Kasus Covid-19 Mereda, Inggris Mulai Longgarkan Lockdown
Perdana Menteri Boris Johnson siap melancarkan pelonggaran lebih lanjut untuk kegiatan perekonomian Inggris seiring dengan menurunnya angka kasus baru Covid-19.
Seorang pembeli mencoba membandingkan ukuran iPhone XS Max dan iPhone XS di gerai Apple Singapura Jumat (21/9/2018)./Reuters-Edgar Su
Harianjogja.com, JAKARTA – Setelah memangkas proyeksi penjualan kuartalannya, Apple dikabarkan telah mengurangi rencana produksi tiga model iPhone barunya sekitar 10% untuk kuartal pertama tahun ini.
Mengutip informasi sumber terkait, Nikkei Asian Review, Kamis (10/1/2019), melaporkan bahwa Apple telah meminta pemasok-pemasoknya pada akhir bulan lalu untuk memproduksi model XS, XS Max, dan XR lebih sedikit dari yang direncanakan.
Volume produksi yang direncanakan secara keseluruhan untuk model iPhone lama dan baru kemungkinan akan dipangkas menjadi kisaran 40 juta hingga 43 juta unit untuk kuartal sepanjang Januari-Maret, dari rencana sebelumnya sebesar 47 juta hingga 48 juta unit.
Laporan ini muncul setelah pemasok chip, Samsung Electronics Co. Ltd. dan Skyworks Solutions Inc. mengisyaratkan lesunya permintaan chip untuk smartphone pada kuartal pertama.
Pemasok iPhone Apple, di antaranya adalah Taiwan Hon Hai Precision Industry Co Ltd (Foxconn) dan Pegatron Corp. Pegatron menolak mengomentari laporan tersebut ketika dihubungi oleh Reuters, sementara Foxconn belum menyampaikan respons apa pun.
Menurut Nikkei, permintaan itu dibuat sebelum Apple mengumumkan penurunan proyeksi penjualannya pekan lalu.
Pada Rabu (2/1/2019) Apple memangkas perkiraan nilai penjualan menjadi sekitar US$84 miliar pada kuartal yang berakhir 29 Desember 2018. Perkiraan ini lebih kecil dari perkiraan sebelumnya yakni sebesar US$89 miliar hingga US$93 miliar.
Dalam pernyataannya, CEO Apple Tim Cook mengaitkan sebagian besar prospek penjualan yang lebih suram dengan ekonomi Tiongkok yang terdampak ketegangan perdagangan dengan AS sehingga memengaruhi permintaan dari negara tersebut.
Firma riset pasar Canalys memperkirakan penurunan jumlah pengiriman sebesar 12% di Tiongkok tahun lalu dan memperkirakan pengiriman smartphone akan mengalami penurunan lebih lanjut sebesar 3% pada 2019 menjadi di bawah 400 juta unit untuk pertama kalinya sejak 2014.
Beberapa pihak berpendapat tergerusnya permintaan untuk iPhone di Tiongkok menunjukkan bahwa produk unggulan Apple ini telah terdampak harganya yang tinggi serta memanasnya persaingan dari ponsel lebih murah dan sebanding di pasar terbesar dunia tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Perdana Menteri Boris Johnson siap melancarkan pelonggaran lebih lanjut untuk kegiatan perekonomian Inggris seiring dengan menurunnya angka kasus baru Covid-19.
Ratusan warga Parangjoro Sukoharjo menggelar doa bersama terkait polemik izin warung kuliner nonhalal di Dusun Sudimoro.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.