Advertisement

Mundur dari Korsel, Honda Fokus Sepeda Motor dan Layanan Purna Jual

Jumali
Jum'at, 24 April 2026 - 13:17 WIB
Jumali
Mundur dari Korsel, Honda Fokus Sepeda Motor dan Layanan Purna Jual Honda CR/V Generasi keenam / Autoindustriya

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dunia otomotif Korea Selatan diguncang pengumuman mengejutkan dari pabrikan asal Jepang, Honda Motor Co., Ltd. Raksasa otomotif nomor dua di Jepang itu resmi memutuskan untuk menghentikan penjualan mobil baru di Negeri Ginseng, dan langkah penarikan diri ini akan mulai dilakukan pada akhir 2026.

Advertisement

Keputusan drastis itu diambil setelah Honda melakukan evaluasi menyeluruh terhadap lanskap persaingan di Korea Selatan yang kian panas, terutama dengan dominasi merek lokal seperti Hyundai dan Kia. "Seiring perubahan kondisi pasar otomotif global dan Korea Selatan, serta setelah mempertimbangkan secara menyeluruh dari perspektif pemusatan sumber daya perusahaan guna memperkuat daya saing jangka menengah hingga panjang, Honda memutuskan untuk menghentikan operasi penjualan mobilnya di Korea Selatan," tulis Honda dalam pernyataan resmi perusahaan yang dikutip Jumat (24/4/2026).

Lantas bagaimana nasib konsumen setia Honda di Korea Selatan? Jangan khawatir, layanan purna jual, pasokan suku cadang, hingga dukungan garansi dipastikan tetap berjalan seperti biasa.

"Honda tetap akan menyediakan layanan purna jual, termasuk servis dan perawatan kendaraan, pasokan suku cadang, serta dukungan garansi bagi pelanggan kendaraan Honda di pasar Korea Selatan," lanjut pernyataan resmi perusahaan.

Meski hengkang dari pasar roda empat, Honda menegaskan komitmennya untuk tetap eksis di segmen sepeda motor yang dinilai masih menjadi tulang punggung bisnis di negara tersebut. Honda Korea bahkan berencana untuk memperkuat lini produknya, menghadirkan motor-motor yang lebih menarik, serta meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.

Untuk diketahui, langkah Honda meninggalkan pasar mobil Korea Selatan ini bukanlah tanpa alasan. Catatan penjualan yang lesu dan kalah saing menjadi biang keladinya. Melansir data dari Reuters, pada tahun 2025, Honda hanya mampu menjual kurang dari 2.000 unit mobil di Korea Selatan, angka yang sangat kecil dibandingkan puncak kejayaannya pada 2008 yang mencapai 12.000 unit. Dengan hanya mengandalkan dua model andalan, Accord dan CR-V, dan pangsa pasar yang terus tergerus hingga di bawah 1%, langkah mundur pun tak terelakkan.

Investasi besar juga sudah digelontorkan oleh Honda, yakni sebesar 12 miliar won atau sekitar Rp140 miliar. Honda mulai membuka kran bisnisnya di Korea Selatan pada 2001 melalui penjualan sepeda motor, menyusul mobil pada 2004. Sepanjang pengabdiannya di Korea Selatan, Honda telah menjual sebanyak 108.600 unit mobil, sementara untuk sepeda motor yang masih akan menjadi fokus bisnisnya, angka penjualan kumulatifnya jauh lebih besar, mencapai 420.600 unit.

Lini mobil yang selama ini dijual antara lain Accord dan CR-V, sementara jajaran motor yang tetap dijual di antaranya PCX125, Super Cub, Forza 350, ADV350, Forza750, dan CBR600RR. Meski keluar dari pasar mobil, Honda berkomitmen untuk terus memberikan produk kompetitif dan pengalaman terbaik bagi pelanggannya di Korea Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Batas Beli Beras Diperketat Harga SPHP Tetap Stabil

Batas Beli Beras Diperketat Harga SPHP Tetap Stabil

News
| Jum'at, 24 April 2026, 14:57 WIB

Advertisement

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Wisata
| Jum'at, 24 April 2026, 12:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement