Tribun VIP Ambruk Saat Drift di Purwokerto, Polisi Periksa 10 Saksi
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
Ilustrasi mobil menggunakan roofbox. /Gemini.
Harianjogja.com, JAKARTA—Pakar keselamatan berkendara mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk tidak membawa barang secara berlebihan, terutama dengan memanfaatkan roof box secara tidak bijak. Selain berpotensi mengganggu stabilitas kendaraan, penggunaan roof box juga dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar serta memengaruhi aerodinamika mobil selama perjalanan jarak jauh.
Pakar dan instruktur senior keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menilai kebiasaan membawa banyak barang saat mudik sering kali membuat pengendara memanfaatkan roof box secara berlebihan. Menurut dia, penggunaan kompartemen tambahan di atap mobil seharusnya bukan sekadar mengikuti tren, melainkan digunakan hanya ketika ruang bagasi benar-benar tidak mencukupi.
“Roof box jangan jadi ikut-ikutan deh, karena itu sebenarnya ruang tambahan jika di bagasi tidak muat. Kita asumsikan mudik itu bukan seperti pindahan, jadi bawa barang secukupnya aja,” kata Sony Susmana, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, apabila pemudik tetap membutuhkan roof box untuk menambah kapasitas barang bawaan, maka isi muatan yang ditempatkan di bagian tersebut sebaiknya berupa barang-barang ringan. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan kendaraan saat melaju di jalan.
Sony menegaskan bahwa muatan yang terlalu berat di bagian atap mobil dapat meningkatkan risiko kendaraan kehilangan stabilitas, terutama ketika melintasi tikungan. Beban tambahan di posisi yang tinggi membuat titik gravitasi kendaraan berubah sehingga mobil lebih mudah tergelincir.
“Kalau memang kebutuhannya harus ada roof box, isi dengan barang-barang yang ringan supaya tidak mengganggu keseimbangan kendaraan. Konsekwensi lainnya kecepatan kendaraan dibatasi tidak lebih dari 80 km per jam terutama di jalan tol yang banyak angin atau di jalan provinsi yang banyak ranting,” ujar dia.
Selain memengaruhi stabilitas kendaraan, penggunaan roof box juga berdampak pada efisiensi bahan bakar. Komponen tambahan di bagian atap mobil tersebut dapat mengubah aerodinamika kendaraan saat melaju di jalan raya.
Perubahan aerodinamika ini membuat hambatan angin meningkat sehingga mesin kendaraan harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan kecepatan. Kondisi tersebut pada akhirnya berdampak langsung pada meningkatnya konsumsi bahan bakar kendaraan.
Sony menyebutkan bahwa ketika mesin bekerja lebih berat dari kondisi normal akibat hambatan angin tambahan, konsumsi bahan bakar kendaraan dapat meningkat sekitar 5 hingga 15 persen selama perjalanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.