Apa Itu Gelombang Panas? BMKG Jelaskan Fenomena yang Landa Eropa
Gelombang panas Eropa: 1.300 tewas, Jerman 41,7°C. BMKG jelaskan penyebab dan dampaknya. Indonesia tak alami heat wave, tapi tetap waspada!
Whatsapp - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—WhatsApp harus segera hengkang dari Rusia, sebab, aplikasi tersebut bisa saja masuk dalam daftar aplikasi yang dilarang.
BACA JUGA: Rusia Bersiap Tinggalkan WhatsApp dan Telegram
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Kepala Komite Teknologi Informasi di Majelis Rendah Parlemen Rusia Anton Gorelkin, dikutip dari Endgadget, Minggu (20/7/2025).
Pernyataan dari Goelkin ini sejalan dengan pernyartaan dari Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan aturan untuk mengurangi penggunaan layanan buatan asing dan memperbanyak menggunakan layanan dari dalam negeri. Selain itu, Presiden Putin baru-baru ini mengeluarkan perintah untuk membatasi perangkat lunak yang berasal dari negara-negara yang memberikan sanksi kepada Rusia.
Oleh karena itu, apabila WhatsApp berhenti beroperasi di Rusia, mereka bisa lebih banyak menggunakan aplikasi buatan dalam negeri.
Di Rusia, grup Meta, perusahaan induk WhatsApp, termasuk dalam kategori organisasi ekstremis sehingga negara itu sudah memblokir Facebook dan Instagram sejak 2022, bertepatan dengan invasi negara itu ke Ukraina.
Reuters mengungkapkan, Otoritas Rusia saat ini menyiapkan aplikasi pesang singkat yang dibekingi pemerintah akan memiliki fungsi-fungsi yang tersemat pada WhatsApp.
Namun, hal ini juga memicu kontroversi. Para pengkritik pemerintah mengatakan Rusia berupaya meningkatkan kontrol terhadap privasi dan kebebasan berekspresi masyarakatnya melalui aplikasi tersebut.
Direktur organisasi hak digital masyarakat, Internet Protection Society, Mikhail Klimarev memprediksi, pemerintah Rusia akan memperlambat kecepatan akses WhatsApp dan Telegram untuk mendorong masyarakat beralih ke aplikasi baru nantinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang panas Eropa: 1.300 tewas, Jerman 41,7°C. BMKG jelaskan penyebab dan dampaknya. Indonesia tak alami heat wave, tapi tetap waspada!
Brad Bird menolak Ratatouille 2 meski didorong Pixar. Sutradara sebut cerita sudah selesai dan tak ingin dipaksakan.
Gelombang panas ekstrem di Eropa kini jadi ancaman ekonomi serius. Jerman diprediksi menanggung kerugian terbesar hingga 2030.
Nickelodeon rayakan Hari SpongeBob 14 Juli dengan event global, maraton episode, hingga konten baru di Roblox dan YouTube.
Survei tunjukkan kepercayaan publik ke Prabowo tembus 74%. Qodari tegaskan pemerintah tak berpuas diri dan tetap evaluasi kinerja.
Kemenhub siapkan 39 bandara baru untuk memperkuat konektivitas nasional dan dorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.