Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Jalur Pasar Peternak Unggas
Kemenkop mendukung Pinsar Indonesia mengintegrasikan peternak ayam dan telur dengan Koperasi Merah Putih untuk memperkuat pasar dan pembiayaan.
Ilustrasi wahana luar angkasa/Istimewa-RRI.co.id
Harianjogja.com, ISLAMABAD—Jepang bersiap meluncurkan misi antariksa Martian Moons eXploration (MMX) pada Selasa (20/10/2026) untuk mengungkap asal-usul dua satelit alami Mars, Phobos dan Deimos. Bekerja sama dengan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) akan mengirim wahana yang dirancang mengambil sampel permukaan Phobos dan membawanya kembali ke Bumi pada 2031.
Misi ini dijadwalkan lepas landas menggunakan roket H3 dari Pusat Antariksa Tanegashima di Prefektur Kagoshima, Jepang barat daya. Proyek tersebut menjadi misi antariksa perdana yang menargetkan pendaratan di Phobos, sekaligus membuka peluang bagi ilmuwan untuk meneliti material asli dari satelit alami Mars tersebut.
JAXA memimpin pengembangan tiga modul dalam misi MMX dengan total biaya mencapai 55,3 miliar yen atau setara Rp6,31 triliun. Wahana ini akan membawa perangkat pengambilan sampel, sejumlah instrumen observasi, serta dua kamera berdefinisi super tinggi.
MMX Akan Meneliti Phobos dan Deimos
Mengutip NASA, Jumat (16/10/2026), misi MMX dirancang untuk mempelajari karakteristik Phobos dan Deimos, termasuk menelusuri asal-usul kedua satelit alami Mars tersebut. Selain melakukan pengamatan, wahana ini akan mengumpulkan material permukaan Phobos untuk dibawa pulang ke Bumi.
Wahana MMX diperkirakan tiba di sekitar Mars pada Agustus 2027. Setelah mencapai tujuan, wahana akan memulai pengamatan terhadap kedua satelit tersebut, sedangkan modul yang tiba di Phobos direncanakan melakukan observasi selama tiga tahun.
Pengamatan terperinci akan menjadi bagian penting sebelum pengambilan sampel dilakukan. Pengumpulan material dari permukaan Phobos dijadwalkan paling cepat pada Desember 2028.
NASA Siapkan Instrumen untuk Mengungkap Komposisi Phobos
Dalam kerja sama internasional ini, NASA mendukung keterlibatan ilmuwan Amerika Serikat dalam tim penelitian MMX. Salah satu instrumen yang terlibat adalah MEGANE, yang dirancang mengukur neutron dan sinar gamma yang dipancarkan dari permukaan Phobos.
Hasil pengukuran tersebut diharapkan membantu ilmuwan mengidentifikasi komposisi unsur kimia di Phobos. Informasi itu juga dapat memberikan petunjuk untuk menguji teori mengenai pembentukan satelit alami Mars.
Selain MEGANE, NASA menghadirkan perangkat P-Sampler yang dirancang mengumpulkan material permukaan menggunakan semburan gas nitrogen bertekanan tinggi. Perangkat ini akan melengkapi instrumen milik JAXA yang mengambil sampel dari lapisan lebih dalam.
Kombinasi perangkat tersebut diharapkan memberikan material penelitian dari kedalaman berbeda. Sampel yang diperoleh selanjutnya dapat dianalisis untuk membantu memahami karakteristik dan sejarah pembentukan Phobos.
Asal-usul Dua Satelit Mars Masih Menjadi Misteri
Phobos dan Deimos hingga kini masih menyimpan pertanyaan ilmiah mengenai asal-usulnya. Salah satu teori menyebutkan kedua satelit terbentuk dari material yang terlontar ke orbit akibat tumbukan besar di Mars.
Teori lainnya menyatakan Phobos dan Deimos merupakan asteroid purba yang tertangkap oleh gravitasi Mars miliaran tahun lalu. Kedua kemungkinan tersebut menjadi fokus yang ingin diuji melalui analisis data pengamatan dan sampel dari misi MMX.
Penelitian terhadap material asli Phobos diharapkan membantu ilmuwan membedakan kedua teori tersebut. Temuan dari misi ini juga berpotensi memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai sejarah awal tata surya.
Sampel Phobos Ditargetkan Kembali ke Bumi pada 2031
Setelah pengamatan dan pengambilan sampel selesai, wahana MMX direncanakan membawa material dari Phobos kembali ke Bumi pada 2031. Jadwal tersebut menjadi tahapan akhir dari rangkaian misi yang dimulai dengan peluncuran pada Oktober 2026.
NASA dijadwalkan menerima sekitar 15% dari total sampel yang berhasil dibawa pulang. Material tersebut akan disimpan dan diteliti di Laboratorium Astromaterial Johnson Space Center.
Melalui penelitian sampel, ilmuwan diharapkan dapat memperoleh bukti langsung untuk memahami komposisi Phobos dan menelusuri asal-usulnya. Hasil misi MMX juga diharapkan membantu menjelaskan bagaimana dua satelit alami Mars terbentuk serta memperkaya pengetahuan tentang evolusi awal tata surya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenkop mendukung Pinsar Indonesia mengintegrasikan peternak ayam dan telur dengan Koperasi Merah Putih untuk memperkuat pasar dan pembiayaan.
Boyamin Saiman dari MAKI menduga Nusron Wahid berada di Malaysia saat mangkir dari panggilan KPK terkait dugaan korupsi di ATR/BPN.
Lebih dari 1.800 orang ditangkap setelah demo di Prancis berakhir ricuh. Ratusan petugas terluka dan sejumlah bangunan rusak.
Empat suporter PSS Sleman tewas dalam kecelakaan di Tol Madiun. Bupati Sleman menyampaikan belasungkawa dan mengimbau suporter away menggunakan bus.
Stok Pertalite turun dari 20–23 hari menjadi 16–18 hari. Pengamat mendesak pemerintah memperkuat cadangan dan mengawasi penyaluran BBM.
Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte meninggal dunia pada 18 Oktober 2026. Jenazahnya dijadwalkan dimakamkan di TMPNU Cikeas.