Pemain Jerman Patungan Bantu Suporter ke Stadion Piala Dunia 2026
Pemain Timnas Jerman membantu biaya transportasi suporter menuju Stadion MetLife saat laga Jerman vs Ekuador di Piala Dunia 2026.
Elon Musk dan bayinya./Twitter
Harianjogja.com, JAKARTA - CEO Tesla dan kekasihnya Grimes baru saja kedatangan bayi pertama yang berjenis kelamin laki-laki itu. Bayi itu diberi nama yang unik yang sulit dieja.
Di akun twittermya, Elon mengatakan nama anaknya adalah X Æ A-12 Musk. Tidak diketahui apakah itu candaan atau tidak, tapi yang pasti nama itu telah menjadi viral di media sosial.
Dia sendiri mengatakan kondisi ibu dan bayinya sehat dan baik-baik saja. Melalui akun Twitter-nya, kemudian Grimes menjelaskan makna nama dari anak mereka.
Menurut Grimes, huruf "X" berarti pada variabel yang tidak diketahui. Sementara "Æ" adalah pengucapan dari kata Ai yang bisa berarti cinta dalam bahasa Jepang juga bisa diartikan dengan kecerdasan buatan (artificial intellegence/AI).
Sementara itu, kata "A-12" mengacu pada Lockheed A-12 OXCART, pesawat favoritnya dan Elon Musk.
Sedangkan "A-12" adalah kependekan dari "Archangel", lagu favorit Grimes.
Tapi hingga sekarang belum diketahui bagaimana pengucapan nama tersebut.
Elon juga memposting beberapa foto putranya itu. Bahkan dia memasang filter tato di wajah anaknya. Ada juga foto ketika dia menggendong bayinya tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pemain Timnas Jerman membantu biaya transportasi suporter menuju Stadion MetLife saat laga Jerman vs Ekuador di Piala Dunia 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.