Memalukan, HT untuk Karhutla Juga Dikorupsi BNPB
KPK menduga pengadaan HT untuk penanganan karhutla terkait korupsi dana siap pakai BNPB. Penyidik menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar.
Kantor Google - ist/techcrunch
Harianjogja.com, JAKARTA—Upaya meningkatkan efisiensi sistem kecerdasan buatan terus dilakukan oleh pelaku industri teknologi global. Google menggandeng Intel untuk memperkuat infrastruktur AI yang lebih hemat sumber daya sekaligus optimal dalam kinerja.
Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan sistem komputasi yang mampu menangani beban kerja AI secara lebih efisien melalui layanan Google Cloud. Dalam kerja sama tersebut, Google tetap memanfaatkan prosesor Intel Xeon, termasuk generasi terbaru Xeon 6, untuk mendukung komputasi awan, pemrosesan data, hingga inferensi AI.
Selain penggunaan CPU, kedua perusahaan juga memperluas pengembangan unit pemrosesan infrastruktur (infrastructure processing units/IPU). Teknologi ini dirancang untuk mengalihkan sebagian beban kerja dari CPU sehingga pusat data dapat bekerja lebih ringan dan efisien.
Kemitraan yang telah dimulai sejak 2021 ini kini diarahkan pada pengembangan IPU berbasis ASIC (application-specific integrated circuit), yakni chip khusus yang dirancang sesuai kebutuhan infrastruktur AI modern.
Langkah ini menjadi penting di tengah lonjakan kebutuhan komputasi AI secara global. Meski GPU banyak digunakan dalam pelatihan model, CPU tetap berperan krusial dalam menjalankan sistem serta menjaga stabilitas keseluruhan infrastruktur.
Chief Executive Officer Intel, Lip-Bu Tan, menilai pengembangan AI membutuhkan keseimbangan antara berbagai komponen komputasi. Menurutnya, kombinasi CPU dan IPU akan menghasilkan sistem yang tidak hanya cepat, tetapi juga efisien dan fleksibel.
Di tengah keterbatasan pasokan chip global, sejumlah perusahaan teknologi juga mulai kembali menguatkan pengembangan CPU sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Salah satunya adalah Arm Holdings yang memperkenalkan prosesor Arm AGI CPU.
Kolaborasi Google dan Intel ini mencerminkan arah baru pengembangan AI yang tidak hanya mengejar performa tinggi, tetapi juga efisiensi sistem secara menyeluruh dalam pengelolaan data dan energi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menduga pengadaan HT untuk penanganan karhutla terkait korupsi dana siap pakai BNPB. Penyidik menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar.
Kopi jumbo 1,5 liter viral di Korea Selatan. Selain tampil unik di media sosial, minuman ini dinilai lebih hemat di tengah inflasi.
Jogja Bay menghadirkan Bay Culture Show bertema Ramayana di Kolam Ombak. Simak jadwal pertunjukan Oktober 2026 dan harga tiket mulai Rp90.000.
OJK DIY mencatat lebih dari 12.000 laporan penipuan digital hingga September 2026 dengan potensi kerugian melampaui Rp100 miliar.
Guru Besar UKI Angel Damayanti mengingatkan potensi penyalahgunaan gim online untuk propaganda ekstremisme dan mendorong penguatan literasi digital.
Sebanyak 244 personel gabungan memadamkan kebakaran hutan Gunung Lawu. Medan sulit dan angin kencang menghambat penanganan api.