Advertisement

Mobil China Kuasai Australia, Jepang Tergusur Setelah 28 Tahun

Jumali
Minggu, 05 April 2026 - 08:17 WIB
Jumali
Mobil China Kuasai Australia, Jepang Tergusur Setelah 28 Tahun Xiaomi Rilis SU7.Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Peta industri otomotif global berubah drastis. Untuk pertama kalinya dalam 28 tahun, China berhasil menyalip Jepang sebagai pemasok mobil impor terbesar di Australia pada Februari 2026.

Berdasarkan data Federal Chamber of Automotive Industries (FCAI), kendaraan buatan China mencatat penjualan 22.362 unit, unggul atas Jepang yang hanya mencapai 21.671 unit.

Advertisement

Selain Jepang, China juga melampaui negara pemasok lain seperti Thailand (19.493 unit) dan Korea Selatan (11.913 unit). Pangsa pasar mobil China melonjak hingga sekitar 25 persen, sementara Jepang turun ke kisaran 23 persen.

“Setelah 28 tahun, Jepang telah disalip oleh China sebagai pemasok kendaraan terbesar untuk pasar Australia dalam satu bulan,” ujar CEO FCAI, Tony Weber dikutip dari Caixing.

Lonjakan ini tidak lepas dari agresivitas produsen China di segmen kendaraan listrik (EV) dan plug-in hybrid (PHEV).

BYD menjadi motor utama dengan penjualan 5.323 unit pada Februari 2026, naik 62,2 persen secara tahunan. Secara kumulatif, penjualan BYD mencapai 10.324 unit dalam dua bulan pertama 2026, melonjak tajam dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, Great Wall Motor (GWM) juga menunjukkan performa kuat dengan penjualan sepanjang 2025 mencapai 52.809 unit, tumbuh 23,4 persen.

Secara keseluruhan, pangsa pasar kendaraan listrik di Australia menyentuh rekor 11,8 persen, dan merek-merek China menguasai sekitar 80 persen dari segmen tersebut.

Pasar Australia Jadi “Lahan Emas”

Fenomena ini tidak terjadi secara instan. Sejak 2020, setidaknya 10 merek baru masuk ke pasar Australia—dan hampir semuanya berasal dari China.

Menurut Weber, hal ini didorong oleh karakter pasar Australia yang sangat terbuka.
“Pasar Australia adalah salah satu yang paling kompetitif di dunia. Merek baru bisa masuk dan bersaing dari sisi harga, teknologi, hingga desain,” ujarnya.

Minimnya tarif impor dan berhentinya produksi mobil lokal sejak 2016 membuat Australia menjadi target empuk ekspansi global, terutama bagi produsen China.

Meski total penjualan kendaraan baru di Australia turun 4,5 persen menjadi 90.712 unit pada Februari 2026, merek China justru mencatatkan pertumbuhan dua digit.

Nama-nama seperti BYD, Great Wall Motor, dan Chery kini telah menembus 10 besar merek terlaris di Australia. Analis industri memproyeksikan, jika tren harga agresif dan inovasi teknologi berlanjut, produsen China berpotensi menguasai lebih dari 40 persen pasar kendaraan baru Australia pada 2030.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU

Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU

News
| Minggu, 05 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya

Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 08:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement