Karhutla Kaltim Capai 1.470 Kejadian, 6.333 Hektare Terdampak
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Kantor Google - ist/techcrunch
Harianjogja.com, JAKARTA–Google tengah menyiapkan langkah baru dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) dengan merancang pusat data berbasis satelit bertenaga surya di luar angkasa. Proyek ini disebut mampu menyediakan energi lebih stabil dibandingkan pusat data di Bumi.
Melansir The Verge Sabtu (8/11/2025), perusahaan tersebut berencana meluncurkan chip AI ke luar angkasa melalui satelit bertenaga surya dalam proyek yang diberi nama Project Suncatcher. Apabila terealisasi, proyek ini akan menciptakan pusat data (data center) berbasis luar angkasa yang memanfaatkan energi surya tanpa henti di orbit.
Google berharap langkah tersebut dapat menjadi solusi ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI yang semakin besar, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap listrik di Bumi yang selama ini memicu kekhawatiran terkait emisi dan lonjakan konsumsi energi.
“Di masa depan, luar angkasa mungkin menjadi tempat terbaik untuk memperluas komputasi AI,” kata Senior Director for Paradigms of Intelligence di Google, Travis Beals.
Google juga menerbitkan makalah pra-cetak (preprint paper) yang menjelaskan kemajuan awal proyek tersebut, meski belum melalui proses tinjauan sejawat (peer review). Dalam dokumen itu, Google menggambarkan rencana penggunaan Tensor Processing Unit (TPU) yang akan mengorbit Bumi melalui satelit dengan panel surya.
Panel tersebut diklaim mampu menghasilkan listrik hampir tanpa henti dan delapan kali lebih efisien dibandingkan dengan panel surya di Bumi. Namun, sejumlah tantangan besar harus diatasi. Salah satunya adalah memastikan komunikasi antar-satelit dapat berlangsung pada kecepatan tinggi.
Google memperkirakan koneksi yang dibutuhkan harus mampu mentransfer data hingga puluhan terabit per detik.
Untuk mencapainya, konstelasi satelit harus terbang dalam jarak sangat rapat, hanya beberapa kilometer atau kurang jauh lebih dekat dibandingkan jarak satelit pada umumnya. Kondisi itu meningkatkan risiko tabrakan di orbit yang sudah padat dengan sampah antariksa.
Selain itu, perangkat TPU perlu dirancang agar tahan terhadap paparan radiasi tinggi di luar angkasa. Google mengklaim telah menguji Trillium TPU agar dapat bertahan terhadap dosis radiasi total setara dengan misi lima tahun tanpa kerusakan permanen.
Dari sisi biaya, peluncuran chip ke orbit masih tergolong mahal. Namun, analisis internal Google memperkirakan pada pertengahan 2030-an, biaya pembangunan dan operasional pusat data di luar angkasa dapat menjadi hampir sebanding dengan biaya energi pusat data di Bumi jika dihitung per kilowatt per tahun.
Sebagai langkah awal, Google berencana bekerja sama dengan perusahaan penginderaan Bumi, Planet Labs untuk meluncurkan dua satelit prototipe pada tahun 2027. Misi tersebut akan menjadi uji coba awal untuk menguji performa perangkat keras Google di orbit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Ekspansi OpenAI, Anthropic, Google DeepMind, dan perusahaan AI lain memperketat pasar kantor Singapura. Harga sewa diprediksi naik 10 persen.
MotoGP 2027 digelar dalam 22 seri. Mandalika menjadi seri ke-20 pada 29-31 Oktober, disusul Adelaide dan Valencia.
Harvest Moon 26 September 2026 bukan pemicu gempa, tsunami, atau letusan gunung api. Daryono menjelaskan kaitannya dengan pasang laut dan rob.
Tiga dari empat wakil Indonesia di nomor tunggal badminton Asian Games 2026 lolos ke 16 besar. Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Putri KW menang.
Daftar HP Huawei yang mendapat HarmonyOS 7 pada 2026. Ada Mate 80, Mate 70, Pura 90, Nova 16 hingga Mate X7. Cek jadwal dan fitur barunya.