Akademisi dan MPR Soroti Penerapan Otonomi Daerah dan Pengelolaan SDA
MPR RI dan UII mengevaluasi implementasi UUD 1945, otonomi daerah, serta pengelolaan SDA untuk memperkuat kebijakan nasional.
Mahasiswa menunjukkan aplikasi Conect yang bsia merekam daftar riwayat hidup. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jogja berhasil menciptakan sebuah aplikasi untuk merekam curriculum vitae atau daftar riwayat hidup seseorang. Aplikasi bernama Conect ini memudahkan penggunanya dalam melakukan personal branding dan menjadi referensi untuk mencari pekerjaan.
Salah satu pendiri Conect Alifatullah menjelaskan aplikasi tersebut diciptakan bersama beberapa mahasiswa lain untuk membangun personal branding yang nyata dan mendalam. Cara kerjanya dengan menerbitkan single identify dengan beberapa keunggulan data. Aplikasi tersebut bisa menghadirkan sistem yang dapat memverifikasi data, kebenaran dan dan terintegrasi dengan organisasi profit maupun non profit.
BACA JUGA : Mahasiswa UNY Bikin Aplikasi untuk Mengurangi Aksi Klithih
“C-Identity ini tidak hanya untuk individual tetapi juga bisa menerbitkan identitas untuk keluarga dan identitas organisasi. Untuk mendapatkan aplikasi masih kami pasang di website kami,” kata mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) semester VII ini.
Ia menambahkan aplikasi ini memudahkan penggunanya tanpa harus menginput daftar riwayat hidup secara manual ketika sewaktu-waktu dibutuhkan. Selain itu dapat dicek validitas data dan bisa terintegrasi dengan organisasi maupun perusahaan.
“Jadi daftar riwayat hidup ini hanya cukup diinput sekali, kemudian secara otomatis dapat terupdate otomatis di aplikasi tersebut dan terpenting dapat terverifikasi kebenarannya dari berbagai pihak,” katanya.
Menurutnya aplikasi ini cocok untuk pencari kerja, karena dengan dilampirkannya data lewat aplikasi tersebut maka dapat dipercaya oleh pihak yang membuka lowongan kerja.
BACA JUGA : Kabar Gembira, Mahasiswa Luar Daerah Bisa Vaksin
Aplikasi itu kemudian secara bersama-sama diluncurkan oleh PT Wesclic Indonesia Neotech pada Jumat (28/10/2021). Komisaris Weslic Yanakaryan mengatakan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jogja ikut berperan dalam aplikasi seperti UMY, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas, Universitas Amikom dan Universitas Aisyiyah. Para mahasiswa tersebut rata-rata memiliki kemampuan akademik yang unggul di kampusnya dan mereka mendapatkan beasiswa dalam menempuh kuliah.
“Kami tentu berharap pemerintah memberikan respons positif terhadap karya anak bangsa, mereka membuatnya lewat proses kreatif,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MPR RI dan UII mengevaluasi implementasi UUD 1945, otonomi daerah, serta pengelolaan SDA untuk memperkuat kebijakan nasional.
Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan Sekolah Rakyat memberi akses pendidikan layak bagi lebih dari 43 ribu anak hingga Agustus 2026.
Profil Jorge Messi, ayah sekaligus manajer Lionel Messi yang berperan dalam karier, kontrak, bisnis, hingga perjalanan Messi ke Barcelona.
PSS Sleman menang 1-0 atas Kendal Tornado FC. Pieter Huistra puas memberi menit bermain 45 menit kepada dua komposisi tim berbeda.
Penembakan terjadi sekitar 500 meter dari pintu masuk FBLB 2026 di Walesi. Dua warga sipil terluka dan dirawat di RSUD Wamena.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.