Bongkar Nalar Hakim dalam Korupsi Kolektif, Sukardi Raih Gelar Doktor
Sukardi meraih gelar doktor di FH UII setelah meneliti nalar hakim dalam pembuktian kesengajaan ganda pada kasus korupsi kolektif.
Ilustrasi Facebook (Time.com)
Harianjogja.com, JOGJA—Facebook menyiapkan rencana khusus untuk aplikasi Dating. Aplikasi itu tidak akan dibuat terpisah tetapi menjadi salah satu fitur terbaru yang akan ada di media sosial (medsos) tersebut.
Saat ini fitur berkencan masih diuji coba oleh tim mereka, belum dilempar ke publik. Dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari laman Tech Crunch, disebutkan Facebook Dating akan mendeteksi orang-orang yang juga mengaktifkan fitur ini untuk mempertemukan satu sama lain. Aktivitas di Dating tidak akan muncul di News Feed pengguna.
Dikutip Antara dari Phone Arena, Selasa (7/8/2018), calon teman kencan akan diberikan berdasarkan informasi yang tertera di Facebook. Fitur ini juga akan memberikan Grup atau Acara .
Cara kerja fitur Dating di Facebook berbeda dengan aplikasi Tinder yang terkenal dengan swipe atau geser untuk menemukan teman kencan. Setelah menemukan teman berdasarkan informasi di Facebook dan tertarik untuk menngobrol, mereka bisa melanjutkannya melalui Messenger atau Whatsapp.
Facebook akan membatasi jumlah memberikan tanda tertarik ke sesama pengguna fitur Dating untuk mencegah spam. Jika pengguna memblokir orang lewat Dating, akun tersebut tidak otomatis juga terblokir di Facebook reguler.
Fitur Dating ini hanya dapat diakses oleh pengguna yang berusia di atas 18 tahun, terutama di Amerika Serikat, sementara di negara lain akan mengikuti peraturan mengenai batas usia dewasa.
Facebook diperkirakan tidak akan membuat layanan berbayar untuk fitur ini dan untuk sementara, mereka tidak akan memasukkan iklan ke Dating.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Sukardi meraih gelar doktor di FH UII setelah meneliti nalar hakim dalam pembuktian kesengajaan ganda pada kasus korupsi kolektif.
BMKG mencatat 1.598 gempa susulan setelah gempa M7,7 mengguncang NTT. Gempa terbesar M6,2 dan aktivitas diprediksi meluruh 2–3 pekan.
Cuaca panas dan polusi udara saat kemarau dapat memicu ISPA. Dokter membagikan cara menjaga kesehatan pernapasan dan daya tahan tubuh.
Savia Aulia Rahmawati, sinden cilik asal Ciledug, tampil di Istana saat HUT ke-81 RI dan mendapat respons positif dari Presiden Prabowo.
Tujuh orang meninggal dan beberapa lainnya terluka akibat desak-desakan di sebuah kuil di Bihar, India, setelah tiang listrik roboh.
Hari ketiga pencarian warga hilang di Hutan Pathuk Turi, Sleman, SAR gabungan menerjunkan delapan SRU dan tim vertikal.