Pusat Data AI Dikecam, Warga Eropa Khawatir Air dan Energi Terkuras
Lebih dari 100 organisasi di 15 negara Eropa memprotes ekspansi pusat data dan mendesak moratorium proyek berskala besar.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Setiap orang pasti ingin sistem operasional Windows yang ada di laptop dan PC awet. Namun, terkadang kita melalukan beberapa hal yang justru membuat Windows tersebut tidak bertahan lama. Padahal, niat awal dari kita adalah agar Windows tersebut bisa berjalan secara maksimal. Lalu apa saja yang bakal membuat Windows Anda cepat jebol? Simak penjelasan di bawah ini :
Mengubah registry editor Windows seperti untuk menonaktifkan pengaturan tertentu, membuat perangkat lunak berjalan lebih lancar, atau memecahkan masalah tertentu. Tapi, langkah ini jangan Anda lakukan. Sebab, akan, mengganggu kinerja driver, membatasi akses ke fitur yang sering dipakai.
Keberadaan Windows Update penting untuk mengakses fitur baru yang diperkenalkan oleh Microsoft, mempercepat kinerja OS, menghilangkan bug, dan membuat OS melawan malware jahat. Jika Windows Update dimatikan penurunan kinerja akan terjadi.
Microsoft Defender Firewall ini berfungsi memblokir berbagai akses mencurigakan ke Windows. Jika Microsoft Defender Firewall dimatikan, maka Anda akam membiarkan virus dan malware masuk ke Windows.
Memberikan perintah sesukanya di Command Prompt akan menimbulkan error pada sistem Windows
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 100 organisasi di 15 negara Eropa memprotes ekspansi pusat data dan mendesak moratorium proyek berskala besar.
Pemerintah memutuskan mengangkat PPPK paruh waktu lintas profesi menjadi penuh waktu. Pendaftaran CPNS juga direncanakan mulai November 2026.
BPBD Banyumas mencatat 84 dari 121 desa terdampak kekeringan menyatakan kebutuhan air bersih tercukupi. Distribusi bantuan masih berlanjut di wilayah lain.
Pemerintah menyiapkan stimulus Rp31 triliun pada akhir 2026, mulai dari pembukaan rekening, bantuan pangan, BSU, hingga diskon tiket Nataru.
RAPBD DIY 2027 mengalokasikan 40,14% belanja untuk pendidikan. DPRD menyoroti penurunan bantuan keuangan hingga 33,65%.
Pengacara Irjen Ahrie Sonta memastikan kliennya kooperatif dalam kasus dugaan penyadapan Presiden yang turut menyeret eks Kapolri Listyo Sigit.