Bupati Muara Enim Edison Siapkan Rp1,6 M untuk Suap Auditor BPK
Bupati Muara Enim Edison diduga terlibat suap audit BPK Rp1,6 miliar. KPK ungkap skema korupsi proyek pendidikan dan aliran dana.
Aplikasi Cari Temu Basarnas. (Istimewa/Google Play)
Harianjogja.com, JAKARTA - Aplikasi telepon seluler (ponsel) bernama Cari Temu diluncurkan Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas ) pada Oktober 2018. Aplikasi itu dapat digunakan untuk membantu masyarakat dalam mencari dan menemukan kembali anggota keluarga yang hilang dalam bencana.
Kepala Biro Teknologi Informasi dan Pelaporan Baznas Achmad Setio Adinugroho seperti diberitakan Antara, mengatakan aplikasi ini dapat diunduh secara gratis di Google Play Store. Menurut dia, aplikasi ini menjadi bagian dari program Baznas Tanggap Bencana (BTB) dalam melayani korban terdampak bencana.
Keberadaan aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat melaporkan anggota keluarganya yang hilang, serta menampung informasi jika ada pengguna aplikasi yang menemukan orang hilang.
Informasi yang masuk kemudian akan diolah oleh sistem sehingga pengguna dapat menemukan orang yang dicari. "Kami berharap aplikasi ini akan melahirkan gagasan lain yang memudahkan korban hilang dalam bencana dan peristiwa-peristiwa darurat yang lain," kata Achmad sebagaimana dilansir Suara.com, Kamis (27/12/2018).
Aplikasi Cari Temu ini memiliki empat fitur utama yaitu melaporkan orang hilang, melaporkan penemuan orang hilang dari yang telah dilaporkan, mencari orang hilang dari yang telah dilaporkan dan mengirimkan informasi lokasi.
Achmad Setio mengatakan, di halaman pertama aplikasi ini, pengguna langsung dapat memasukkan nama orang yang sedang dicari dan mengisi data tentang ciri-cirinya.
Hal yang sama juga berlaku bagi masyarakat yang menemukan orang yang tersesat, pengguna dapat melaporkannya melalui aplikasi ini dengan memilih menu "found" di dalam aplikasi.
"Semua fitur ini dapat digunakan oleh publik tetapi tetap dalam monitor Baznas Tanggap Bencana (BTB), harapannya aplikasi ini dapat membantu mengorganisir informasi pencarian orang hilang sehingga tidak lagi sulit mencari dan melaporkan orang hilang akibat bencana," kata Achmad Setio.
Ia mengatakan, pada tahap awal, aplikasi ini hanya mengandalkan laporan masyarakat. Namun nantinya akan dikembangkan untuk dapat terintegrasi dengan lembaga atau organisasi lainnya yang memiliki informasi tentang orang hilang dan tidak terbatas penggunaannya hanya pada saat bencana saja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Bupati Muara Enim Edison diduga terlibat suap audit BPK Rp1,6 miliar. KPK ungkap skema korupsi proyek pendidikan dan aliran dana.
Polres Bantul menangkap empat tersangka kasus peredaran psikotropika dan menyita 118 tablet berbagai jenis dalam operasi di Pandak dan Sewon
Video kecelakaan Tesla, BYD, dan Xiaomi sering viral di media sosial. Pakar menilai fenomena itu lebih dipengaruhi algoritma dibanding kualitas kendaraa
Alexander Isak jadi man of the match Swedia vs Tunisia: 1 gol + 2 assist, rating 8,8. Simak perannya di kemenangan 5-1.
Kemenkeu mengusulkan pagu indikatif Rp49,8 triliun untuk 2027. Anggaran difokuskan pada stabilitas fiskal, layanan publik, dan transformasi ekonomi.
Investor asal Tiongkok menyuntikkan dana investasi senilai kurang lebih Rp15 triliun untuk pengembangan industri kendaraan listrik atau elecric vehicle (EV) di