Temui Erick Thohir Usai Videonya Viral, Ahok: Kritik dan Saran Saya Diterima dengan Baik
Pertemuan tersebut hanya berselang beberapa hari sejak video berisi keluhan Ahok terhadap Pertamina dan Kementerian BUMN beredar di dunia maya.
Model memperlihatkan smartphone terbaru Samsung Galaxy Note 8 pada peluncurannya di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Jumat (29/9/2017)./JIBI-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JAKARTA—Dua vendor telepon seluler (ponsel) terbesar di Indonesia mampu meningkatkan penguasaan pasar sepanjang 2017.
Data IDC menunjukkan Samsung masih mempertahankan diri sebagai pemimpin pasar di Indonesia. Vendor asal Korea Selatan tersebut bahkan bisa meningkatkan pangsa pasar dari 28,8% pada 2016 menjadi 31,8% pada 2017. Di posisi selanjutnya berturut-turut ada Oppo dengan penguasaan pasar 22,9%, Advan (7,7%), Asus (6,5%), dan Vivo (6,0%).
Vice President Samsung Electronics Indonesia Lee Kang Hyun, mengatakan kenaikan pangsa pasar Samsung didorong oleh peningkatan penjualan ponsel Samsung dari seluruh lini.
Lebih lanjut, Lee mengatakanpenjualan ponsel pintar Samsung naik seiring pertumbuhan pasar smartphone di Tanah Air menunjukkan kecederungan yang baik. “Ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi,” ujar Lee, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, vendor ponsel asal China seperti Oppo dan Vivo menggenjot penjualan mengandalkan promosi besar-besaran termasuk melalui penunjukkan duta merek (brand ambassador).
General Manager for Brand and Activation Vivo Indonesia Edi Kusuma mengatakan Vivo saat ini memang berfokus pada pengembangan brand mereka, salah satunya dengan mengadakan acara peluncuran mewah dan menggandeng pesohor papan atas untuk jadi ambassador merek.
“Bagi kami begini, kalau misalnya produk kami bagus dan kami terus mengkomunikasikan [produk kami], maka akan diikuti penjualan yang bagus juga,” jelasnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Selasa (3/4).
Associate Market Analyst IDC Indonesia Risky Febrian mengatakan hambatan rantai suplai dan kompetisi yang semakin ketat menekan suplai barang ke pasar ponsel pintar pada 2017.
Dia menjelaskan, vendor ponsel pintar biasanya menggenjot distribusi pada 3 bulan terakhir setiap tahun untuk mengantispasi permintaan sekitar Natal dan momentum Hari Belanja Online Nasional.
“[Para vendor] tidak dapat melakukannya kali ini sehingga total pengiriman pada kuartal IV/2017 lebih rendah dari yang diharapkan, meskipun ada pertumbuhan signifikan dari vendor teratas," ujar Risky dalam siaran pers, Selasa (3/4/2018).
Pasar ponsel pintar juga terpengaruh oleh penaikan syarat minimal tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dari 20% menjadi 30% yang berlaku mulai 2017. Para pemain utama yang memiliki kapasitas keuangan lebih kuat mampu segera memenuhi persyaratan tersebut, sedangkan vendor lain membutuhkan waktu penyesuaian lebih panjang.
“Di saat siklus penggantian gawai semakin panjang, vendor utama semakin unggul di Indonesia. Vendor lain yang kurang kompetitif, pasarnya tergerus,” kata Risky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Pertemuan tersebut hanya berselang beberapa hari sejak video berisi keluhan Ahok terhadap Pertamina dan Kementerian BUMN beredar di dunia maya.
Jepang umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Yuto Nagatomo kembali, sementara Mitoma dan Minamino absen karena cedera.
Gerindra sidang anggota DPRD Jember yang viral merokok dan main gim saat rapat stunting. Publik menunggu sanksi dari majelis kehormatan.
Relokasi SDN Nglarang Sleman mulai bergerak. Pembangunan gedung baru ditargetkan mulai Mei 2026 akibat proyek Tol Jogja-Solo.
Pemerintah akan bangun 2.000 kampung nelayan di Indonesia. Dilengkapi cold storage dan koperasi untuk tingkatkan kesejahteraan nelayan.
Kebiasaan main HP di toilet lebih dari 15 menit bisa picu wasir dan gangguan pencernaan. Simak penjelasan dokter dan cara mencegahnya.