5G Masih Asing? Ini Penjelasannya

Chelin Indra Sushmita
Chelin Indra Sushmita Senin, 09 Juli 2018 06:00 WIB
5G Masih Asing? Ini Penjelasannya

Ilustrasi teknologi 5G (Tubefilter.com)

Harianjogja.com, JOGJA—Indonesia bersiap menerapkan teknologi generasi kelima atau 5G pada 2019, setelah negara-negara maju mengambil langkah terlebih dulu. Adapun, penerapan 5G tidak akan menggantikan peran 4G sebagai teknologi sebelumnya.

Lalu, apa perbedaan antara teknologi 5G dengan 4G? Dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari Tech Radar, Senin (9/7/2018), 5G adalah teknologi generasi terbaru dari konektivitas Internet seluler. Teknologi ini menawarkan kecepatan akses Internet yang lebih cepat pada perangkat smartphone.

Jaringan ini akan membantu meningkatkan teknologi Internet menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan. Jaringan 5G rencananya diluncurkan di seluruh negara pada 2020. Teknologi ini merupakan kelanjutkan dari jaringan nirkabel yang menumpang pita frekuensi tinggi pada spektrum antara 30 Ghz dan 300 Ghz. Pita frekuensi inilah yang memungkinkan 5G mentransmisikan data lebih besar dan cepat dibandingkan pendahulunya.

5G diklaim memiliki kecepatan yang paling tinggi dibandingkan 1G, 2G, 3G, dan 4G. 1G mulai dikembangkan pada dekade 1970-an dengan kecepatan dua kilobita per detik (Kbps). 1G merupakan jaringan analog yang hanya memungkinkan digunakan untuk komunikasi suara, bukan data.

Sementara teknologi 2G yang dikembangkan pada 1980-an memiliki kecepatan 14,4 sampai 64 Kbps. Selanjutnya, teknologi 3G dikembangkan pada 1990-an berkecepatan dua megabita per detik (Mbps). Terakhir, teknologi 4G dikembangkan pada awal 2000-an dengan kecepatan 2000 Mbps.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Solopos

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online