Rusia Bersiap Tinggalkan WhatsApp dan Telegram

Jumali
Jumali Kamis, 26 Juni 2025 13:17 WIB
Rusia Bersiap Tinggalkan WhatsApp dan Telegram

Presiden Rusia Vladimir Putin./Reuters

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Rusia tengah mengembangkan aplikasi chating buatan dalam negeri yang bisa terintergrasi dengan layanan pemerintah. Keberadaan aplikasi ini akan menggantikan WhatsApp dan Telegram yang selama ini banyak digunakan.

BACA JUGA: WhatsApp akan Tampilkan Iklan Status

Economic Times, Kamis (26/6/2025) mengungkapkan, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang mengizinkan pengembangan aplikasi pesan yang didukung negara. Aplikasi pesan yang akan dikembangkan ini juga nantinya akan terintegrasi dengan layanan pemerintah.

Dorongan pemerintah negara ini untuk membangun mengganti platform teknologi asing dengan platform besutannya menjadi lebih mendesak, karena beberapa perusahaan barat menaik diri dari pasar Rusia. Hal ini terjadi setelah invasi Rusia ke Ukraina sejak Februari 2022 lalu.

Pembuat aturan Rusia mengatakan, aplikasi buatan pemerintah akan memiliki fungsionalitas yang tidak dimiliki oleh Telegram atau WhatsApp.

Meski begitu, para kritikus mengatakan, fakta bahwa Rusia akan melakukan kontrol negara atas hal itu menimbulkan risiko terhadap privasi dan kebebasan pribadi.

Masyarakat Perlindungan Internet, yakni sebuah kelompok hak digital di Rusia yang diwakili Direktur Mikail Klimarev, mengatakan, ia berharap Rusia memperlambat kecepatan WhatsApp dan Telegram, untuk mendorong orang-orang beralih ke aplikasi baru.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online