Geopark Jogja Didorong Tembus Pengakuan Dunia
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyiapkan berbagai langkah strategis agar Geopark Jogja dapat naik level menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp)
Ilustrasi berkendara-Ist
Harianjogja.com, JOGJA– Wilayah Yogyakarta, Kedu, dan Banyumas sudah memasuki musim kemarau di pertengahan tahun 2020 ini. Tak heran cuaca di siang hari dirasakan sangat panas dan di malam hari berubah menjadi dingin. Hal tersebut perlu menjadi perhatian bagi para bikers dan masyarakat umum yang sehari-hari mengandalkan sepeda motor sebagai alat transportasinya.
“Pada musim kemarau pengendara sepeda motor sangat rawan terpapar teriknya sinar matahari serta hembusan angin berdebu. Agar aktivitas berkendara dapat dilakukan dengan aman dan nyaman, hal tersebut perlu disikapi dengan melakukan beberapa hal sederhana,” ungkap Muhammad Ali Iqbal Community Developmnet & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta.
Beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh bikers sebelum berkendara di musim kemarau antara lain adalah:
1. Pilih jaket berwarna cerah dengan sirkulasi udara yang baik.
Gunakan jaket berwarna cerah seperti merah, orangye, kuning, biru muda, dan warna cerah lainnya. Jaket dengan warna yang cerah tidak mudah menyerap panas sehingga pengendara sepeda motor tidak mudah gerah dan dapat berkendara dengan lebih nyaman.
Di malam hari, jaket berwarna cerah dapat membantu pengendara lain mengetahui posisi pengendara di jalan raya. Selain itu pilih juga jaket yang memiliki saluran udara yang baik agar panas tubuh dapat keluar.
2. Cukup minum untuk memenuhi kebutuhan cairan.
Pada musim kemarau yang panas, pengendara sepeda motor akan lebih mudah berkeringat dan kehilangan cairan tubuh. Jika tubuh kekurangan cairan maka pengendara akan lebih mudah lemas dan kehilangan fokus. Hal tersebut bisa membahayakan saat pengendara mengendarai sepeda motor di jalan raya.
3. Cukup istirahat saat perjalanan jauh.
Sangat penting bagi pengendara sepeda motor untuk beristirahat dalam perjalanan. Khususnya saat melakukan perjalanan jauh / antar kota. Di tengah cuaca yang panas, tubuh manusia menjadi lebih mudah lelah dan kehabisan tenaga.
4. Selalu gunakan masker atau buff.
Di era kebiasaan yang baru, masker menjadi salah satu hal yang tidak terpisahkan dari berbagai aktivitas sehari-hari. Hal ini juga harus dipertahankan saat berkendara sepeda motor di musim kemarau. Selain melindungi dari paparan virus, masker juga dapat melindungi wajah dari paparan sinar matahari dan debu di jalanan. Untuk pengendara sepeda motor yang mengenakan helm fullface, masker dapat diganti dengan menggunakan buff.
5. Pastikan sepeda motor dalam kondisi prima.
Sangat tidak nyaman jika sepeda motor tiba-tiba mogok atau bermasalah saat digunakan di tengah terik matahari. Oleh karena itu selalu lakukan pemeriksaan dan perawatan rutin di bengkel AHASS agar sepeda motor dalam kondisi prima.
“Beberapa hal tersebut merupakan hal sederhana yang dapat kita lakukan agar tetap aman dan nyaman berkendara di musim kemarau. Mari selalu berupaya untuk #Cari_Aman dengan menggunakan perlengkapan berkendara secara lengkap dan mematuhi peraturan lalu lintas. ” tutup Muhammad Ali Iqbal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyiapkan berbagai langkah strategis agar Geopark Jogja dapat naik level menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp)
Volkswagen menunda peluncuran Golf EV hingga akhir dekade sambil fokus mengembangkan lini mobil listrik seri ID.
Maverick Viñales kembali tampil di MotoGP Catalunya 2026 setelah absen tiga seri akibat operasi bahu.
Tips traveling aman saat gelombang panas agar terhindar dari dehidrasi, heatstroke, dan kelelahan selama liburan.
Oscar Piastri diingatkan agar tidak terburu-buru meninggalkan McLaren meski masuk radar Red Bull Racing.
Konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu performa seksual, mulai dari sulit ereksi hingga menurunnya sensitivitas tubuh.