Advertisement
Charge 11 Menit! Baterai Mobil Listrik Baru BAIC Bikin Geger
Kendaraan listrik / Ilustrasi freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Terobosan di industri kendaraan listrik kembali muncul dari China. Perusahaan otomotif Beijing Automotive Group (BAIC) mengembangkan baterai jenis sodium-ion dengan teknologi pengisian cepat 4C yang mampu memangkas waktu pengisian secara drastis.
Dilansir dari BGR, tak sekadar cepat, teknologi ini juga menjawab salah satu kekhawatiran utama pengguna mobil listrik: performa di cuaca ekstrem. Baterai tersebut diklaim tetap optimal digunakan dalam rentang suhu sangat luas, mulai dari -40 derajat Celcius hingga 60 derajat Celcius.
Advertisement
Pada kondisi dingin ekstrem -20 derajat Celcius, baterai masih mampu mempertahankan sekitar 92% kapasitas daya. Ini menjadi keunggulan signifikan, mengingat baterai konvensional umumnya mengalami penurunan performa tajam pada suhu rendah.
Selain itu, dari hasil pengujian internal, baterai ini juga menunjukkan stabilitas tinggi pada suhu ekstrem hingga 200 derajat Celcius, yang menandakan aspek keamanan yang lebih baik dibanding teknologi sebelumnya.
BACA JUGA
Pengisian Super Cepat 4C, Hanya 11 Menit
Teknologi 4C menjadi kunci utama keunggulan baterai ini. Sistem tersebut memungkinkan pengisian daya berlangsung hingga empat kali lebih cepat dibanding metode standar.
Dengan teknologi ini, baterai dapat terisi penuh hanya dalam waktu sekitar 11 menit, jauh lebih singkat dibanding baterai konvensional yang rata-rata membutuhkan waktu sekitar 30 menit atau lebih.
Masih Kalah di Kepadatan Energi
Meski unggul dalam kecepatan dan ketahanan suhu, baterai sodium-ion masih memiliki tantangan utama pada kepadatan energi. Prototipe BAIC saat ini memiliki kepadatan sekitar 170 Wh/kg, lebih rendah dibanding baterai lithium yang berada di kisaran 200–300 Wh/kg.
Artinya, untuk ukuran dan berat yang sama, baterai lithium masih mampu menyimpan energi lebih banyak, sehingga berpotensi memberikan jarak tempuh lebih jauh.
Sebagai perbandingan, baterai sodium-ion dari CATL yang akan digunakan pada mobil listrik Nevo A06 memiliki kepadatan energi sekitar 175 Wh/kg, sedikit lebih tinggi dibanding versi BAIC.
Menuju Produksi Massal 2026
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, BAIC saat ini terus mengembangkan teknologi peningkatan kapasitas energi dan daya tahan siklus baterai. Perusahaan bahkan telah mengajukan sekitar 20 paten, mencakup desain, material, hingga proses produksi.
Meski masih berstatus prototipe, proses validasi untuk produksi massal disebut telah rampung. Berdasarkan informasi yang beredar, mobil listrik pertama dengan baterai sodium-ion dari BAIC diperkirakan mulai dipasarkan pada pertengahan 2026, sekitar Juni hingga Juli.
Jika berhasil diimplementasikan secara luas, teknologi ini berpotensi menjadi pesaing serius baterai lithium sekaligus mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik global.
Dengan kombinasi pengisian super cepat dan ketahanan ekstrem, baterai sodium-ion berpotensi mengubah peta persaingan industri kendaraan listrik, meski masih perlu pembuktian pada aspek jarak tempuh dan efisiensi energi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gempa M 7,6 Guncang Bitung Sulut, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Malioboro Ditutup saat Kirab HUT Sultan HB X, Ini Rute Pengalihan Arus
- Kirab HUT Sri Sultan HB X, Malioboro Ditutup Mulai Kamis Pagi
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
- Kulonprogo Siapkan Skema Nunut ASN untuk Tekan BBM
Advertisement
Advertisement








