Advertisement

Keren! Gim Buatan Anak Negeri Ini Mampu Eksis di Mancanegara

Mia Chitra Dinisari
Rabu, 01 Maret 2023 - 00:37 WIB
Arief Junianto
Keren! Gim Buatan Anak Negeri Ini Mampu Eksis di Mancanegara A Space for The Unbound - youtube

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Eksistensi game lokal kini tak kalah dengan buatan asing.

Salah satunya adalah gim lokal A Space for The Unbound buatan gamer asal Surabaya. Dikutip dari laman kemenparekraf, gim ini dipuji oleh Menteri Sandiaga Uno.

Advertisement

A Space for the Unbound dirilis pada 19 Januari 2023 untuk kanal PC dan konsol dan tersedia di Steam, Epic Games Store, GOG.COM, Nintendo Switch, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X, dan Xbox Series S.

A Space for the Unbound dikembangkan oleh Mojiken Studio, studio yang berbasis di Surabaya, dan di-publish oleh Toge Productions, development dan publishing studio yang berbasis di Tangerang.

Demo dari gim ini sudah dikeluarkan ke publik sejak awal 2020 dan mendapatkan ribuan review positif dari pemain global dan telah dinantikan oleh banyak orang.

BACA JUGA: Dari Obesitas sampai Buta, Ini Efek Buruk Main Game

A Space for the Unbound adalah gim petualangan dengan unsur naratif dan puzzle berlatar Indonesia tahun 1990-an yang bercerita tentang dua sejoli SMA menghadapi akhir dari tahun sekolah mereka.

Tidak hanya itu, mereka juga harus menghadapi hal-hal supernatural yang terjadi di kota mereka seraya menemukan jati diri. 

Gim ini memperkenalkan budaya serta nilai-nilai keunikan Nusantara melalui gim kepada masyarakat global, misalnya lagu keroncong, penjual cimol, warung kelontong, kehidupan anak SMA era 1990-an, mengumpulkan tutup botol minuman, dan lain sebagainya.

Melalui gim ini, orang-orang berusaha mengenal Indonesia lebih jauh lagi, menjadi lebih kenal dan dekat dengan budayanya. 

Selain gim sebagai hiburan, A Space for the Unbound membuktikan bahwa gim juga bisa menjadi sarana bagi khalayak umum untuk menyampaikan perasaan, menyampaikan cerita, serta mengubah hidup mereka.

Gim A Space for the Unbound mengangkat topik yang jarang diangkat, seperti kesehatan mental, trauma masa kecil yang didapat dari lingkungan keluarga dan pergaulan, hingga perasaan gagal dalam hidup. 

Jauh sebelum gim ini rilis, A Space for the Unbound telah memenangkan banyak penghargaan di ajang internasional, seperti Grand Prix Award di Sense of Wonder Night, Tokyo Game Show 2020 dan Best Storytelling di SEA Games Awards 2020 yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Penghargaan besar lainnya yang patut dibanggakan adalah A Space for the Unbound menjadi salah satu peraih penghargaan Future Division di Japan Game Awards 2022 yang diadakan di Tokyo Game Show. 

CEO dan Founder Mojiken Studio, Eka Pramudita Muharram, mengatakan ide awal cerita dari gim ini diambil dari lingkungan tumbuh kembang dirinya di Surabaya.

Dia melihat banyak landmark seperti gedung-gedung, sarana transportasi, dan lainnya. Selain sebagai gim, ia ingin A Space for the Unbound dapat menjadi time capsule tentang Surabaya di era 1990-an.  

"Ternyata setelah kami rilis lumayan banyak dapat apresiasi positif, karena menggambarkan masa kecil. Selain dari environment juga cerita dan naratif yang jadi relate untuk mereka [pemain gim] baik dari Indonesia maupun luar," ujar Eka.  

Sementara CEO dan Founder Toge Production, Kris Antoni Hadiputro Nurwono berharap dukungan dari pemerintah dan pihak-pihak lain dalam pengembangan industri gim lokal.

Gim di Indonesia saat ini terus bertumbuh yang menunjukkan Indonesia memiliki potensi besar untuk tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tapi juga ekspor produk digital dan budaya Indonesia ke luar negeri.  

"Saya merasa di Indonesia banyak talenta muda untuk menjadi game developer yang bisa menciptakan karya luar biasa bagus," ujar Kris. 

BACA JUGA: Game MotoGP 2022 Dirilis, Saatnya Bernostalgia

Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam, mengatakan, pasar gim Indonesia memiliki potensi yang sangat besar yakni mencapai US$2 miliar. Tetapi dari jumlah tersebut, 90% masih didominasi oleh gim-gim besutan asing. 

"Tapi gim produksi Mojiken ini terkenal di luar. Jadi saya yakin ke depan kalau kita bisa menciptakan ekosistem yang baik, kita bisa jadi tuan rumah dan kuasai pasar internasional," ujar Neil. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf baik secara daring maupun luring. 

"A Space for the Unbound membuktikan bahwa gim ini memiliki nilai ekspor, baik secara produk maupun secara nilai budaya. Apabila mendapat support yang tepat, tidak hanya A Space for the Unbound, gim-gim lokal lain juga dapat mencapai pasar global dan kelak menjadi penyumbang devisa yang besar bagi negara," kata Menparekraf, Sandiaga Uno. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Menteri Basuki: Pemasangan Patung Garuda Kantor Presiden di IKN Telah Selesai

News
| Senin, 22 Juli 2024, 08:17 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement