Advertisement
Mudik Aman, Pakar Ungkap Risiko Mobil Ditinggal Terlalu Lama
BAIC X55 II Facelift
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan pemilik kendaraan agar tidak sekadar memarkir dan mengunci mobil atau sepeda motor saat mudik. Pasalnya, terdapat sejumlah risiko teknis jika kendaraan ditinggalkan tanpa persiapan yang tepat.
“Kita perlu menyiapkan mobil atau motor dalam kondisi simpan yang aman, bukan hanya parkir lalu kunci,” kata Yannes saat dihubungi, Rabu (25/2/2026).
Advertisement
Ia menjelaskan, salah satu risiko paling umum adalah aki soak. Meski mesin kendaraan dalam kondisi mati, sejumlah komponen seperti alarm, electronic control unit (ECU), hingga sistem keyless tetap mengonsumsi arus listrik dalam jumlah kecil.
Jika kondisi aki sudah lemah, kendaraan berpotensi tidak bisa dinyalakan saat pemilik kembali dari mudik.
BACA JUGA
Selain aki, kondisi tangki bahan bakar juga perlu mendapat perhatian. Tangki yang terlalu kosong memungkinkan terbentuknya kondensasi uap air di ruang udara dalam tangki. Endapan air tersebut dapat mencemari bahan bakar dan memicu korosi pada sistem bahan bakar.
“Karena itu, sebaiknya tangki diisi minimal tiga perempat sebelum kendaraan ditinggalkan,” ujarnya.
Risiko lain yang kerap luput diperhatikan adalah perubahan bentuk ban atau flat spot akibat tekanan angin yang tidak sesuai saat kendaraan diparkir terlalu lama. Yannes menyarankan tekanan ban mengikuti rekomendasi pabrikan dan kendaraan diparkir di permukaan yang rata.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kabin. Sisa makanan atau benda organik di dalam kendaraan dapat memancing tikus serta memicu tumbuhnya jamur akibat kelembapan.
“Cuci bodi dan kolong kendaraan, lalu pastikan benar-benar kering agar kelembapan tidak memicu karat,” kata dia.
Setelah kembali dari mudik, pemilik kendaraan juga disarankan tidak langsung menggunakan kendaraan untuk bepergian. Pemeriksaan awal perlu dilakukan, mulai dari mengecek kebocoran cairan, kondisi ban, ruang mesin, hingga fungsi sistem pengereman.
“Jangan langsung menyalakan kendaraan lalu berangkat. Pemeriksaan awal penting agar kendaraan tetap aman dan performanya optimal,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
- Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani
- Geger Bau Bangkai Menyengat, Warga Kulonprogo Temukan Jenazah Pria
- KA Gajayana Menemper Orang di Kalasan, KAI Ingatkan Area Steril
- Pemkab Gunungkidul Tunggu Aturan WFH Pusat demi Hemat BBM
Advertisement
Advertisement





