Advertisement
INILAH INFO TAK PENTING DAN MENJENGKELKAN di Media Sosial
Advertisement
[caption id="attachment_393987" align="alignleft" width="300"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/04/05/inilah-info-tak-penting-dan-menjengkelkan-di-media-sosial-393986/media-sosial-ponsel-300x211" rel="attachment wp-att-393987">http://images.harianjogja.com/2013/04/media-sosial-ponsel-300x211.jpg" alt="" width="300" height="211" /> Ilustrasi/Socialtikmag[/caption]
Media sosial memang merupakan tempat bagi siapa saja untuk berbagi informasi. Tapi tak jarang juga orang yang memiliki kebiasaan berbagi info yang tidak penting dan cukup menjengkelkan di media sosial.
Advertisement
Berikut adalah enam info di antaranya seperti yang dilansir laman The Sun.
1. Pecandu Check-in
Terdapat dua kelompok orang yang menyukai check-in atau menandai dimana mereka berada. Pertama, orang-orang yang sengaja membiarkan teman-teman mereka mengetahui setiap gerakannya sehingga terkadang membuat bosan para pembaca. Kedua adalah orang-orang yang membiarkan seluruh dunia tahu bahwa mereka memiliki kehidupan sosial yang berkembang.
2. Para pembual politik
Banyak yang mengatakan ada dua hal yang harus Anda hindari, berbicara tentang agama di pesta makan malam dan politik. Namun, tampaknya media sosial telah melawan tren tersebut. Berbagai media sosial terlihat seperti kotak sabun yang melampiaskan berbagai pandangan politik layaknya tempat seorang revolusioner.
3. Lirik Lagu
Banyak orang yang menghargai sebuah lirik lagu yang bagus, namun apabila terdapat postingan lirik yang hadir secara terus menerus dengan hanya untuk menunjukkan bahwa itu adalah lagu Justin Bieber, tentu saja hal tersebut menjadi hal yang menjengkelkan.
4. Menjadi pemberi media informasi yang berlebihan
Mengapresiasikan pandangan anda pada media sosial menjadi sesuatu yang dapat membuat anda terlihat berwawasan luas terhadap dunia. Namun, terkadang banyak yang berusaha mengumbar kebaikan atau kekurangan orang-orang di sekitarnya sehingga terlihat memberikan informasi yang tidak penting. Di sisi lain, terdapat juga orang-orang yang suka meng-update apa yang dilakukannya saat itu, seperti sedang lelah karena habis ke gym atau sedang menuju dapur untuk menikmati segelas jus jeruk.
5. Membicarakan orang ketiga
Membicarakan orang-orang yang tidak disebutkan identitasnya terkadang membuat beberapa pihak merasa dan akhirnya dapat tersinggung meskipun tidak jelas kebenarannya.
6. Pengguna Tag yang salah
Banyak pengguna yang menyalah artikan sebuah hashtag atau “#”. Tag yang seharusnya digunakan untuk melanjutkan diskusi tersebut, terkadang menghabiskan 140 karakter yang tersedia dengan berbagai tag yang tidak diperlukan.
Jadi, apakah anda sudah siap membersihkan media sosial pribadi anda yang penuh dengan postingan atau informasi yang menyebalkan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bocah 9 Tahun Meninggal Dunia Akibat Ledakan Petasan di Semarang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Prakiraan Cuaca Hari Ini: Hujan Dominasi Seluruh Kabupaten di DIY
- KA Prameks Kutoarjo Jogja Operasikan Empat Perjalanan pada Jumat
- Kampanye Keselamatan, Komisi A DPRD DIY Ajak Pemudik Cek Kendaraan
- Jemaah Salat Id di Masjid Gedhe Meluber hingga Sekitar Alun-Alun
- Salat Id di Gumuk Pasir Bantul, Umat Muslim Diajak Pererat Persatuan
Advertisement
Advertisement




