Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bripka E
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Huawei Mate 20. (Istimewa)
Harianjogja.com, BEIJING—Huawei tampaknya telah menetapkan inovasi baru dalam layar smartphone miliknya, Huawei Mate 20. Inovasi baru tersebut merupakan layar notch mini yang mirip dengan tetes air atau "waterdrop". Tampilan ini memang bukan yang pertama, sebelumnya Oppo F9 juga menampilkan desain tersebut.
Dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari T3, Selasa (9/10/2018), tidak hanya sampai di situ, ponsel juga tampaknya akan memiliki desain bezel tipis. Sementara itu, ponsel yang lebih unggul, Mate 20 Pro akan mengusung layar lebih besar yakni LCD 6,4 inci dengan resolusi 2244 x 1080.
Handset juga akan dibekali dengan prosesor terbaru yakni, Kirin 980 octa core, serta konfigurasi penyimpanan RAM 8GB dan memori internal 512GB. Untuk kapasitas baterainya, ponsel akan dibekali daya 4.000 mAh.
Namun sayangnya, ponsel kabarnya tak dilengkapi dengan pengenalan wajah (Face ID) karena kurangnya sensor. Sebaliknya akan ada sensor sidik jari yang terletak di bawah kamera belakang. Kamera belakangnya sendiri disisipi 3 lensa dengan lampu kilat LED.
Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro diharapkan akan diluncurkan pada 16 Oktober.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Pemerintah membahas kelanjutan Otsus Aceh yang berakhir 2027, termasuk opsi dana 2,5% dan kemungkinan tanpa batas waktu.
Kejagung memeriksa lima pegawai Kemenhut sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi transfer pricing PT TPL periode 2008-2025.
DPRD Bantul telah membahas 7 dari 12 Raperda 2026. Lima Raperda tersisa ditargetkan rampung dibahas hingga akhir tahun.
Pengamat UGM menilai mismatch kompetensi dan kebutuhan industri memicu pengangguran terdidik serta mendorong penguatan pelatihan vokasi.
Pengadaan sumber air permanen di Kulonprogo membutuhkan Rp300 juta-Rp800 juta. APBD terbatas, perluasan SPAM mengandalkan Danais.