500.000 Pengguna Router Diserang Malware

Chelin Indra Sushmita
Chelin Indra Sushmita Minggu, 27 Mei 2018 20:00 WIB
500.000 Pengguna Router Diserang Malware

Ilustrasi serangan malware (Youtube)

Harianjogja.com, JOGJA—Sedikitnya 500.000 perangkat alat pengirim paket data melalui jaringan Internet (router) di seluruh dunia terancam disusupi malware jenis baru.

Kasus ini diduga muncul akibat serangan siber dengan target Ukraina yang dilakukan Rusia. Pemerintah Ukraina dan Departeman Keamanan Dalam Negeri (DHS) di Amerika Serikat menuding Rusia sebagai dalang di balik serangan siber tersebut.

Seorang pengamat dari perusahaan sistem komputer Cisco, Talos, mengatakan malware yang disebut VPNFilter telah meretas sejumlah perangkat di 54 negara. "Kami telah mengamati VPNFilter, malware yang berpotensi merusak. Malware tersebut aktif menginfeksi host Ukraina," kata Talos seperti dilansir Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari Anadolu Agency, Minggu (27/5/2018).

Kabarnya, serangan tersebut berkaitan dengan Hari Konstitusi Ukraina pada Juni 2018 mendatang atau final Liga Champions 2018, Minggu (27/5/2018). Seperti diketahui, final Liga Champions 2018, Minggu dini hari WIB digelar di Olompiyskiy Stadium, Kiev, Ukraina.

Badan Keamanan Ukraina memperingatkan kemungkinan adanya peretasan besar-besaran terkait VPNFilter yang terjadi menjelang laga final Liga Champions 2018. Malware itu menargetkan router dan sistem lain yang lemah. VPNFilter diperkirakan mampu mematikan dan menghapus perangkat lunak lain.

"Malware dapat memengaruhi beberapa perangkat sekaligus. VPNFilter berpotensi memutus akses Internet ratusan ribu pengguna Internet," terang pihak DHS.

Serangan siber tersebut sebenarya telah terjadi sejak 2014 lalu. Serangan itu muncul setelah Rusia mengambil alih Krimea, hingga merugikan sejumlah negara, khususnya Ukraina. Kali ini, serangan tersebut telah mengalami peningkatan. Beberapa hari belakangan, telah terjadi dua serangan besar di sejumlah perangkat router di Ukraina. Malware itu mengandung pelacak yang mampu mengumpulkan informasi rahasia.

Sampai saat ini, peneliti Cisco belum mengetahui bagaimana perangkat router bisa terserang malware. Setidaknya, malware ini sudah menginfeksi sejumlah perangkat di 54 negara sejak 2016. Oleh sebab itu, mereka meyarankan kepada semua orang untuk lebih berhati-hati menggunakan Internet agar tidak terinfeksi malware.

Adapun cara terbaik untuk mencegah terserang malware adalah dengan rutin mengganti password wifi. Pilih kata sandi yang mudah diingat, namun sulit diretas. Selanjutnya, cek siapa saja yang menggunakan wifi dari perangkat pribadi Anda. Terakhir, gunakan aplikasi untuk memantau siapa saja yang mengakses wifi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Solopos

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online