Fajar-Fikri Melaju ke 16 Besar China Open Usai Tekuk Wakil Tuan Rumah
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke 16 besar China Open 2026 setelah mengalahkan Huang Di/Liu Yang 21-15, 20-22, 21-9 di Changzhou, China.
Foto ilustrasi Youtube. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pengguna YouTube kini punya cara baru untuk mengurangi gangguan video pendek di beranda. Fitur terbaru memungkinkan Shorts dibatasi bahkan hingga tidak muncul sama sekali.
Melalui pengaturan manajemen waktu, pengguna kini bisa mengatur batas menonton Shorts hingga 0 menit, membuat feed video pendek tersebut praktis menghilang dari halaman utama.
Kehadiran fitur ini menjadi angin segar bagi pengguna yang merasa terganggu dengan dominasi konten video pendek. Selama ini, Shorts kerap muncul berulang di beranda dan memicu kebiasaan menonton tanpa henti.
Dengan opsi terbaru, pengguna bisa mengatur batas waktu menonton Shorts hingga nol menit. Artinya, sistem akan langsung memblokir akses ke video pendek setelah batas tersebut tercapai. Saat mencoba membuka Shorts, akan muncul notifikasi bahwa waktu menonton telah habis.
Sebelumnya, fitur manajemen waktu ini memang sudah tersedia, tetapi batas minimalnya masih 15 menit. Perubahan ini memberi kontrol lebih besar kepada pengguna dalam mengatur konsumsi konten digital mereka.
Laporan dari The Verge pada Kamis (16/4/2026) menyebutkan bahwa pengaturan ini efektif membuat feed Shorts tidak lagi muncul di beranda utama. Dengan demikian, pengguna tidak lagi tergoda untuk terus menggulir video pendek tanpa batas.
Langkah ini dinilai sebagai respons atas banyaknya keluhan pengguna yang merasa pengalaman menonton mereka terganggu oleh konten pendek yang terlalu dominan. Selain itu, format video singkat juga dikenal lebih adiktif dibandingkan video berdurasi panjang.
Meski begitu, fitur ini tidak sepenuhnya menghapus Shorts dari platform. Konten video pendek masih berpotensi muncul di tab langganan atau rekomendasi tertentu. Karena itu, pengguna tetap perlu menghindari akses ke menu lain jika ingin benar-benar bebas dari Shorts.
Awalnya, fitur pembatasan waktu ini dirancang untuk membantu orang tua mengontrol aktivitas digital anak. Namun kini, fungsinya diperluas agar bisa dimanfaatkan oleh semua pengguna.
Bagi pengguna yang ingin lebih produktif, fitur ini dapat membantu mengurangi distraksi digital. Dengan membatasi Shorts, pengguna bisa lebih fokus pada konten berdurasi panjang seperti tutorial, dokumenter, atau video edukasi lainnya.
Kehadiran fitur ini juga menandai perubahan pendekatan platform digital yang mulai memberi kendali lebih besar kepada pengguna, bukan sepenuhnya bergantung pada algoritma. Dengan begitu, pengguna dapat menentukan sendiri pola konsumsi konten yang lebih sehat dan sesuai kebutuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke 16 besar China Open 2026 setelah mengalahkan Huang Di/Liu Yang 21-15, 20-22, 21-9 di Changzhou, China.
Layanan jemput bola e-KTP di Kulonprogo mempermudah penyandang disabilitas mengakses layanan administrasi dan program pemerintah.
Penataan bantaran sungai di Kota Jogja ditargetkan tuntas bertahap hingga 2029. Progres sejumlah lokasi kini telah mencapai 50%.
Dua pabrik garmen di Jawa Tengah berpotensi melakukan PHK terhadap 1.470 pekerja. Pemerintah menyiapkan langkah mitigasi.
Bareskrim Polri menetapkan dua bos produsen gas tawa Whip-Pink sebagai tersangka pelanggaran UU Kesehatan terkait produksi gas N2O.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.