Advertisement

Twitter Tutup Kantor Sementara Usai PHK 7.500 Karyawan

Annasa Rizki Kamalina
Minggu, 06 November 2022 - 15:37 WIB
Lajeng Padmaratri
Twitter Tutup Kantor Sementara Usai PHK 7.500 Karyawan Twitter. - Reuters/ Kacper Pempel

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Twitter memutuskan untuk menutup sementara kantornya sejak 4 November setelah melakukan PHK kepada separuh karyawannya, atau sebanyak 7.500 orang.

Mengutip dari The Verge, Twitter menyampaikan bahwa kantor dan Birdhouse miliknya akan tutup dan diberhentikan sementara dan akan mulai kembali beroperasi pada Senin, 7 November 2022.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Kami tahu Anda mungkin memiliki sejumlah pertanyaan dan kami akan memiliki lebih banyak informasi untuk dibagikan minggu depan. Sementara itu, harap diperhatikan bahwa hingga hari Senin, Birdhouse untuk sementara offline, gedung kantor kami tutup sementara dan semua badge access untuk sementara dihentikan. Kantor akan dibuka kembali pada hari Senin, 7 November,” tulis email yang diterima karyawan, Sabtu (5/11/2022).

Satu pekan setelah Elon Musk mengakuisisi Twitter, Inc. pada 28 Oktober 2022, dirinya memutuskan untuk mengurangi jumlah tenaga kerja Twitter di seluruh dunia.

The Verge menulis Elon Musk berharap dalam waktu dekat dapat menyampaikan kepada semua orang terkait visinya setelah mengakuisisi Twitter.

Padahal, dilansir dari Bloomberg pada Kamis (27/10/2022), sumber yang mengetahui persoalan ini menyebut Elon Musk menyatakan dirinya tidak akan memangkas sekitar 5.500 orang saat sudah sah memiliki perusahaan.

Adapun, saham Twitter melonjak karena berita dan diperdagangkan setinggi US$53,18, mendekati harga akuisisi Musk US$54,20.

Sebelumnya, Musk mengatakan akan menyediakan US$46,5 miliar dalam bentuk ekuitas dan utang untuk membeli atau mengakuisisi Twitter.

Sementara itu Musk melalui akun Twitter pribadinya menyampaikan bahwa pada hari ini, pendapatan Twitter mengalami penurunan.

“Twitter mengalami penurunan pendapatan yang besar, karena kelompok aktivis menekan pengiklan, meskipun tidak ada yang berubah dengan moderasi konten dan kami melakukan segala yang kami bisa untuk menenangkan para aktivis. Sangat kacau! Mereka mencoba untuk menghancurkan kebebasan berbicara di Amerika,” cuitnya, Sabtu (5/11/2022)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Erdogan Umumkan Keadaan Darurat Selama Tiga Bulan untuk Cari Korban Gempa

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 01:27 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement