku untuk Semua Divisi

Tawaran VEO ditujukan kepada karyawan hingga level 70, atau posisi di bawah wakil presiden. Meski cakupannya luas, tidak semua divisi Microsoft akan mengikuti program tersebut.

Keputusan mengenai keikutsertaan karyawan bergantung pada prioritas bisnis, komitmen terhadap pelanggan, serta kebutuhan tenaga kerja di setiap organisasi.

Kepala Sumber Daya Manusia Microsoft, Amy Coleman, menjelaskan program tersebut melalui surat kepada karyawan. Surat itu kemudian dipublikasikan di blog resmi perusahaan dan ditujukan kepada pekerja yang tengah mempertimbangkan masa depan karier di luar Microsoft.

“Karyawan yang mungkin sedang mempertimbangkan masa depan di luar perusahaan, manfaatkan kesempatan untuk meninggalkan Microsoft dengan dukungan finansial dan sumber daya perencanaan karier,” tulis Coleman, dikutip dari The Register, Selasa (27/10/2026).

Coleman belum mengungkapkan besaran kompensasi yang akan diterima karyawan maupun divisi yang terlibat. Rincian lebih lanjut mengenai kelayakan dan penawaran program masih menunggu penjelasan dari organisasi atau divisi masing-masing.

Kompensasi Mirip Pesangon Standar

Microsoft menegaskan VEO bukan program buyout atau pembelian kepergian karyawan dengan insentif tambahan. Paket yang disediakan disebut menyerupai pesangon standar, meskipun sebagian karyawan berpeluang memperoleh perpanjangan asuransi kesehatan dan pemberian saham.

Perusahaan juga tidak menetapkan target jumlah karyawan yang harus mengikuti program tersebut. Karena itu, jumlah peserta yang benar-benar keluar secara sukarela masih belum dapat dipastikan.

Sebagai pembanding, tawaran serupa yang diluncurkan Google pada 2025 diikuti sekitar 3%-5% karyawan yang memenuhi syarat. Jika rasio tersebut digunakan sebagai gambaran, sekitar 1.800 hingga 3.000 karyawan Microsoft berpotensi menerima VEO.

Angka tersebut merupakan perkiraan berdasarkan pembanding program Google, bukan target resmi yang ditetapkan Microsoft. Program VEO Microsoft sendiri dijadwalkan tetap terbuka hingga akhir Desember 2026.

Microsoft Sebut Program Bukan Dampak AI

Pengumuman VEO muncul setelah Microsoft membukukan kinerja keuangan yang solid dalam laporan pendapatan terakhirnya. Perampingan tenaga kerja ketika perusahaan mencatat hasil keuangan kuat juga bukan fenomena baru di industri teknologi global.

Microsoft membantah bahwa program keluar sukarela ini berkaitan dengan otomatisasi atau kecerdasan buatan (AI). Menurut perusahaan, VEO merupakan kelanjutan dari tawaran pensiun dini yang diluncurkan pada April 2026.

Program sebelumnya menyasar sekitar 9.000 karyawan. Microsoft kemudian membuka tawaran baru setelah banyak karyawan lain menyampaikan keinginan untuk mengikuti skema serupa.

Meski demikian, perusahaan belum memberikan perincian mengenai divisi yang dapat berpartisipasi ataupun nilai kompensasi yang akan diterima. Informasi tersebut menjadi salah satu hal yang masih ditunggu karyawan selama periode penawaran berlangsung.

Dengan batas waktu 31 Desember 2026, perkembangan program VEO akan bergantung pada kebijakan masing-masing organisasi dan keputusan karyawan yang memenuhi syarat. Microsoft belum mengumumkan berapa banyak pekerja yang diperkirakan akan mengambil tawaran tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online