AS Cabut Visa Dubes Brasil, Sengketa Diplomatik dengan Braslia Memana
AS mencabut visa Dubes Brasil setelah Brasília menunda persetujuan calon dubes AS dan menolak visa dua pejabat senior Washington.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA — Kecanggihan kamera ponsel sudah tidak diragukan lagi, merekam video untuk film bahkan bisa dilakukan hanya dengan ponsel.
Sutradara Andri Cung, yang membuat webseries "My New Rules of Journey" untuk program Samsung Galaxy Movie Studio 2022, menggunakan Galaxy S22 Ultra 5G selama pengambilan gambar untuk serial tersebut. Dia membagikan sejumlah tips agar ponsel bisa digunakan maksimal untuk membuat film.
1. Teknologi Cinematic Camera Movement untuk adegan bergerak
Andri Cung mengalami tantangan mengambil gambar berlatar alam, dia perlu merekam adegan bergerak, misalnya mengikuti pemain berlarian bersama anak-anak di kampung adat sampai adegan di dalam mobil.
Untuk adegan seperti ini, dia mengandalkan teknologi Cinematic Camera Movement pada kamera belakang untuk menghasilkan gambar yang mulus, stabil dan minim gerakan. Kemampuan kamera Galaxy S22 Ultra 5G ini, menurut Andri, bisa membuat gambar lebih hidup dan dinamis.
2. Fitur auto framerate saat cahaya terik
Lokasi pengambilan gambar webseries "My New Rules of Journey" berada di Sumba, Nusa Tenggara Timur, yang mendapat cahaya matahari terik. Cahaya yang terik bisa membuat hasil rekaman overexposure atau terlalu cerah.
Ponsel Galaxy S22 Ultra 5G me miliki fitur auto framerate yang bisa menyesuaikan tingkat kecerahan saat merekam gambar. Ketika berada pada kondisi cahaya terik, kamera bisa menyesuaikan fps dan shutter speed agar bisa mendapatkan kecerahan yang pas dan menangkap detail dengan baik.
3. Fitur Nightography
Tidak hanya cahaya yang terik, mengambil gambar saat cahaya redup juga memberikan tantangan tersendiri. Andri perlu mengambil gambar suasana senja di Sumba.
"Golden hour itu waktunya sangat pendek sekali karena hanya dalam hitungan menit, momennya bisa hilang," kata Andri Cung.
Fitur Nightography bisa digunakan untuk mengambil gambar sedekat warna aslinya. Ponsel akan memaksimalkan pencahayaan alami di lingkungan sekitar ketika kondisi minim cahaya.
4. Baterai dan layar yang besar
Merekam film sudah pasti dilakukan dalam waktu yang lama, mulai pagi hingga larut malam. Oleh karena itu, dibutuhkan ponsel dengan daya baterai besar dan tahan lama.
Selain itu, diperlukan juga layar yang kaya warna dan bisa memuat rincian agar hasil rekaman jernih.
5. Mode Pro
Selama pengambilam gambar, Andri menggunakan Mode Pro agar leluasa mengatur setelan kamera, seperti ISO, shutter speed dan white balance. Mode Pro pada Galaxy S22 Ultra 5G juga memiliki pengaturan untuk mikrofon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
AS mencabut visa Dubes Brasil setelah Brasília menunda persetujuan calon dubes AS dan menolak visa dua pejabat senior Washington.
Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah menyiapkan kontrak jangka panjang impor minyak mentah dari Rusia melalui Lemigas untuk ketahanan energi.
LKPP menegaskan pengadaan barang dan jasa menjadi penentu keberhasilan pembangunan serta mendorong UMKM masuk ekosistem digital di GPFE 2026.
Sri Mulyani ditunjuk sebagai Ketua Bersama pengisian dana IDA22 Bank Dunia untuk memimpin dukungan pembiayaan bagi negara berpendapatan rendah.
Kebakaran lahan di Gunungkidul melonjak menjadi 28 kasus hingga Agustus 2026. Dua lansia meninggal dan 20,7 hektare lahan terbakar.
Bakom menyebut program Jargas membantu rumah tangga menghemat hingga Rp900.000 per tahun sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.