Menaker Sebut Ekonomi Sirkuler Berpotensi Buka 4,4 Juta Lapangan Kerja
Menaker Yassierli menyebut ekonomi sirkuler berpotensi menciptakan 4,4 juta lapangan kerja dan menambah PDB Rp638 triliun hingga 2030.
Ilustrasi wahana luar angkasa/Istimewa-RRI.co.id
Harianjogja.com, AMERIKA SERIKAT—NASA tengah mengembangkan wahana penjelajah atau rover bertenaga nuklir bernama PROMISE yang dirancang untuk mengeksplorasi Kutub Selatan Bulan. Wahana beroda enam tersebut ditargetkan mendarat di satelit alami Bumi itu pada 2028 dengan membawa sejumlah instrumen ilmiah dan teknologi penelitian.
Pengembangan PROMISE menjadi bagian dari upaya NASA mempelajari karakteristik permukaan Bulan, terutama keberadaan es dan potensi sumber daya alam lainnya. Untuk mendukung penelitian tersebut, rover ini akan dilengkapi perangkat pengebor yang mampu mengambil sampel regolit atau lapisan material permukaan Bulan.
Dalam pernyataan resminya, NASA mengungkapkan pengembangan wahana tersebut terus berlanjut. Peluncuran PROMISE ditargetkan berlangsung pada akhir 2028.
"NASA mengumumkan kelanjutan pengembangan Wahana Penjelajah Kutub untuk Pengamatan, Pemetaan, dan Penjelajahan In-Situ (PROMISE). Dengan dilengkapi instrumen ilmiah dan perangkat untuk demonstrasi teknologi, wahana beroda enam ini akan mendarat di Kutub Selatan Bulan. NASA menargetkan peluncuran PROMISE pada akhir 2028," menurut pernyataan NASA seperti dikutip Sputnik, Minggu.
NASA menjelaskan instrumen pengebor pada rover tersebut akan digunakan untuk mengambil regolit. Sampel material itu nantinya menjadi objek penelitian untuk mempelajari es dan sumber daya lain yang terdapat di Bulan.
Misi eksplorasi PROMISE direncanakan berlangsung selama 18 bulan. Selama periode tersebut, wahana akan menjalankan tugas penelitian dan demonstrasi teknologi sesuai dengan tujuan misi.
NASA Berikan Kontrak US$94 Juta kepada Blue Origin
Untuk merealisasikan misi tersebut, NASA telah memberikan kontrak dasar senilai 94 juta dolar AS kepada perusahaan antariksa Blue Origin.
Perusahaan yang didirikan miliarder Jeff Bezos dan berbasis di Amerika Serikat itu mendapat tugas mengirimkan wahana PROMISE menuju Kutub Selatan Bulan.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari pengembangan misi eksplorasi Bulan yang melibatkan perusahaan swasta. Melalui kontrak tersebut, NASA menyiapkan pengiriman rover yang akan menjalankan penelitian ilmiah di permukaan Bulan.
Mengenal NASA dan Perannya dalam Eksplorasi Antariksa
NASA atau National Aeronautics and Space Administration merupakan badan antariksa milik pemerintah Amerika Serikat. Lembaga ini didirikan pada 29 Juli 1958 melalui penandatanganan Undang-Undang Aeronautika dan Antariksa Nasional oleh Presiden Dwight D. Eisenhower.
Pembentukan NASA tidak terlepas dari persaingan antariksa pada era Perang Dingin. Langkah tersebut merupakan respons terhadap keberhasilan Uni Soviet meluncurkan Sputnik 1 pada 1957, yang menjadi satelit pertama di dunia.
Sejak berdiri, NASA berkembang menjadi salah satu lembaga terdepan dalam penelitian sains antariksa, aeronautika, dan eksplorasi luar angkasa.
Visi lembaga tersebut berorientasi pada pengembangan pengetahuan untuk kemakmuran umat manusia sekaligus mendorong penemuan baru di luar angkasa.
Adapun misi utamanya mencakup eksplorasi alam semesta dan tata surya untuk memahami asal-usul Bumi serta mencari tanda-tanda kehidupan di luar Bumi. NASA juga memanfaatkan perspektif antariksa untuk mempelajari perubahan iklim, cuaca, dan kelestarian lingkungan.
Selain penelitian luar angkasa, lembaga tersebut mengembangkan teknologi penerbangan dan kedirgantaraan guna meningkatkan transportasi udara serta keselamatan penerbangan global.
NASA juga membangun kemitraan komersial dan internasional untuk memperluas keberadaan manusia secara berkelanjutan di orbit rendah Bumi dan luar angkasa dalam jangka panjang.
Sejumlah Pencapaian Penting NASA
Dalam perjalanan sejarahnya, NASA telah menghasilkan sejumlah pencapaian besar dalam eksplorasi dan penelitian antariksa.
Salah satu tonggak penting terjadi melalui Program Apollo. Pada 20 Juli 1969, misi Apollo 11 berhasil membawa manusia pertama, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin, mendarat di permukaan Bulan.
NASA juga berkontribusi dalam pengembangan teknologi pengamatan alam semesta melalui Teleskop Luar Angkasa Hubble yang diluncurkan pada 1990 dan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) pada 2021.
Kedua teleskop tersebut merevolusi pengamatan astronomi, termasuk dalam memotret galaksi-galaksi terjauh dan mengamati proses pembentukan bintang baru dengan ketajaman luar biasa.
Di bidang eksplorasi planet, NASA telah mengirimkan sejumlah wahana pendarat dan penjelajah ke Mars. Misi tersebut mencakup Sojourner, Curiosity, hingga Perseverance yang saat ini aktif mencari jejak kehidupan purba dan mengumpulkan sampel batu untuk dibawa kembali ke Bumi.
Pencapaian lainnya adalah keterlibatan NASA dalam pembangunan dan operasional Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Sebagai pemimpin konsorsium internasional, NASA memiliki peran penting dalam pengoperasian laboratorium di orbit Bumi tersebut.
ISS menjadi tempat para astronaut menjalankan berbagai penelitian ilmiah dalam kondisi gravitasi mikro.
Program Artemis dan Rencana Eksplorasi Bulan
Saat ini, salah satu fokus utama NASA adalah Program Artemis. Inisiatif tersebut dirancang untuk mengembalikan manusia ke Bulan, termasuk mengupayakan pendaratan wanita pertama dan astronaut kulit berwarna pertama di permukaan satelit alami Bumi tersebut.
Program Artemis juga diarahkan untuk membangun infrastruktur jangka panjang di Bulan. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi batu loncatan bagi misi berawak menuju Mars pada masa mendatang.
Dalam menjalankan berbagai programnya, NASA berkantor pusat di Washington, D.C. Operasional lembaga tersebut didukung sejumlah pusat penelitian dan fasilitas yang tersebar di berbagai wilayah Amerika Serikat.
Beberapa fasilitas utamanya meliputi Johnson Space Center di Houston yang menjadi pusat pengendalian misi astronaut, Kennedy Space Center di Florida sebagai lokasi peluncuran utama, serta Jet Propulsion Laboratory (JPL) di California yang berfokus pada misi robotik antariksa ke berbagai wilayah di dalam dan luar tata surya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, NASA terus mengembangkan teknologi serta memperluas cakupan penelitian antariksa. Pengembangan PROMISE menjadi salah satu bagian dari upaya eksplorasi tersebut, khususnya untuk mengungkap potensi es dan sumber daya lain di Kutub Selatan Bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menaker Yassierli menyebut ekonomi sirkuler berpotensi menciptakan 4,4 juta lapangan kerja dan menambah PDB Rp638 triliun hingga 2030.
Mentan Amran menegaskan bantuan alsintan gratis dan meminta masyarakat melaporkan dugaan penyimpangan melalui kanal Lapor Pak Amran.
PSS Sleman ditahan Bhayangkara Lampung FC 1-1. Hasil ini membuat Super Elja masih tertahan di peringkat ke-16 zona degradasi dengan lima poin.
Presiden Prabowo bertemu 10 mantan Kapolri di Hambalang, Bogor, Minggu (8/11/2026), untuk bertukar pandangan mengenai berbagai isu.
Polres Kudus mengamankan delapan orang dan menyita 4.000 liter Solar subsidi yang diduga disalahgunakan di Desa Kalirejo.
Kemensos mencatat 1,05 juta agen Perlinsos Digital membantu 18,2 juta keluarga mengakses pendataan bansos berbasis digital.