KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Ilustrasi Facebook./JIBI-Ist
Harianjogja.com, SAN FRANCISCO—Facebook berusaha memulihkan nama baiknya dengan menambahkan fitur unsend agar pengguna merasa aman dengan data privasinya. Fitur terbaru itu memungkinan pengguna menarik kembali pesan atau unsend pesan pribadi mereka.
Dikutip dari Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Senin (9/4/2018), TechCrunch baru-baru ini menemukan raksasa media sosial secara diam-diam menarik atau mengurungkan pengiriman yang dikirim dari eksekutif perusahaan (termasuk Zuckerburg) ke pengguna Facebook lainnya.
Facebook kemudian mengklaim bahwa mereka mencabut pesan-pesan ini dalam upaya untuk "melindungi komunikasi para eksekutif mereka" menyusul peretasan email Sony Pictures pada tahun 2014. "Setelah email Sony Pictures diretas pada tahun 2014, kami membuat sejumlah perubahan untuk melindungi komunikasi para eksekutif kami," kata juru bicara Facebook kepada TechCrunch.
Lebih lanjut perusahaan mengatakan, ini termasuk membatasi periode retensi untuk pesan Mark di Messenger. "Kami melakukannya dengan kepatuhan penuh dengan kewajiban hukum kami untuk menjaga pesan," tambahnya.
Kata-kata perusahaan tampaknya menyarankan penghapusan pesan ini telah direncanakan sebelumnya.
Facebook sekarang tampaknya mengerti bahwa dengan diam-diam menghapus pesan dari obrolan pribadi pengguna mereka bukanlah ide terbaik mengingat situasi mereka saat ini.
Seorang juru bicara Messenger baru-baru ini mengirimkan sebuah pernyataan yang mengklaim "fitur" unsend yang akan diluncurkan untuk semua pengguna di masa mendatang. "Kami telah mendiskusikan fitur ini beberapa kali. Dan orang-orang yang menggunakan fitur pesan rahasia kami dalam versi terenkripsi Messenger memiliki kemampuan untuk mengatur timer - dan menghapus pesannya secara otomatis. Kami sekarang akan membuat fitur hapus pesan yang lebih luas tersedia," tuturnya
"Ini mungkin membutuhkan waktu. Dan hingga fitur ini siap, kami tidak akan lagi menghapus pesan eksekutif apa pun. Kami harus melakukan ini lebih cepat - dan kami menyesal bahwa kami tidak melakukannya," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.