Derby della Madonnina Memanas, AC Milan Tekuk Inter 3-1
AC Milan mengalahkan Inter Milan 3-1 dalam Derby della Madonnina. Christian Pulisic, Adrien Rabiot, dan Diego Moreira menjadi pencetak gol.
Foto ilustrasi Whatssapp. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus WhatsApp diretas masih menjadi ancaman yang perlu diwaspadai pengguna aplikasi perpesanan. Seiring meningkatnya aktivitas digital, berbagai modus peretasan akun WhatsApp terus berkembang dan dapat mengakibatkan kebocoran data pribadi maupun penyalahgunaan identitas pemilik akun.
Salah satu langkah penting untuk mencegah kerugian lebih besar adalah mengenali gejala awal ketika akun WhatsApp diretas. Beberapa tanda dapat muncul dari aktivitas yang tidak biasa, perubahan pengaturan tanpa izin, hingga munculnya perangkat asing yang terhubung ke akun.
Ciri yang paling mudah dikenali saat WhatsApp diretas adalah adanya aktivitas pesan yang tidak pernah dilakukan oleh pemilik akun. Misalnya, pesan masuk sudah berstatus terbaca meskipun belum dibuka atau terdapat pesan keluar yang tidak pernah dikirim sebelumnya. Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi bahwa akun sedang diakses oleh pihak lain tanpa izin.
Pengguna juga perlu meningkatkan kewaspadaan apabila akun WhatsApp tiba-tiba keluar sendiri dari perangkat. Karena WhatsApp hanya dapat digunakan pada satu ponsel utama dalam satu waktu, notifikasi bahwa nomor sudah tidak terdaftar di perangkat dapat menjadi tanda adanya upaya pengambilalihan akun oleh pihak lain.
Selain itu, fitur WhatsApp Web atau Perangkat Tertaut (Linked Devices) perlu diperiksa secara berkala. Kehadiran perangkat yang tidak dikenal dalam daftar tersebut berpotensi menunjukkan adanya aktivitas pemantauan atau akses tidak sah terhadap akun WhatsApp.
Gejala lain yang sering luput dari perhatian adalah baterai ponsel yang lebih cepat habis dan penggunaan kuota internet yang meningkat secara tidak normal. Beberapa aplikasi pemantau bekerja di latar belakang dan terus mengirimkan data sehingga menguras daya baterai serta konsumsi data internet.
Perubahan foto profil, nama akun, maupun status WhatsApp yang terjadi tanpa sepengetahuan pengguna juga patut dicurigai sebagai salah satu tanda akun WhatsApp diretas.
Untuk memastikan apakah akun WhatsApp sedang diakses oleh perangkat lain, pengguna dapat memanfaatkan fitur Perangkat Tertaut yang tersedia di aplikasi. Pemeriksaan ini menjadi salah satu metode paling efektif untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
1. Buka aplikasi WhatsApp di ponsel.
2. Ketuk ikon tiga titik di pojok kanan atas bagi pengguna Android atau masuk ke menu Pengaturan (Settings) untuk pengguna iPhone.
3. Pilih menu Perangkat Tertaut (Linked Devices).
4. Periksa seluruh perangkat yang tercantum dalam daftar.
5. Jika terdapat perangkat dengan sistem operasi Windows, macOS, Linux, atau lokasi yang tidak dikenali, segera pilih perangkat tersebut lalu tekan Keluar (Log Out).
Selain melakukan pengecekan perangkat tertaut, pengguna juga disarankan menerapkan sejumlah langkah keamanan tambahan untuk melindungi akun WhatsApp dari risiko peretasan.
1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Fitur verifikasi dua langkah memberikan perlindungan ekstra melalui PIN enam digit yang wajib dimasukkan saat nomor WhatsApp didaftarkan pada perangkat baru.
Cara mengaktifkannya cukup mudah, yakni melalui menu Pengaturan > Akun > Verifikasi Dua Langkah > Aktifkan.
2. Jangan Pernah Membagikan Kode OTP
Kode One-Time Password (OTP) yang dikirim melalui SMS merupakan akses utama untuk masuk ke akun WhatsApp. Karena itu, kode tersebut tidak boleh diberikan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas resmi atau layanan pelanggan.
3. Gunakan Fitur Pengunci Biometrik
Pengguna juga dapat mengaktifkan fitur keamanan tambahan berupa sidik jari (Fingerprint) atau pemindai wajah (Face ID). Langkah ini dapat mencegah orang lain membuka aplikasi WhatsApp secara langsung saat ponsel dipinjam atau ditinggalkan tanpa pengawasan.
Apabila setelah melakukan pemeriksaan masih ditemukan aktivitas mencurigakan, pengguna disarankan segera mengganti PIN verifikasi dua langkah, memperbarui sistem operasi perangkat ke versi terbaru, serta menghubungi operator seluler jika diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan nomor. Pada saat yang sama, riwayat percakapan penting sebaiknya dicadangkan terlebih dahulu agar data tetap aman apabila pengguna perlu melakukan logout menyeluruh atau menginstal ulang aplikasi WhatsApp sebagai bagian dari proses pengamanan akun WhatsApp diretas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AC Milan mengalahkan Inter Milan 3-1 dalam Derby della Madonnina. Christian Pulisic, Adrien Rabiot, dan Diego Moreira menjadi pencetak gol.
Raffi Ahmad meminta maaf setelah menghadiri acara Sumpah Pemuda Polda Metro Jaya yang menuai sorotan dan menjadi perbincangan warganet.
Pemda DIY memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk deteksi dini, pemerataan layanan, dan penghapusan stigma terhadap kesehatan jiwa.
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
Jogja Photo Art Experience menghadirkan 168 karya dari 45 pameris dalam tujuh ruang instalasi seni di Jogja City Mall hingga 31 Desember 2026.
Calon penerima bansos 2027 perlu memiliki IKD aktif untuk daftar mandiri melalui Perlinsos Digital. Simak syarat dan cara aktivasi IKD.