Pemkot Jogja Perkuat Peran Ormas untuk Bantu Warga
Pemkot Jogja memperkuat kolaborasi dengan ormas untuk menangani persoalan sampah, budaya, kerukunan, pendidikan, dan generasi muda.
Stephen Langitan (kiri) bersama Dubes Indonesia untuk India Arto Suryodipuro di KBIR New Delhi, Senin (7/5)./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA -- Dalam perjalanan menuju London, Inggris, pengamat kendaraan roda dua Indonesia Stephen Langitan mampir di New Delhi, India, Senin (7/5/2018).
Stephen singgah di ibu kota India itu setelah menempuh perjalanan sekitar 10.000 kilometer (km) selama 42 hari. Seperti dilaporkan Antara, Selasa (8/5), dia disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk India Arto Suryodipuro di Wisma Duta New Delhi.
Stephen memulai perjalanannya di Jakarta pada 25 Maret 2018 untuk menempuh jarak total 35.000 km ke London. Dalam ekspedisi #KibarkanMerahPutih itu, dia mengendarai sepeda motor buatan Jepang--yang dipasang bendera merah putih di bagian setang--dengan kapasitas mesin 250 cc.
Dari Jakarta, Stephen menyeberang ke Sumatra lalu masuk ke Malaysia dan Thailand. Dia lantas melanjutkan perjalanan melewati Myanmar, Bangladesh, dan tiba di India.
Selanjutnya, Stephen bakal berkendara melalui Pakistan, Iran, dan Turki, sebelum masuk ke Eropa. Perjalanannya diperkirakan berakhir tepat pada 17 Agustus 2018 di London.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkot Jogja memperkuat kolaborasi dengan ormas untuk menangani persoalan sampah, budaya, kerukunan, pendidikan, dan generasi muda.
BLT Kesra tahap 3 Rp900.000 belum masuk rekening? Simak penyebab, syarat pencairan, dan cara cek status penerima melalui Cek Bansos.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Aviary dome Gunungkidul di Giritirto baru 17%. Proyek ditargetkan rampung Desember 2026 dan seluruh kawasan diproyeksikan selesai 2029.
BMKG memprakirakan cuaca berawan hingga hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia serta mengingatkan potensi awan cumulonimbus.