Advertisement

Kuartal Pertama 2022, Indonesia Hadapi 11 Juta Serangan Siber

Jumali
Rabu, 27 April 2022 - 05:47 WIB
Jumali
Kuartal Pertama 2022, Indonesia Hadapi 11 Juta Serangan Siber Ilustrasi peretasan - Pixabay

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Perusahaan keamanan siber Kaspersky mencatat Indonesia menghadapi lebih dari 11 juta serangan siber pada kuartal pertama 2022.

"Tren itu juga harus disambut dengan kewaspadaan dari semua pihak yang terlibat, karena para pelaku kejahatan siber selalu menunggu tren berikutnya untuk dieksploitasi," kata Manajer Umum Kaspersky Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong, dalam siaran pers, Selasa (26/4/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Maraknya ancaman siber ini dipicu banyak orang yang menggunakan dunia maya, seperti untuk NFT, metaverse, transaksi aset kripto dan adopsi investasi di kalangan anak muda.

Kaspersky mencatat pada periode Januari sampai Maret 2022, produk mereka mendeteksi dan memblokir 11.802.558 ancaman siber yang berbeda. Jumlah ini meningkat 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terdapat 9.639.740 serangan siber pada 2021.

Meski demikian, jumlah serangan siber kuartal pertama 2022 turun 2 persen dibandingkan kuartal keempat (Oktober-Desember) 2021.

Berdasarkan statistik ini, Kaspersky mencatat Indonesia berada di urutan teratas di wilayah Asia Tenggara dan 60 di dunia dalam hal bahaya yang ditimbulkan dari berselancar di internet.

Kaspersky mengingatkan masyarakat untuk berpikir ulang sebelum mengklik tautan yang mencurigakan dari email atau pesan teks. Jika tidak mengenal pengirim, jangan membuka pesan tersebut.

Ketika memasang aplikasi, hanya unduh dari tempat resmi seperti Google Playdan App Store. Meski pun tidak terjamin 100 persen aman, risiko menghadapi serangan siber, seperti malware Trojan akan jauh lebih rendah.

Kebiasaan memperbarui sistem operasi dan aplikasi bisa membantu menjaga keamanan data dan perangkat. Pembaruan sistem akan menambal kerentanan dari versi sebelumnya.

Selalu gunakan koneksi yang aman ketika menggunakan internet. Hindari mengakses bank atau layanan penting lainnya menggunakan WiFi publik.

Terakhir, hati-hati dengan peranti lunak antivirus gratis dari sumber yang tidak jelas, bisa jadi ialah malware yang menyamar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Garuda Indonesia Buka Opsi Penggunaan Jilbab untuk Pramugari

News
| Sabtu, 04 Februari 2023, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Sungai Ini Punya Air Super Jernih, Hingga Perahu yang Melintas Seperti Melayang di Udara

Wisata
| Sabtu, 04 Februari 2023, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement