SIM Card Wajib Biometrik, Pelanggan Keluhkan Harga dan Verifikasi
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Huawei Mate 20. (Istimewa)
Harianjogja.com, BEIJING—Huawei tampaknya telah menetapkan inovasi baru dalam layar smartphone miliknya, Huawei Mate 20. Inovasi baru tersebut merupakan layar notch mini yang mirip dengan tetes air atau "waterdrop". Tampilan ini memang bukan yang pertama, sebelumnya Oppo F9 juga menampilkan desain tersebut.
Dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari T3, Selasa (9/10/2018), tidak hanya sampai di situ, ponsel juga tampaknya akan memiliki desain bezel tipis. Sementara itu, ponsel yang lebih unggul, Mate 20 Pro akan mengusung layar lebih besar yakni LCD 6,4 inci dengan resolusi 2244 x 1080.
Handset juga akan dibekali dengan prosesor terbaru yakni, Kirin 980 octa core, serta konfigurasi penyimpanan RAM 8GB dan memori internal 512GB. Untuk kapasitas baterainya, ponsel akan dibekali daya 4.000 mAh.
Namun sayangnya, ponsel kabarnya tak dilengkapi dengan pengenalan wajah (Face ID) karena kurangnya sensor. Sebaliknya akan ada sensor sidik jari yang terletak di bawah kamera belakang. Kamera belakangnya sendiri disisipi 3 lensa dengan lampu kilat LED.
Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro diharapkan akan diluncurkan pada 16 Oktober.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 14 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 14 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.
DP3 Sleman meminta petani menyesuaikan komoditas dan varietas tanaman dengan ketersediaan air untuk mengantisipasi kemarau panjang hingga Oktober 2026.