Tambang CV BKS di Kulonprogo Dimediasi, Ini Penjelasan Pemda DIY
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Kursi roda Avest dari Lifehub Inc. Antara/Lifehub Inc
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebuah perusahaan rintisan (startup) Jepang memproduksi sebuah kursi roda yang bisa menjangkau berbagai medan, yang memungkinkan penggunanya naik turun tangga tanpa bantuan orang lain. Kursi ini akan diproduksi massal dan dijadwalkan diluncurkan pada 2026.
Seperti dikutip dari Kyodo, Minggu (6/4/2025) waktu setempat, kursi roda yang dikembangkan oleh Lifehub Inc. ini biasanya berjalan dengan empat roda di permukaan datar, tetapi dilengkapi dengan trek berbentuk ulat untuk menavigasi tangga, lereng, dan permukaan tidak rata.
Kursi roda Avest dari perusahaan ini dapat menyesuaikan sudut tempat duduk saat naik dan turun tangga dengan kemiringan hingga 40 derajat, menurut Lifehub. Jarak tempuhnya mencapai 40 kilometer dengan sekali pengisian daya.
Meskipun kursi roda pendaki tangga serupa sudah ada di pasaran, banyak di antaranya mengharuskan pengguna menghadap ke belakang saat menaiki tangga, kata perusahaan tersebut.
BACA JUGA: Sapi Terjebur Sumur di Ngaglik Sleman, Damkar Butuh Waktu 80 Menit untuk Evakuasi
Lifehub akan menawarkan 50 unit edisi peluncuran dengan harga 1,5 juta yen (sekitar Rp175 juta). Di Jepang, kursi roda listrik dibebaskan dari pajak penjualan.
Menurut Lifehub, perusahaan yang berbasis di Tokyo ini sedang mengembangkan versi baru yang memungkinkan pengguna naik eskalator tanpa bantuan, yang akan menjadi kursi roda pertama di dunia dengan kemampuan seperti itu.
CEO Lifehub Hiroshi Nakano mengatakan dalam acara pers bahwa dia ingin menyelesaikan tantangan yang dihadapi pengguna kursi roda dengan teknologi perusahaan.
Awalnya, Lifehub akan fokus menyediakan kursi roda Avest untuk penyandang disabilitas, lansia, dan orang dengan cedera.
Namun, Nakano mengatakan mereka juga berencana memasarkannya sebagai kendaraan pribadi untuk beraktivitas di mal dan toko besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.