Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Elecispoon, sendok pintar yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan membantu mereka mengurangi garam dari makanan mereka. / Oddity Central
Harianjogja.com, TOKYO—Perusahaan teknologi Jepang Kirin Holdings baru-baru ini meluncurkan versi komersial dari sendok penambah rasa, yang diberi nama Elecispoon. Sendok ini diklaim mampu meningkatkan persepsi selera terhadap garam, sehingga membuat makanan terasa lebih enak.
Dilansir dari Oddity Central, para peneliti perusahaan tersebut telah bekerja sama dengan para ilmuwan di Universitas Meiji sejak beberapa tahun lalu untuk mengembangkan rangkaian peralatan dapur pintar yang menggunakan listrik untuk membuat makanan terasa lebih asin dan enak daripada yang sebenarnya.
Saat itu, mereka sedang menguji sendok dan mangkuk pintar yang bekerja bersama-sama untuk membuat makanan 1,5 kali lebih asin dibandingkan sebelumnya. Namun, tampaknya hanya sendok tersebut yang berhasil dipasarkan.
BACA JUGA: Peraturan Unik di Australia, Siapapun Dilarang Mengubah Resep Biskuit Ini Jika Tidak Ingin Dipenjara
Kirin Technology baru-baru ini mengumumkan produk terbarunya, Elecispoon, sendok pintar yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan membantu mereka mengurangi garam dari makanan mereka.
Penggunaan garam yang berlebihan merupakan masalah yang sudah terdokumentasi dengan baik di Jepang. Kendati demikian, makanan yang rendah garam kurang disukai masyarakat.
Oleh karena itu, demi mencegah masalah kesehatan serius yang disebabkan oleh asupan garam berlebihan, di sinilah solusi modern dan cerdas seperti Elecispoon berperan. Sendok cerdik ini menggunakan teknologi bentuk gelombang unik untuk mengelabui indra perasa pengguna.
Menurut siaran pers Kirin, di ujung sendok terdapat mekanisme yang mampu mentransfer muatan listrik ke makanan yang disentuhnya sekaligus menghasilkan medan listrik di sekitar lidah. Bidang ini menyebabkan ion natrium dalam makanan berkumpul, sehingga menghasilkan rasa asin dan rasa yang lebih kuat.
Karena kita semua merasakan rasa asin secara berbeda, Elecispoon memiliki empat pengaturan intensitas listrik. Kendati Kirin menyarankan pengguna memulai dengan tingkat pertama, perusahaan Jepang tersebut mengklaim bahwa pengaturan tertinggi pun tidak cukup kuat untuk menimbulkan sensasi mengejutkan atau bahkan kesemutan. Lantaran sendok ini mengandalkan listrik untuk melakukan keajaibannya, maka sendok memerlukan sumber listrik, yaitu baterai lithium isi ulang 3V yang terpasang di pegangannya.
BACA JUGA: Sark Prison, Penjara Terkecil di Dunia yang Hanya Punya Dua Sel
Elecispoon bisa menjadi anugerah bagi pecinta kuliner yang tidak bisa lagi menggunakan garam sebanyak yang mereka inginkan. Walau demikian, rupanya tidak semua orang bisa menggunakan sendok ini. Orang dengan kelainan saraf wajah, alergi logam, atau ketidakmampuan mendeteksi rasa sakit atau suhu sebaiknya tidak menggunakan Elecispoon. Sendok pintar juga tidak disarankan untuk orang dengan implan medis bertenaga listrik, wanita hamil, dan orang yang sedang menjalani perawatan gigi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.