OJK Cabut Izin 9 BPR dan BPRS Sepanjang 2026, Ini Daftarnya
OJK telah mencabut izin usaha sembilan BPR dan BPRS sepanjang 2026. Simak daftar bank yang ditutup serta alasan pencabutan izinnya.
Media sosial/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Next Advisor mengeluarkan laporan media sosial mana yang terbaik menurut 281 pebisnis yang berpeluang untuk menghasilkan uang secara daring, memperluas pengunjung dan menarik pelanggan baru.
Berdasarkan laporan tersebut (16/05/2022), Next Advisor melakukan survei terhadap 281 pebisnis dari yang mapan. Survei dilakukan dari 22 April hingga 29 April dengan soal berbentuk pilihan ganda dan responden diperbolehkan untuk memperluas pilihannya.
Dari pertanyaan yang diberikan di platform media sosial, 93,6 persen responden mewajibkan dan memberikan konteks tambahan. Responden terpilih kemudian dihubungi berdasarkan jawaban mereka, lewat wawancara telepon dan video.
BACA JUGA: Google Segera Hapus Aplikasi yang Tidak Diupdate Pembuatnya
Menurut pemilik bisnis, TikTok merupakan platform terbaik untuk menumbuhkan pengunjung dan pendapatan pada tahun 2022.
Sebanyak 29 persen responden menjawab TikTok, yang kemudian diikuti oleh LinkedIn dan Instagram.
TikTok memiliki kemampuan untuk menunjukkan sisi yang lebih otentik dan dapat dikaitkan dengan bisnis dan merek. TikTok juga menjadi platform terbaik bagi pengusaha yang ingin menjelajahi pasar business-to-consumer (B2C)
“TikTok memungkinkan viralitas terjadi lebih cepat dan lebih organik daripada di platform lain,” Ujar Shaun Veran salah satu pendiri Ouragins, perusahaan pakaian yang menjadi scrub dan masker medis.
Alasan lainnya adalah konten yang dibuat di TikTok juga dapat digunakan di platform lain seperti Instagram reels atau YouTube shorts.
Selain itu, TikTok juga dapat menjadi riset pasar untuk melihat apakah topik apa di industri Anda yang populer atau relevan.
Di samping itu, LinkedIn masih menjadi standar terbaik untuk menjangkau bisnis profesional dan menjadi pilihan yang populer. Media sosial ini cocok untuk pengusaha business-to-business (B2B).
4 dari 5 anggota LinkedIn mendorong keputusan bisnis di perusahaan mereka, menurut statistik periklanan LinkedIn.
Konten di LinkedIn juga berbeda. Contohnya di LinkedIn banyak orang yang ingin mengenal secara pribadi seperti apa yang Anda percayai dan apa nilai Anda?
Dalam beberapa tahun terakhir Instagram telah berubah dari aplikasi berbagi foto bersama hingga menyediakan banyak fitur. Strategi konten yang berbeda menjadi kejenuhan dan telah menjadi perhatian bagi beberapa pemilik bisnis.
Namun, Instagram bisa cocok untuk bisnis Anda karena memberikan keseimbangan antara stimulasi visual dan peluang untuk mengirimkan pesan secara langsung.
Selain itu, Instagram juga memiliki banyak potensi pengembangan merek jangka panjang untuk pemilik bisnis dibandingkan TikTok menurut Lainet Morse, pendiri Goat Yoga.
Jika Anda bisa memanfaatkan obrolan dan mengikuti algoritme, maka Instagram dapat menjadi solusi lengkap untuk menjangkau dan menginversi pelanggan baru.
Kesimpulannya, di samping platform media sosial mana yang terbaik, Shannon Conway, seorang desainer grafis yang tinggal di Chicago mengatakan bahwa pengusaha baru dan mapan dapat mencoba untuk ‘mengguncang’ segalanya.
Hal tersebut akan lebih baik walaupun tidak sempurna, ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
OJK telah mencabut izin usaha sembilan BPR dan BPRS sepanjang 2026. Simak daftar bank yang ditutup serta alasan pencabutan izinnya.
PSIM Jogja memulai uji coba pra-musim menghadapi Beta Jaya. Pelatih Jean-Paul van Gastel menilai energi pemain positif dan fokus membangun permainan berbasis pe
Regulator keselamatan AS menyelidiki sekitar 1,2 juta kendaraan Tesla Model 3 dan Model Y terkait dugaan kegagalan komponen suspensi yang berpotensi memengaruhi
Polresta Sleman meningkatkan penanganan dugaan kekerasan seksual yang melibatkan mahasiswa UAD saat KKN ke tahap penyidikan. Pemeriksaan saksi dijadwalkan berla
Uni Eropa menginvestasikan 10 miliar euro atau sekitar Rp207 triliun untuk membangun tujuh pabrik AI raksasa. Proyek ini ditujukan untuk memperkuat posisi Eropa
Pemkot Jogja mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih menjadi agregator produk UMKM dan kebutuhan pokok. Produk dari Bantul dan Sleman berpeluang dipasarka