Stadion Piala Dunia 2034 Arab Saudi Berpotensi Berkurang dari 15 Jadi 10
Arab Saudi dikabarkan meninjau ulang pembangunan lima stadion Piala Dunia 2034. Jika rencana berubah, jumlah venue berpotensi turun dari 15 menjadi 10.
Siluet laptop dan pengguna gadget terlihat di samping proyeksi layar logo Google dalam ilustrasi foto yang diambil 28 Maret 2018. /REUTERS-Dado Ruvic
Harianjogja.com, JOGJA — Google dikabarkan telah mengajukan pailit di Rusia. Hal itu dilakukan setelah pemeritah Rusia membekukan rekening bank Google.
"Langkah yang dilakukan pemerintah Rusia ini membuat operasional kantor kami di sana tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya," ujar juru bicara Google, Kamis (19/5/2022).
"Hal ini tentunya berdampak pada pembayaran gaji karyawan, pembayaran kepada para mitra dan vendor di Rusia, pembayaran biaya meeting, dan biaya-biaya operasional serta kewajiban perusahaan lainnya di Rusia," imbuhnya.
Meski telah mengajukan pailit, Google menyatakan pihaknya masih terus memberikan akses terhadap sejumlah layanan Google secara cuma-cuma, seperti Google Search, YouTube, Gmail, Maps, dan Android kepada warga Rusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : CNet
Arab Saudi dikabarkan meninjau ulang pembangunan lima stadion Piala Dunia 2034. Jika rencana berubah, jumlah venue berpotensi turun dari 15 menjadi 10.
DJP mencatat 5,5 juta transaksi digital senilai Rp10 triliun melalui SPP-TDLN. Sebanyak 30 bank dan fintech ditargetkan bergabung sebelum November 2026.
Dandim 0706/Temanggung Letkol Inf Richie Fadly menegaskan rekrutmen TNI AD gratis dan memperingatkan oknum calo yang menjanjikan kelulusan berbayar.
KPK membuka peluang memeriksa Kepala BNPB Suharyanto dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa berdasarkan kebutuhan penyidik.
Portal pembatas ketinggian 4,2 meter dipasang di Ring Road Utara Sleman selama 24 jam. Kendaraan tinggi diminta menggunakan jalur alternatif.
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku Tidak Lagi Diam untuk mengedukasi masyarakat tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak